Gubernur DKI berencana akan memperketat penerapan uji emisi kendaraan bermotor mulai 2020 mendatang. Uji emisi nantinya wajib dilakukan minimal enam bulan sekali. Bahkan di beberapa kesempatan, Gubernur DKI, Anies Baswedan juga mempertimbangkan opsi uji emisi akan wajib dilakukan setiap bulannya. Uji emisi berlaku untuk setiap kendaraan, baik kendaraan pribadi, umum dan roda dua. Hal tersebut ditempuh sebagai salah satu kiat pemprov DKI dalam menekan tingkat polusi di Jakarta yang kian mengkhawatirkan.
Pemprov DKI akan memperketat uji emisi gas buang untuk semua jenis kendaraan mulai 2020 mendatang
Pemprov DKI juga telah menyiapkan sangsi bagi pemilik kendaraan yang tak lolos uji emisi. Salah satunya dengan memberlakukan tarif parkir lebih mahal bagi mobil yang dianggap memiliki emisi gas buang yang melebihi ambang batas. Bagi pemilik mobil, jangan khawatir kendaraan Anda akan tidak lolos uji emisi, Cintamobil.com akan memberikan panduan agar mobil Anda tetap ramah dan terkontrol emisi gas buangnya. Berikut 5 hal yang perlu Anda perhatikan.
>>> Simak juga artikel berikut:
- Mobil Tua Bakal Dilarang Beredar di DKI, Ini Tanggapan Daihatsu
- Penggunaan Aditif Bahan Bakar, Apakah Efektif Dan Aman?
- Ingin Tahu Seberapa Hemat Mobil Anda? Ini Langkah Menghitung Konsumsi Bahan Bakar
Perawatan berkala
Perawatan berkala menjadi cara paling mudah dalam menekan emisi gas buang mobil Anda
Perawatan berkala tak sekedar mengganti oli secara teratur, namun juga lakukan tune-up, untuk mengembalikan performa mesin ke dalam kondisi optimalnya. “Selain itu, dengan tune up juga kita cek semua kerja komponen mesin, mulai dari busi, saringan udara hingga kondisi sensor. Jika kotor kita bersihkan dan jika sudah waktunya ganti akan kita informasikan. Tujuannya agar performa mesin lebih optimal, efisien dan emisi gas buang pun bisa terkontrol,” ujar Yusuf, mekanik Astrido Toyota Pondok Gede.
Untuk mobil berusia lebih dari 5 tahun, lakukan carbon clean
Carbon clean disarankan untuk mobil dengan usia di atas 5 tahun untuk merontokkan timbunan sisa pembuangan di ruang bakar mesin
Carbon clean merupakan cara untuk merontokkan timbunan karbon yang dihasilkan lewat sisa pembakaran yang menempel pada kepala silinder dan ruang bakar mesin. Seiring pemakaian, timbunan karbon akan menebal pada kepala silinder, dan membuat kompresi mesin pun meningkat sehingga menyebabkan detonasi alias ngelitik. Efeknya, selain performa mesin terganggu, emisi pun akan meningkat. Anda bisa lakukan carbon clean di bengkel langganan atau lakukan sendiri di rumah dengan menggunakan cairan carbon cleaner yang banyak tersedia di pasaran. Jasa carbon clean sendiri umumnya berkisar Rp 350 ribuan. Idealnya, lakukan carbon clean sekali dalam setahun.
>>> Pilihan mobil bekas berkualitas ada disini
Bagi pengguna mesin diesel, cek kondisi injektor
Injektor yang tersumbat kotoran dan sulfur akan membuat performa mesin diesel terganggung dan timbulnya asap hitam
Mesin diesel baik yang konvensional ataupun sudah menganut teknologi common-rail, sangat disarankan untuk melakukan pengecekan kondisi injektor. Alat yang berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi ke ruang bakar ini sangat rentan tersumbat oleh kotoran atau sulfur yang terbawa dari solar. Jika sudah mulai tersumbat, maka injektor tak lagi mampu menyemprotkan bahan bakar secara optimal. Efeknya, performa mesin menurun, boros bahan bakar, timbulnya asap hitam pekat dan tentunya membuat emisi gas buang akan melonjak. Ada beberapa cara untuk bersihkan injektor, mulai dari menggunakan cairan injektor cleaner, lewat cara purging hingga bantuan alat ultrasonik. Penanganan akan bervariasi tergantung kondisi injektor Anda setelah dilakukan pengecekan.
>>> Agar mesin diesel common-rail tahan lama, lakukan hal berikut ini
Lakukan pengecekan pada knalpot
Knalpot yang bocor selain menganggu kerja mesin juga berbahaya bagi pengemudi dan penumpang mobil
Sebagai saluran pembuangan akhir, knalpot sangat menentukan performa mesin, efisiensi dan kadar emisi gas buang. Seiring pemakaian, knalpot rentan mengalami keropos dan bocor. Jika sudah bocor, maka tekanan pada sirkulasi gas buang yang berkurang akan mengganggu kerja mesin dan meyebabkan menurunnya performa, boros dan emisi gas buang yang meningkat. Cek kembali kondisi knalpot Anda, jika ada kebocoran, segera lakukan perbaikan. Oiya, jangan lupa juga untuk mengecek kondisi catalytic converter sebagai penyaring gas berbahaya yang letaknya ada di downpipe atau pipa knalpot. Catalytic converter yang tersumbat juga akan membuat performa mesin menurun, boros BBM dan emisi yang melonjak. Harga satu set catalytic converter memang mahal, rata-rata di atas Rp 3 jutaan. Namun harga tersebut sangat sepadan untuk mendapatkan performa mesin dan konsumsi BBM yang kembali optimal dan emisi gas buang yang terjaga.
>>> Kenali Fungsi Catalytic Converter Di Mobil Anda
Penggemar mobil retro? Cek kembali kondisi karburator dan pengapiannya
Kondisi karburator yang terjaga dan setingan yang pas akan membantu emisi gas buang pada mobil retro tetap terjaga
Umumnya mobil retro atau buatan sebelum tahun ’90-an, masih menggunakan sistem pasokan bahan bakar karburator. Agar mobil retro kesayangan Anda tersebut lolos uji emisi, cek kembali kondisi karburatornya, terlebih pada bagian spuyer dan throttle valve-nya. Setelah itu, lakukan settingan yang pas, agar tak hanya lolos uji emisi, namun juga memberikan performa dan efisiensi BBM yang optimal. jangan lupa cek kondisi komponen pengapian seperti platina, CDI dan kondensornya.
>>> Klik di sini untuk kumpulan tips & trik merawat mobil lainnya





