Bisa Jadi Penyebab Overheat! Yuk Pahami Pentingnya Kipas Elektrik

11/05/2021

Perawatan dan service

5 menit

Sistem pendinginan mesin dengan cairan dan kipas elektrik dipandang lebih efisien dan ekonomis untuk memaksimalkan transfer panas dari komponen - komponen mesin

Guna menjaga mesin selalu berada dalam kondisi kerja optimal (tidak panas dan tidak dingin), diperlukan  sistem pendinginan mesin (engine cooling system) yang memanfaatkan cairan  untuk memindahkan panas dari  komponen - komponen mesin. Namun cairan dalam radiator akan meningkat temperaturnya seiring jam kerja mesin. Makanya  diperlukan komponen untuk menjaga suhu cairan  radiator  agar tetap stabil yang dikenal sebagai  kipas pendingin radiator. Pada mobil generasi terdahulu, kipas tersebut  diputar  oleh mesin  melalui sabuk (belt) dan  menyebabkan kipas terus bekerja  selama mesin hidup. Alhasil, mesin terbebani karena harus terus memutar kipas tadi.  Kini peran  kipas pendingin mekanikal digantikan oleh kipas elektrik karena lebih efisien dan ekonomis.   

>>> Jadi Lebih Irit, Nissan Siapkan Mesin dengan Efisiensi Termal 50%

Efisiensi

gambar kipas mekanikal

Kipas pendingin mekanikal semakin banyak ditinggalkan

Kipas elektrik tidak bekerja terus menerus, jadi hanya aktif pada saat tertentu saja. Contoh, ketika temperatur  cairan radiator mencapai angka tertentu, maka kipas elektrik akan hidup dengan kecepatan tertentu pula (semisal low speed). Kemudian, sejalan kenaikan temperatur cairan radiator, maka kecepatan kipas elektrik bisa meningkat. Karena bekerja sesuai kebutuhan, maka kipas elektrik lebih efisien dalam hal pemakaian daya listrik. Demikian pula kipas elektrik tidak menjadi parasit bagi mesin. 

Fungsi

Secara umum, kipas listrik berfungsi untuk menciptakan aliran udara dingin yang berasal dari luar mobil dan diarahkan menuju ruang mesin. Nah, aliran udara tadi melewati berbagai komponen seperti kisi radiator dan kisi kondensor AC. Jadi selain mendinginkan radiator, kipas listrik juga bertugas mendinginkan refrigerant AC melalui aliran udara pada kondensor AC.  

Sistem Kerja  

Saat mesin hidup, maka temperatur cairan radiator akan berangsung meningkat. Kenaikan suhu cairan radiator dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya waktu penyalaan mesin. Saat temperatur kerja mesin telah tercapai, kipas listrik belum tentu hidup karena suhu kerja mesin pada setiap mobil berbeda-beda (biasanya 80o Celcius-100° Celcius). Ketika suhu cairan radiator mendekati 100° Celcius maka kipas listrik akan hidup dengan kecepatan rendah dan jika suhunya naik terus, maka kipas tadi  akan bekerja dengan kecepatan lebih tinggi. Pendek kata, semakin tinggi suhu cairan radiator, putaran kipas listrik semakin tinggi (kencang). Selanjutnya, kecepatan kipas listrik akan menurun atau berhenti ketika temperatur air radiator berada pada angka normal (80o Celcius – 90o Celcius). 

gambar kipas elektrik

Kipas elektrik bisa juga bekerja secara mandiri

Pada sisi lain, kipas listrik juga bisa aktif secara independen (terpisah) apabila sistem AC membutuhkan pendinginan. Semisal, tekanan refrigerant dalam kondisi tinggi sehingga perlu pendinginan dan kipas listrik akan menyala walau suhu cairan radiator tergolong “dingin”. Pada sisi lain, ketika  tekanan refrigerant turun maka kecepatan kipas listrik akan menurun dan kemudian mati. Itu sebabnya, rata-rata mobil keluaran terbaru memiliki dua unit kipas listrik dengan konfigurasi kecepatan tetap (fixed speed) maupun kecepatan variabel (variable speed) untuk kebutuhan pendinginan cairan radiator dan kondensor AC secara terpisah.    

Push-Pull

gambar kipas

Kipas elektrik model "pull" alias kipas hisap

Jika posisi kipas berada di depan radiator dan kondensor AC (ada di belakang grille), maka konfigurasinya disebut “Push electric fan” alias kipas tiup. Disebut begitu karena kipas meniupkan aliran udara dari arah luar menuju ruang mesin dan hawa panas tadi keluar melalui celah-celah dalam ruang mesin. Sebaliknya, kalau posisi kipas berada di belakang radiator dan kondensor AC (di antara mesin dan radiator), maka konfigurasinya disebut sebagai “Pull electric fan” alias kipas hisap. Sebutan kipas hisap dikarenakan bilah-bilah kipas bekerja untuk menghisap udara panas dari radiator dan kondensor AC serta menyemburkan ke luar mobil melalui sela-sela ruang mesin.  
>>> Mengenal Extra Fan Mobil, Kipas Tambahan Buat Pendingin AC dan Mesin

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

 
back to top