Kenali Fungsi Catalytic Converter Di Mobil Anda

09/04/2019
Fungsi catalytic converter cukup vital, yakni menyaring polutan berbahaya pada gas buang mobil. Namun lantaran letaknya tersembunyi, kondisi catalytic converter kerap terabaikan

Catalytic converter merupakan salah satu bagian dari sistem gas buang yang kerap tidak diketahui oleh pemilik mobil. Perangkat ini mulai digunakan di setiap mobil baru di Indonesia sejak tahun 2007. Saat itu, standar regulasi emisi Euro2 mulai diberlakukan untuk emisi gas buang. Untuk memenuhi standar tersebut, setiap kendaraan bermesin diesel dan bensin harus menggunakannya. Catalytic converter berupa katalisator yang dipasang pada saluran gas buang. Fungsinya menyaring hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO) dan Nitrogen oksida (NOX) dan polutan lain yang dihasilkan oleh mesin. ke semua polutan tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan dapat menjadi racun berbahaya jika terhisap oleh manusia.

>>> Baca juga: Mobil Anda mulai loyo, apa saja pertandanya?

Foto saringan bagian dalam pada catalytic converter

Material saringan pada catalytic converter terbuat dari beberapa logam khusus, seperti platinum dan paladium

Fungsi utama Catalytic converter adalah untuk menyaring polutan dan emisi gas buang tersebut ke batas paling minimal. Catalytic converter dibuat dari beberapa material seperti salah satunya adalah platinum (platina) dan paladium. Posisi catalytic converter sendiri terletak setelah exhaust manifold atau header. Namun beberapa pabrikan juga mendesain letak catalytic converter setelah resonator atau peredam suara di knalpot. Bentuk catalytic converter menyerupai saringan berbentuk sarang lebah yang dibuat dari logam platinum atau paladium yang disatukan melalui blok keramik. Ketika gas buang menyentuh logam (katalisator), reaksi kimia terjadi berupa penghilangan beberapa kandungan atau senyawa yang berbahaya, seperti hidrokarbon, karbon monoksida dan nitrogen oksida. Alhasil, gas buang yang keluar dari knalpot bisa lebih bersih. Sementara itu, logam yang digunakan sebagai katalisator tidak berubah sifat dan materialnya serta memiliki usia pakai yang cukup lama.

>>> Ingin membeli mobil baru? Dapatkan daftarnya di sini

Kerusakan pada catalytic converter

Pertanyaannya, sejauh mana usia pakai catalytic converter di kendaraan? Secara teknis, memang belum ada standar usia pakai atau kilometer tertentu pada kendaraaan. Namun, sejumlah bengkel memberikan patokan untuk usia pakai catalytic converter. Namun kondisi catalytic converter diperhatikan saat kendaraan telah menempuh jarak tempuh di atas 60 ribu km atau sekitar 3 tahun pemakaian. Artinya di atas usia itu, komponen ini mesti mendapat perhatian ekstra. Apakah masih optimal atau tidak kinerjanya? Bila masih oke, tidak menutup kemungkinan usia pakainya bisa melebihi kisaran waktu tersebut.

Letak catalytic converter di kolong mobil

Karena letaknya di kolong mobil, letak catalytic converter kerap terlupakan oleh pemilik mobil

Sementara untuk mengetahui gejala penurunan performa catalytic converter, ada sejumlah parameter untuk itu. “Gejala umum yang terjadi, tenaga kendaraan terasa tertahan. Akibat adanya hambatan pada sekat jeroan catalytic converter yang tidak lancar,” jelas Parman Suanda, Service Manager Plaza Toyota Cabang Tendean Jakarta. Penyumbatan ini diakibatkan oleh karbon yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna. Penyebabnya pun bermacam-macam, baik dari kualitas bbm yang buruk, filter udara kotor, sistem pengapian tidak bekerja optimal.

>>> Temukan artikel tentang tips merawat mobil lainnya hanya di Cintamobil.com

Foto contoh catalytic converter sport buatan aftermarket

Jika Anda ingin mengupgrade sistem knalpot mobil Anda, pilih exhaust set yang juga menyediakan sport catalytic converter, agar kinerja mesin tak terganggu

Perlahan tapi pasti, karbon tersebut bakal mengendap pada sekat sekat di catalytic converter. Akibatnya, tenaga mesin seolah tertahan akibat saluran catalytic converter tersendat. Bisa ditebak, tidak hanya performa mesin menurun, konsumsi BBM pun menjadi lebih boros. Bila sudah begini, jangan coba-coba mekanik Anda mengakali catalytic converter ini. Cara ini tidak direkomendasikan. Kalau pun diakali, performa dan fungsi catalytic converter mereduksi emisi tidak optimal. ”Jangankan diakali, dibersihkan saja tidak bisa,” sahut Benyamin dari Standar Adi Knalpot, Gunung Sahari, Jakarta Utara.

>>> Mungkin Anda tertarik: Review Nissan X-Trail Hybrid 2015, SUV Hybrid Pertama Di Kelasnya

Catalytic converter pada Porsche 911 Carrera S warna putih

Umumnya produsen exhaust set aftermarket membekali sport catalytic converter bahkan untuk sportscar dan supercar sekalipun

Bahkan di beberapa kasus, catalytic converter bisa terbakar lantaran tersumbat oleh timbunan timbal yang tebal. Akibat paling buruk, catalytic converter bisa terbakar habis dan bisa merembet ke mobil. ”Beberapa saya temui catalytic converter -nya sudah gosong dan riskan menjalar ke semua mobil,” sahut Teddy Jusman dari SS Performance Bandung. Hal tersebut dikarenakan pemakaian bahan bakar dengan kualitas buruk, serta memiliki kandungan timbal yang tinggi.

Foto catalytic converter rusak dan hangus akibat pemakaian

Jika sudah rusak atau terbakar, tak ada jalan lain selain mengganti catalytic converter dengan yang baru

Timbal yang dihasilkan saat pembakaran, bisa menjadi plak atau karak yang akan menimbun di saringan catalytic converter. Timbunan timbal tersebut lambat laun akan turut terbakar lantaran suhu pembakaran, sehingga membuat suhu catalytic converter juga turut tinggi. ”Efeknya, catalytic converter juga ikut terbakar,” tambah Teddy. Sehingga, terbakarnya catalytic converter bisa beresiko membuat mobil ikut terbakar. Sehingga, disarankan untuk mengecek kondisi catalytic converter setiap kali servis berkala dan gunakan bahan bakar yang berkualitas dan tidak mengandung timbal. Jika catalytic converter rusak atau terbakar, tak ada solusi lain selain mengganti dengan catalytic converter baru. Memang, seperangkat catalytic converter tidak murah. Satu perangkat catalytic converter untuk Toyota Camry 2.4 dibanderol Rp 5,2 juta atau Toyota Fortuner setara dengan Rp 6 juta.

>>> Tips & trik terkini di dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Pratomo FJ

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain