Jaga Pelek Mobil Tetap Awet, Hindari 3 Hal Berikut!

15/01/2020

Perawatan dan service

4 menit

Jaga Pelek Mobil Tetap Awet, Hindari 3 Hal Berikut!
Pelek mobil tak sekadar berpengaruh pada estetika, tapi juga keselamatan berkendara. Hindari 3 hal berikut agar pelek awet dan selalu dalam kondisi terbaik.

Banyak komponen berperan penting dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara roda empat. Mulai dari kondisi mobil prima, kondisi pengemudi fit serta perilaku berkendara yang beretika dan taat aturan berlalu lintas.

Pelek Mobil

Foto menunjukkan mobil dengan pelek keren

Pelek mobil berperan penting bagi estetika dan keselamatan

Pelek mobil, sekilas hanya menunjang estetika, tapi sebenarnya sangat berpengaruh besar pada keselamatan. Pelek bertugas menahan beban kendaraan yang tertumpu pada roda. Oleh karena itu desainnya harus benar-benar kuat dan kokoh. Ada pelek dari baja press (pressed steel disch wheel) yang mengutamakan aspek keawetan alias tahan lama, ada juga pelek campuran besi tuang (cast light alloy disc wheel) untuk mengurangi beban sehingga kendaraan bisa melaju lebih enteng,

Meski didesain kokoh, bukan berarti tidak ada kemungkinan untuk rusak. Pelek juga bisa retak, bengkok, dan bahkan hancur. Tapi itu juga tidak terjadi secara serta merta. Hanya dalam kondisi-kondisi tertentu saja.

Tips menjaga pelek tetap awet

Nah, buat kalian yang punya mobil sebaiknya jaga pelek tetap awet. Hindari 3 hal berikut:

1.  Hindari jalan berlobang dan tonjolan

Sebisa mungkin hindari jalanan berlobang dan tonjolan. Jika terpaksa harus melewati, lakukan sepelan mungkin dengan mengurangi kecepatan laju kendaraan. Terlebih bila profil ban tipis, selain berisiko lebih besar, hentakan saat menghantam lobang atau tonjolan sangat terasa mengganggu kenyamanan.

Foto menunjukkan jalanan rusak berlobang

Hati-hati melewati jalanan rusak berlobang

>>> Simak Tips Penggunaan Ban Cadangan ala Peugeot Berikut Ini

2. Hindari tekanan angin ban tidak sesuai

Ukuran tekanan angin ban yang terbaik adalah sesuai dengan rekomendasi pabrik. Biasanya tertera di dalam buku manual, atau tertempel di sekitar pintu mobil. Ukuran tekanan angin ban tak sekadar berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan, tapi juga mempengaruhi keawetan pelek. Misal, dalam kondisi kurang angin mobil akan terasa limbung dan kurang bertenaga. Imbasnya konsumsi bahan bakar lebih boros dan memperbesar potensi kerusakan pelek.

Foto menunjukkan deretan pelek mobil dipajang di toko pelek

Mengganti pelek mobil wajib memperhatikan aspec ratio

>>> Ini Kelebihan Nitrogen untuk Ban Dibandingkan Angin Biasa

3. Hindari pemakaian ban tidak sesuai ukuran pelek

Secara default ukuran pelek sudah disesuaikan dengan ukuran ban yang digunakan mobil, dan sebaliknya. Saat kalian mengganti pelek dengan ukuran yang berbeda, mau tidak mau ban juga harus diganti menyesuaikan aspec ratio yang ada.

Makin besar diameter pelek, maka makin tipis pula profil ban agar aspec ratio tetap terjaga. Nah disini efeknya, semakin tipis profil ban berisiko terhadap kenyamanan karena daya serap terhadap hentakan menjadi berkurang. Efek lain, potensi kerusakan pelek semakin besar. Maka disarankan, jika ingin mengganti pelek ukurannya maksimal tidak lebih dari 2 inci.

>>> Wald Rilis Body kit Dan Pelek Untuk Mercedes-Benz C-Class W205

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top