Kisan Intercooler, Sang 'Radiator' Pendingin Udara Turbo

13/04/2021

Perawatan dan service

3 menit

Kisan Intercooler, Sang 'Radiator' Pendingin Udara Turbo
Intercooler bertugas untuk mendinginkan udara yang telah dimampatkan oleh turbo sehingga densitas udara menjadi maksimal dan kinerja mesin semakin optimal

 gambar intercooler

Aneka ragam radiator udara untuk posisi pemasangan horizontal maupun vertikal 

Biasanya, perangkat bernama Intercooler ini dipasang di bagian depan mobil dengan posisi berada di antara radiator dan grille depan. Namun ada juga yang memasangnya di atas mesin. Sebenarnya, apakah intercooler itu dan  apa fungsinya? Apa saja jenis-jenisnya?  Berikut ini tim Cintamobil.com akan membeberkan secara lengkap dan jelas.

>>> Intip Teknologi Turbo di Mobil Daihatsu, Segera Diterapkan di Indonesia?

Ada banyak alasan untuk memasang perangkat radiator udara ini pada mobil. Umumnya, mobil dengan performa tinggi dilengkapi radiator pendingin udara karena memang banyak manfaat yang bisa dioptimalkan. Secara teori, udara yang lebih panas memiliki kerapatan yang lebih rendah dibanding udara yang lebih dingin sehingga kandungan oksigennya menjadi minimalis dan berpengaruh signifikan terhadap performa mesin. Dari sisi teknis, semakin banyak campuran udara dan bahan bakar yang bisa dibakar dalam ruang bakar berujung pada kenaikan  performa. Itu sebabnya, perangkat rumah keong sudah menjadi kelengkapan standar pada mesin-mesin modern.

intercooler

Pilihan intercooler, disesuaikan dengan kebutuhan operasional 

Secara garis besar, saat  kompresor pada turbocharger memampatkan udara maka temperatur udara tersebut meningkat sehingga  semakin panas dan densitasnya berkurang. Dalam kondisi inilah  intercooler berperan mendinginkan udara yang telah dimampatkan oleh turbocharger sebelum menuju saluran masuk (intake manifold) dan ruang bakar mesin. Pada sisi lain,  radiator udara ini juga membantu temperatur gas buang agar tidak terlalu tinggi sehingga sistem emisi buang mampu berfungsi secara normal walau bekerja  dalam kondisi  ekstrem.  

Klasifikasi Intercooler

Air-to-Air Intercooler (Intercooler Dengan Pendingin Udara)

gambar intercooler

Air to Air Intercooler, memanfaatkan pendinginan berupa aliran udara dari arah depan kendaraan  

Perangkat ini mengandalkan aliran udara untuk mendinginkan udara yang telah dimampatkan oleh turbocharger sebelum menuju saluran masuk mesin. Karena memakai sistem pendinginan udara, maka radiator udara jenis Air-to-Air ini dipasang pada bagian depan kendaraan agar selalu mendapatkan aliran udara yang relatif lebih dingin secara konstan.    

Kelebihan

Nilai plus radiator udara model Air-to-Air antara lain konstruksi lebih sederhana,  komponen lebih sedikit, dan lebih ringan.  

Kekurangan

Karena menganut sistem pendinginan aliran udara, maka perangkat ini wajib ditempatkan di bagian depan kendaraan. Tentu saja posisi intercooler di bagian depan kendaraan lebih rawan masalah seperti benturan dan  lontaran batu atau benda lain. Selain itu, posisi posisi intercooler di bagian depan kendaraan  membutuhkan jaringan pipa yang lebih panjang dan pengaturan yang lebih rumit sehingga sedikit banyak mempengaruhi performa mesin secara keseluruhan.

>>> Kencang Serta Irit, Ini Kelebihan Dan Kekurangan Honda Civic Turbo Sedan

Air-to-Water Intercooler (Intercooler Dengan Pendingin Air)

Radiator udara jenis ini umumnya dipakai pada mobil-mobil performa tinggi yang membutuhkan respons cepat (tanpa batasan anggaran). Secara teknis, perangkat radiator udara jenis Air-to-Water  lebih rumit daripada  Air-to-Air karena membutuhkan dukungan  perangkat yang lebih banyak seperti  coolant, pompa, nosel penyemprot  dan tabung reservoir.

gambar intercooler

Air to Water Intercooler, pendinginan cairan menghasilkan performa yang optimal dan stabil 

Pada  perangkat ini, nosel penyemprot akan menyemprotkan coolant ke intercooler  secara berkala agar  temperatur udara selalu optimal. Karena memakai pendinginan cairan, maka radiator udara jenis Air-to-Water bisa ditempatkan sedekat mungkin dengan mesin untuk memaksimalkan kinerjanya.

Kelebihan

Keunggulan Air-to-Water Intercooler  adalah waktu respons mesin yang lebih cepat karena dua hal. Pertama, temperatur udara  yang keluar dari intercooler lebih dingin sehingga densitas udara terjaga optimal. Kedua, penempatan intercooler berada dekat mesin sehingga jaringan pipa lebih pendek dan udara dingin mengalir lebih cepat. 

Kekurangan

Pada sisi lain, radiator udara jenis Air-to-Water memiliki sistem kerja dan instalasi perangkat yang lebih rumit karena melibatkan banyak komponen tambahan  heat-exchanger, pompa, tabung  reservoir  dan coolant. Karena memakai coolant,  potensi kebocoran pun mengintai. Selain itu, setiap komponen wajib diperiksa secara berkala termasuk pengecekan tabung reservoir dan kondisi coolant.     

>>> Praktisnya Upgrade Performa Mesin Diesel Lewat Aplikasi Intercooler Aftermarket

Penulis
Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.
 
back to top