Inilah Sumber Potensi Kerusakan Power Steering Elektrik

02/05/2021

Perawatan dan service

5 menit

Share this post:
Perangkat power steering elektrik memang dikenal relatif minim perawatan karena sistemnya lebih minimalis namun tidak berarti bebas kerusakan dan masalah

Hari gini rasanya sudah jarang bertemu dengan kendaraan bermotor keluaran terbaru mulai dari city car hingga SUV yang tidak memanfaatkan power steering elektrik (electric power steering alias EPS) untuk meringankan beban kerja pengemudi (dan juga mesin).

Ya maklum saja, berbagai tuntutan kebutuhan (efisiensi, emisi, performa dan lainnya) menyebabkan EPS semakin menjadi pilihan untuk menggantikan power steering hidraulik. Berbeda dengan power steering hidraulik yang butuh mesin untuk memutar pompa hidraulik, power steering elektrik lebih efisien 3%-5% karena memakai motor listrik yang relatif hemat energi. Pada sisi lain, electric power steering juga dikenal relatif minim perawatan. Namun tetap saja power steering elektrik tidak bebas kerusakan. Apa saja potensi masalah pada EPS?

1. Motor Listrik

gambar motor listrik eps

Motor listrik menjadi jantung bagi electric power steering

Inilah jantung power steering elektrik. Komponen motor listrik memakai setrum untuk mengatur pergerakan kemudi sesuai dengan masukan sensor sudut putar kemudi. Pada umumnya, ada dua jenis instalasi motor listrik EPS. Pertama, motor listrik terintegrasi dengan kolom kemudi dan berada dalam dashboard. Kedua, motor listrik yang menyatu dengan rumah kemudi dan bertempat di bawah mobil.

Untuk EPS yang memakai model motor listrik menyatu dengan kolom kemudi sering terdengar bunyi motor listrik (jika bermasalah). Sedangkan pada EPS dengan motor listrik yang terintegrasi bersama rumah kemudi, periksa pelindung komponen tersebut agar selalu dalam kondisi baik karena motor listrik rawan rusak karena terkena air.

>>> Begini Cara Kerja VFC Power Steering Fortuner Dan Hilux Baru

2. Steering Rack 

gambar rack steer

Karet boot yang sobek kerap menjadi biang masalah kerusakan 

Steering rack adalah komponen penerus putaran pinion gear menuju roda depan agar bisa berbelok kanan kiri. Kerusakan disebabkan pinion gear dan steering rack tidak bersinggungan dengan tepat. Ketika kontak pinion gear dan steering rack sudah renggang, muncul bunyi saat mobil melewati jalan tidak rata. Periksa kondisi karet penutup di kiri kanan rumah kemudi. Jika robek, rumah kemudi kemasukan kotoran sehingga kerusakan semakin parah.

>>> Pilih Hidrolik atau Elektrik, Ini Beda Jenis Power Steering Mobil

3. Cross Joint Steering Shaft

gambar joint steer

 Gemuk kering dan beban kejut menyebabkan masalah pada komponen ini 

Perangkat ini melanjutkan putaran kolom kemudi kepada pinion gear untuk menggerakkan steering rack. Kerusakan cross joint steering shaft disebabkan oleh sambungan kendur akibat grease (gemuk) kering dan beban kejut karena benturan keras seperti menghajar lubang jalan. Bunyi saat roda kemudi diputar mengindikasikan masalah pada cross joint steering shaft.

4. Modul

gambar modul eps

Modul yang berperan sebagai ECU alias komputer untuk EPS

Perangkat ini bisa disebut sebagai ECU untuk EPS karena mengolah data yang berasal dari berbagai sensor dan mengatur proses kerja EPS secara menyeluruh. Biasanya modul jarang rusak karena tersimpan aman di dalam dashboard. Jika mobil tidak terendam banjir dan tidak ada hubungan pendek arus listrik), bisa dipastikan modul EPS aman. Kerusakan pada modul menyebabkan EPS tidak berfungsi dan bobot putaran kemudi menjadi sangat berat.

Cek Visual Dan Non Visual

gambar lampu eps

Lampu peringatan menjadi petunjuk awal kerusakan

Deteksi awal masalah pada sistem EPS bisa dilakukan secara visual dan non visual. Metode visual dengan melihat lampu peringatan pada panel instrumen. Kalau lampu peringatan “EPS” atau “PS” atau “gambar kemudi dengan tanda seru” menyala, berarti ada masalah. Lakukan pemeriksaan sekering dan jika aman, berarti sumber masalah berada pada komponen lainnya.

gambar roda kemudi

Putaran kemudi terasa berat pada awalnya, namun kemudian berangsur menjadi ringan 

Sedangkan cara non visual adalah memutar-mutar roda kemudi saat mobil sedang diam dan mesin hidup. Jika putaran kemudi terasa berat pada awalnya itu kondisi normal. Setelah roda kemudi diputar dengan sudut lebih besar dan tetap terasa berat, ada masalah pada EPS. Silakan bawa mobil ke bengkel yang memiliki peralatan lengkap karena setiap masalah pada EPS membutuhkan pengecekan dan perbaikan yang cermat.

>>> Gejala Kerusakan Power Steering Elektrik Serta Penyebabnya

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top