Mobil listrik tidak menghasilkan emisi CO2 secara langsung. Namun analisis tentang penghasil CO² tidak hanya mengevaluasi tentang mobil listriknya saja, namun juga meneliti emisi yang akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang nantinya digunakan oleh mobil listrik (contohnya pembangkit listrik tenaga batu bara) untuk mengisi ulang daya baterai.
Mobil listrik memang tidak menghasilkan CO² namun untuk mengisi dayanya apakah ramah lingkungan?
Di Jerman contohnya, mobil listrik erat kaitannya dengan penggunaan clean electricity atau yang bersumber dari energi terbarukan. Dapat diasumsikan, perpaduan penggunaan energi listrik yang berasal dari sumber energi terbarukan dan sumber yang berbahan fosil telah menurunkan emisi CO² per kendaraan bila dibandingkan dengan internal combustion engine.
Sebelum sumber tenaga terbarukan siap, teknologi hybrid electric vehicle dianggap paling pas jadi jembatan ramah lingkungan
Sayangnya paduan penggunaan energi listrik pada negara berkembang masih kurang menggembirakan. Keseimbangan lingkungan untuk pembangkitan listrik pada negara-negara seperti India, Indonesia, Malaysia, Thailand bahkan China sekalipun tidak terlalu bagus, karena mereka masih bergantung pada pembangkit listrik yang berasal dari batu bara. Untuk itu dibutuhkan sumber tenaga terbarukan yang ideal.
>>> Motor Listrik VS Mesin Pembakaran Konvensional, Mana Yang Terbaik?
Mobil listrik berperforma tinggi macam Audi e-Tron butuh pasokan listrik yang baik
Sebelum membahas mengenai sumber tenaga terbarukan, tentunya kita musti paham dulu apa yang dimaksud dengan energi terbarukan. Energi terbarukan atau renewal energy adalah sumber energi yang ketersediannya selalu terjamin dan tidak akan habis sesuai dengan standard manusia. Energi terbarukan ini meliputi tenaga angin, tenaga surya, geothermal atau panas bumi, hydropower dan juga bio mass.
>>> Simak panduan lengkap perawatan mobil di sini
Perguruan tinggi di Indonesia saja sudah mulai mendevelop mobil-mobil listrik, sayang minim bantuan dan dukungan pemerintah
Cita-cita akan penurunan emisi CO² dengan penggunaan mobil listrik di masa depan sangat dimungkinkan, dikombinasi dengan penggunaan energi terbarukan. Hal ini tentu semakin ditingkatkan untuk menghasilkan energi listrik dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar berbahan fosil. Produksi listrik dengan sumber energi terbarukan di negara-negara Eropa pun ditargetkan dapat mencapai angka 40% pada tahun 2030.
>>> Temukan mobil bekas terbaik pilihan Anda di sini
Tenaga surya adalah yang paling pas menjadi sumber tenaga terbarukan, sayang teknologinya mahal
Namun ada sumber yang sangat ideal yakni solar energy atau tenaga surya. Tenaga surya dapat menyinari bumi setara dengan 10.000 kali konsumsi energi global saat ini. Sinar matahari ini dapat menyediakan energi lebih dari yang dibutuhkan di masa depan. Namun, biaya pengembangan dan efisiensi sel surya menghalangi pengembangan potensi solar energy ini.
Beginilah skema konversi tenaga surya hingga menjadi listrik
Sementara efisiensi modul fotovoltaik sekitar delapan persen pada awal tahun delapan puluhan, modul rata-rata saat ini di pasaran mencapai 17% dan produk-produk terdepan hampir 20%. Agar energi matahari dapat bersaing dengan sumber energi lain, pembangkit listrik tenaga surya perlu dibuat lebih efisien. Jadi, untuk membuat sumber energi terbarukan guna mengisi daya mobil listrik masih panjang perjalanannya.





