Selama ini, setiap kali terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum seperti bus dan truk, selalu ada tiga tertuduhnya; ban pecah, supir mengantuk dan rem blong. Dari ketiganya, tertuduh yang paling populer adalah rem blong. Walau terkesan remeh, sebenarnya masalah rem blong bukan sebuah hal yang remeh sama sekali karena melibatkan banyak hal yang tidak remeh.
>>> 80% Kecelakaan Bus dan Truk karena Rem Blong Disebabkan Sopir Tak Ahli
Tiga Penyebab
Terkait rem blong, Achmad Wildan selaku Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan setidaknya ada tiga macam penyebab masalah tersebut (rem blong). Apa saja? Simak terus ulasan dari tim Cintamobil.com berikut ini...

Kegagalan sistem rem berperan besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas
“Brake fade, tekanan angin kurang dan vapour lock,” jelas Wildan sapaan akrab Achmad Wildan. Semua penyebab tersebut sebetulnya saling berkaitan satu sama lain. Jadi tidak berdiri sendiri sebagai penyebab masalah rem blong pada bus dan truk.
Sistem Rem
Sebelum membahas penyebab rem blong, ada baiknya mengupas dahulu sistem pengereman kendaraan niaga (bus dan truk). Secara umum, bus dan truk dilengkapi dengan salah satu dari tiga sistem pengereman yang terdiri atas hidraulik, AOH (air over hydraulic) dan full air brake. Sistem pengereman hidraulik memakai fluida rem dan mengandalkan kekuatan injakan kaki pengemudi.
Sistem rem hidraulik banyak digunakan pada kendaraan bermotor
Selanjutnya sistem pengereman Air Over Hydraulic (AOH) memanfaatkan udara bertekanan untuk mendorong fluida rem. Sedangkan sistem rem full air brake menganut udara bertekanan sebagai pengganti fluida rem untuk pengoperasian sistem rem. Dengan demikian, bus dan truk dengan sistem rem AOH dan full air brake dilengkapi kompresor dan tangki udara.
Brake Fade
Masih menurut Wildan, brake fade terjadi karena kampas rem mengalami panas berlebihan sehingga saat menempel ke tromol atau menjepit cakram, yang terjadi adalah koefisien gesek nol (0) seperti kaca. Pengemudi mengoperasikan pedal rem namun tidak ada deselerasi.

Brake fade terjadi karena kampas rem terlalu panas sehingga koefisien gesek-nya nihil
“Yang terjadi adalah kendaraan nyelonong terus,” kata Wildan lagi dalam webinar yang diadakan oleh Isuzu Indonesia pada hari Kamis, 17/06/2021. Untuk mencegah brake fade, hindari pemakaian sistem rem secara terus menerus pada jalan menurun. Gunakan rem mesin (engine brake) atau rem tambahan (pada bus dan truk) seperti rem gas buang dan retarder
Tekor Angin
Kemudian penyebab kegagalan rem yang berikutnya adalah tekor angin atau kekurangan tekanan udara karena sistem pasokan tekanan udara pada sistem rem Air Over Hydraulic (AOH) dan full air brake mengalami masalah. Tekanan udara pada sistem rem Air Over Hydraulic (AOH) dan full air brake bisa diketahui pada indikator di dashboard.

Sistem rem jenis full air brake harus bebas dari kondisi tekor angin
Bus dan truk dengan sistem rem AOH dan full air brake juga menganut sistem kopling pneumatic sehingga pengoperasian pedal kopling dan pedal rem dibantu tekanan udara. “Misalnya sistem tekanan udara pada bus dan truk tersebut adalah 7 bar, maka jika tekanan udara di bawah 7 bar, pengemudi tidak akan bisa mengoperasikan pedal kopling dan pedal rem. Disebut ‘tekor angin’ jika tekanan udaranya kurang dari 7 bar,” jelas Wildan panjang lebar.
Vapour Lock
Faktor penyebab ketiga rem blong adalah vapour lock atau penguapan dalam fluida sistem rem hidraulik. Ini kerap terjadi pada bus dan truk dengan sistem rem hidraulik dan AOH yang mengandalkan fluida rem. Hal ini terjadi ketika air terserap ke dalam sistem rem hidraulik karena sifat fluida rem yang higroskopis.

Hindari vapour lock dengan mengganti dan menguras fluida rem secara teratur
"Fluida rem punya titik didih 250o Celcius tergantung DOT-nya. Ketika ada kandungan air sedikit saja, katakanlah 3%, titik didih fluida rem turun 50o Celcius. Saat fluida rem menjadi panas karena pengereman terus menerus, kandungan air tadi menguap dan menjadi gelembung udara dalam sistem rem. Angin palsu inilah yang menyebabkan masalah pada sistem rem," ujar Wildan lebih lanjut.
Jika truk yang digunakan selalu terawat dan pengoprasiannya benar tak perlu takut terjadi rem blong
Kegagalan fungsi sistem rem mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain. Makanya sistem rem wajib diinspeksi setiap hari dan tidak boleh dianggap sepele. Wildan juga menyebutkan kecelakaan bus dan truk di jalanan turut disebabkan oleh kurang paham teknologi kendaraan yang dikemudikan.
>>> 3 Masalah pada Rem yang Harus Diwaspadai Biar Tak Terjadi Rem Blong

