Ingin Radiator Tetap Awet? Simak Langkah-langkahnya Berikut Ini

08/07/2019

Perawatan dan service

4 menit

Radiator menjadi salah satu komponen vital pada mesin yang perlu pengecekan terhadap kondisinya, karena jika sampai bermasalah, Anda akan membayar sangat mahal untuk kerusakan yang akan timbul

Lantaran fungsinya sebagai penyetabil suhu mesin, membuat radiator memiliki fungsi yang cukup vital. .Jika sampai bermasalah atau rusak, akan membuat suhu mesin akan cepat panas atau dan mudah mengalami overheat. Efeknya, dapat merusak komponen internal mesin, yang mengharuskan Anda untuk turun mesin. Padahal jasa turun mesin sendiri cukup menguras kantong.

Foto ilustrasi pengecekan radiator

Lakukan pengecekan kondisi radiator agar kerja piranti pendingin mesin tersebut dapat berusia lebih panjang

>>> Baca juga:

Untuk itu, sangat disarankan untuk Anda untuk memperhatikan kondisi radiator mobil Anda. Caranya pun cukup mudah, dan hanya membutuhkan perhatian Anda dengan seksama terhadap kondisi radiator dan beberapa komponen pendukung. Yuk disimak bagaimana caranya menjaga kondisi radiator agar dapat lebih awet.

Pertama, lantaran radiator menggunakan air atau cairan coolant sebagai media pelepas panas, sehingga membuat kotoran mudah hinggap. Namun jika dibiarkan kotoran dapat mengendap membentuk gumpalan yang dapat menghambat saluran radiator ke mesin mobil. Karena itu, air radiator harus diganti secara berkala mengikuti buku manual pada mobil yang disediakan oleh pabrikan. Perlu dicatat, sebelum melakukan penggantian air radiator, Anda perlu menguras air radiatornya terlebih dahulu.

Foto kondisi selang radiator mobil

Cek kondisi selang radiator beserta klem-nya. jika terlihat ada retakan halus pada selang, segera ganti

Kedua, periksa selang radiator. Selang radiator berfungsi untuk menghubungkan radiator ke mesin mobil. Kebanyakan selang radiator terbuat dari bahan karet tahan panas karena bagian ini sangat sering berhubungan dengan panasnya mesin. “Tapi karet ini tidak selamanya mampu menahan panas dari mesin mobil. Apalagi kalau mesin sering overheat, otomatis selang radiatornya bisa mengeras secara perlahan dan akhirnya retak atau getas,” ujar Rusman Jaya dari bengkel spesialis radiator Jaya Radiator di bilangan Jatiwaringin, Jakarta Timur. Apabila selang radiator retak, maka rentan terjadi kebocoran yang akan membuat air radiator dan coolant cepat berkurang jumlahnya.

>>> Banyak pilihan mobil bekas berkualitas disini

Foto tutup radiator mobil

Jangan sembarangan mengganti tutup radiator, karena setiap tutup radiator memiliki spesifikasi berbeda dalam menerima tekanan dan suhu radiator

Ketiga, memeriksa tutup radiator. Setiap radiator memiliki seal atau karet pada bagian penutupnya. Fungsinya untuk mengencangkan bagian penutup radiator. “Rusaknya tutup radiator dan seal akan menyebabkan sirkulasi air panas dari radiator ke bagian reservoir terhambat. Sehingga air panas tersebut akan dikirimkan kembali ke bagian mesin. Akibatnya suhu di dalam radiator dan mesin mobil meningkat secara perlahan,” tambah Rusman. Sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal-nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Anda harus menggantinya dengan yang baru.

>>> Semua tips perawatan mobil paling akurat hanya ada di sini

Foto kipas radiator dalam keadaan terpasang pada radiator

Mobil terkini umumnya sudah menggunakan kipas radiator elektrik yang minim perawatan

Keempat, periksa klem selang radiator. Klem selang radiator berfungsi untuk mengikat selang radiator dengan pilar radiator agar posisi keduanya tetap rapat. Apabila klem selang radiator mulai longgar, air radiator menjadi mudah merembes ke bagian mesin dan komponen AC lainnya. Anda bisa memeriksa bagian klem bersamaan dengan tutup radiator, selang radiator, dan air radiator. Apabila klemnya mulai longgar, kencangkan ikatannya.

Kelima, periksa kipas radiator. Fungsinya untuk membuang  panas dari air radiator atau coolant.Pada mobil terkini, putaran  kipas radiator dapat menyesuaikan dengan suhu mesin. Jika suhu mesin merangkak naik, maka putaran kipas radiator semakin kencang pula. Anda dapat memastikan kipas radiator bekerja atau tidak dengan melihat putaran kipasnya. Jika putaran kipas dirasa melemah, secepatnya lakukan pemeriksaan pada bengkel terdekat.

>>> Artikel tips & trik dunia otomotif lainnya di Cintamobil.com

 
back to top