Ingin Pasang Tutup Radiator Aftermarket? Kenali Dulu Arti Kodenya

22/01/2020
Jika ingin menggunakan tutup radiator aftermarket, sesuaikan dengan spesifikasi bawaan mobil agar sirkulasi radiator tak terganggu dan tak beresiko overheat

Mengaplikasi tutup radiator afterarket memang membuat tampilan ruang mesin menjadi lebih atraktif. Namun sembarangan mengganti tutup radiator dapat mengganggu sirkulasi pendinginan mesin dan bahkan menyebabkan overheat. Untuk itu, Anda disarankan untuk terlebih dahulu mengenali tutup radiator bawaan mobil sebelum menggantinya dengan versi aftermarket agar tak mengganggu kerja sirkulasi pada radiator.

Foto tutup radiator aftermarket

Jangan sembarangan pakai tutup radiator versi kompetisi, karena spesifikasinya berbeda dengan tutup radiator untuk harian

>>> Empat Hal Ini Jadi Penyebab Radiator Bocor, Apa Saja?

Kode pada bagian tutup radiator atau radiator cap, umumnya tertera kode angka 0,9 bar atau 1,1. Angka tersebut menunjukkan kemampuan tutup radiator dalam menerima tekanan dalam proses sirkulasi di radiator. Misal angka 1,1 yang tertera pada bagian atas tutup radiator menunjukkan bahawa tutup radiator yang Anda gunakan bisa menahan tekanan hingga 1,1 bar. Semakin besar angkanya, maka kemampuan radiator cap dalam menahan tenakan pun akan semakin tinggi pula. Pada beberapa mobil, seperti Toyota misalnya, kode angka tekanan pada tutup radiator juga menggunakan satuan kilopascal (kPa) atau Megapascal (MPa).

Foto tutup radiator aftermarket tipe penunjuk analog

Tutup radiator aftermarket dengan penunjuk suhu membuatnya lebih praktis dalam membantu memantau suhu mesin 

>>> Permudah Layanan Perbaikan, Astra Peugeot buka Home Service di Jateng & Yogyakarta

Sehingga, ketika Anda memutuskan untuk menggunakan tutup radiator aftermarket, disarankan untuk menggunakan tutup radiator dengan spesifikasi yang sama seperti tutup radiator bawaan mobil. Karena penggunaan tutup radiator yang tak sesuai akan mengganggu kerja sirkulasi radiator. Hal tersebut dikarenakan pada radiator cap, terdapat karet, klep dan per yang bertujuan untuk mengatur sirkulasi air radiator. 

Cara kerja tutup radiator dapat terlihat pada kode pada tutup radiator. Jika tertera 0,9 bar, maka mekanisme penahan pada tutup radiator akan menahan klep, agar sirkulasi air radiator dari radiator ke tabung reservoir dapat tertahan sebelum tekanan pada radiator mencapai 0,9 bar. Setelah tekanan pada air radiator mencapai 0,9 bar, maka klep pada radiator akan membuka dan air radiator pun dapat bersirkulasi ke tabung reservoir. 

Foto mekanisme penahan pada tutup radiator

Mekanisme klep penahan pada tutup radiator rentan rusak atau jebol apabila spesifikasinya tidak sesuai

>>> Ini Alasannya Radiator Coolant Memiliki Banyak Warna

Sehingga, jika menggunakan tutup radiator aftermarket dengan tekanan lebih tinggi dari spesifikasi mesin, maka akan membuat proses pendinginan pada radiator terganggu. ”Misalnya, seharusnya pakai 0,9 bar, tapi pakai radiator cap yang 1,1 bar, maka sirkulasi air radiator akan terlambat. Karena, klep tetap menahan sirkulasi air radiator. Efeknya, mesin bisa overheat karena sirkulasi air radiator tak lancar,” sahut Rusman Jaya dari bengkel spesialis radiator Jaya Radiator di bilangan Jatiwaringin, Jakarta Timur. 

Begitu pula sebaliknya, jika Anda menggunakan tutup radiator aftermarket dengan kemampuan tekanan lebih kecil dari yang seharusnya, maka mekanisme klep penahan yang terbuat dari material karet akan rentan jebol yang membuat air radiator bocor dari sela-sela tutupnya. Efeknya, air radiator akan berkurang dan mesin pun juga akan mengalami overheat. Sehingga, sebelum Anda memutuskan untuk memasang tutup radiator versi aftermarket, pastikan angka tekanan pada tutup radiator Anda sama dengan dengan bawaan mobil. Umumnya untuk mesin standar, menggunakan radiator dengan tekanan 0,9 bar dan 1,1 bar.

>>> Baca juga artikel tips dan trik perawatan mobil lainnya di sini

Pratomo FJ

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain