Jangan abai dengan water sedimenter! Sebab, mesin peminum solar alias mesin diesel memiliki sifat kerja yang khusus, melakukan proses pembakaran bahan bakar yang relatif sulit terbakar dengan kondisi ekstrem (tekanan tinggi dan suhu tinggi). Setiap ada benda asing yang masuk ke dalam sistem bahan bakar mesin diesel—berapapun ukurannya—langsung dijamin 100% menyebabkan masalah besar Itu sebabnya, komponen pada sistem injeksi mesin diesel bersifat sensitif terhadap air dan kotoran yang dapat mengganggu kinerja mesin diesel.
Mesin diesel lebih sensitif terhadap solar busuk dan kotor
Pada sisi lain, bahan bakar solar yang tersimpan dalam tangki kendaraan bermotor tidak dijamin bebas dari air dan kotoran lainnya seperti pasir atau tanah. Untuk mencegah kontaminasi air dan kotoran dalam bahan bakar solar, mesin diesel dilengkapi dengan perangkat yang disebut water sedimenter
>>> Siapkan Teknologi Baru, Volkswagen Buktikan Mesin Diesel Belum Mati
Water Sedimenter
Pada mesin diesel dengan pompa injeksi tipe distributor, pemisah air digabung dengan saringan bahan bakar dan priming pump. Sedangkan pada mesin diesel dengan pompa injeksi tipe in-line, filter air terpisah dari saringan bahan bakar. Water sedimenter bekerja memanfaatkan perbedaan berat jenis di antara bahan bakar solar dengan air. Karena berat jenis bahan bakar solar lebih ringan daripada air, maka air akan selalu berada di bawah bahan bakar solar.

Water sedimenter untuk memisahkan air dari bahan bakar solar
Perangkat ini terhubung dengan sensor yang mengalirkan arus listrik ke lampu peringatan di dashboard. Ketika kadar air di dalam pemisah air telah mencapai ketinggian tertentu, maka lampu peringatan akan menyala. Jika lampu peringatan di panel instrumen menyala maka pengemudi mengetahui jumlah air dalam penyaring air telah penuh sehingga dapat segera melakukan pengurasan air.
Bahan Bakar Solar
Diesel fuel (solar) termasuk jenis bahan bakar yang sangat mudah terkontaminasi oleh beragam kotoran mulai dari air, debu, pasir, sampai tanah. Solar yang tercampur dengan kotoran akan merusak sistem injeksi bahan bakar mesin diesel, apalagi jika mesin diesel tersebut sudah mengadopsi sistem common rail. Beruntung ada filter bahan bakar yang menjadi petugas terdepan untuk memastikan kebersihan solar.

Bahan bakar solar yang terkontaminasi kotoran
Namun filter bahan bakar punya usia pakai dan harganya mahal. Semakin kotor solar maka usia pakai filter semakin pendek dan biaya servis semakin mahal. Solusinya adalah memasang strainer untuk mengecek kondisi solar sebelum masuk filter agar usia pakai penyaring tersebut lebih panjang.
Fuel Strainer
Selain filter air, pada umumnya mesin diesel juga dilengkapi dengan perangkat yang disebut fuel strainer. Secara garis besar, fuel strainer bertugas untuk menyaring partikel padat yang tercampur dalam bahan bakar solar. Setelah partikel padat ditahan oleh fuel strainer, maka tugas filter solar hanyalah menyaring partikel lebih halus yang berukuran antara 3-30 mikron melalui metode filter pertama dan filter kedua.

Fuel strainer menjadi penyaring untuk kotoran jenis padat
Tidak hanya menyaring partikel padat, fuel strainer juga bisa menjadi indikator penting untuk mengetahui kualitas bahan bakar solar. Dengan memeriksa warna bahan bakar solar melalui tabung transparan fuel strainer, bisa langsung diketahui kondisi dan kualitasnya. Kemudian bisa dilakukan langkah-langkah yang diperlukan seperti menguras solar dari tangki atau hal lainnya. Nah bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?