Hati-Hati Menggunakan Aditif Bahan Bakar Karena Mesin Anda Jadi Taruhannya

29/12/2019

Perawatan dan service

4 menit

Share this post:
Hati-Hati Menggunakan Aditif Bahan Bakar Karena Mesin Anda Jadi Taruhannya
Penggunaan aditif bahan bakar sembarangan dan dalam jangka waktu yang lama, dapat berpengaruh buruk pada kerja dan usia pakai komponen mesin mobil Anda

Pola pikir sebagian pemilik mobil yang ingin mendapatkan konsumsi bahan bakar lebih efisien sekaligus performa lebih baik, namun dengan cara mudah dan murah, membuat pengunaan aditif bahan bakar kerap dijadikan solusi ketimbang menggunakan bahan bakar yang lebih berkualitas. Padahal penggunaan aditif secara sembarangan sangat tidak dianjurkan, lantaran memiliki resiko mengganggu kerja komponen mesin jika menggunakan dalam jangka waktu yang lama.

Gambar menunjukkan  penggunaan aditif bahan bakar pada mobilnya

Gunakan aditif bahan bakar hanya dalam kondisi terdesak

>>> Yuk Kenali Gejala Mesin Ngelitik Dan Konsekuensi Buruknya Bagi Mesin

Penting untuk Anda ketahui bahwa aditif untuk bahan bakar banyak macamnya, mulai dari octane/cetane booster, gas treatment, fuel system cleaner hingga yang mengandung engine cleaner yang diklaim mampu membersihkan ruang mesin sekaligus meningkatkan kualitas bahan bakar yang digunakan. Namun kesemua aditif tersebut menggunakan bahan kimia tertentu yang patut diwaspadai penggunaannya. Karena jika sembarangan, dapat mengganggu kinerja mesin dan beberapa komponen lainnya serta berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Gambar menunjukkan catalytic converter pada saluran gas buang mobil

Catalytic converter menjadi komponen yang paling mudah rusak ketika menggunakan aditif bahan bakar secara sembarangan

>>> Sebelum Memutuskan Untuk Modifikasi Mesin, Pertimbangkan 5 Hal ini

Zat aditif dapat merusak mesin dan berbahaya bagi kesehatan ketika mengandung senyawa berbasis logam misalnya MMT (metilsiklopentadienil manganese tricarbonil) dan Ferrocene (disiklopentadienil iron). “Komponen mesin yang paling mudah dan cepat rusak ketika menggunakan aditif dengan senyawa logam adalah catalytic converter,” ujar Mohammad Saputra, mekanik Honda Megatama Kalimalang, Jakarta Timur. Penyebabnya, hasil pembakaran dari aditif tersebut dapat menyumbat saringan dalam catalytic converter dan menyebabkan terbakar dan rusak. Selain itu juga sangat berbahaya karena mengandung polutan.

Gambar menunjukkan sensor oksigen pada mesin mobil

Selain catalytic coverter, sensor oksigen menjadi komponen paling mudah bermasalah jika menggunakan aditif bahan bakar sembarangan

>>> Pertamina Biodiesel B30 Mulai Tersedia, Harga Lebih Murah dari Solar

Selain itu, penggunaan octane booster yang mengandung zat octane enchancer non-oxygenated berpotensi merusak sensor kendaraan sehingga tidak optimal, salah satunya adalah sensor oksigen yang bertugas mengontrol emisi gas buang pada mobil. Selain sensor pada mesin, penggunaan octane booster juga akan merusak saringan pada catalytic converter akibat penumpukkan sisa pembakaran dari zat kimia yang disebutkan di atas. Padahal, “Peningkatan kualitas bahan bakar ketika menggunakan octane booster juga tak terlalu signifikan,” ujar Cahyadi Putra, punggawa bengkel Graha Mobilindo di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.

Gambar menunjukkan seorang yang sedang mengisi bensin dengan bahan bakar berkualitas

Penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin akan membuat konsumsi bahan bakar dan performa selalu optimal

>>> Masih Nekat Mencampur BBM Buat Mobil? Hati-hati Turun Mesin!

Sehingga, sangat disarankan untuk menggunakan bahan bakar yang berkualitas atau sesuai dengan spesifikasi mesin jika ingin merasakan performa dan efisiensi yang optimal dari mobil Anda. Penggunaan aditif diperbolehkan selama dalam keadaan terdesak. Contohnya ketika Anda sedang melakukan perjalanan mudik keluar kota dan terpaksa menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang buruk. “Dengan catatan, gunakan zat aditif yang berkualitas dan sesuai takaran. Ketika sudah bisa mendapatkan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin, hentikan penggunaan aditif,” wanti Baharuddin. 

>>> Simak juga artikel tips dan trik otomotif lainnya di sini

Share this post:

Berita lain

[INFOGRAFIK] Manakah dari Mitos Efisiensi Bahan Bakar yang Anda Percaya? Apakah Semuanya Benar?

14/10/2019

Pasar mobil

2 menit

Entah kenapa, masyarakat Indonesia sering terperdaya dengan mitos. Dan kali ini, Cintamobil.com akan menunjukan beberapa fakta dan mitos efisiensi bahan bakar yang sering berkembang di masyarakat.

Lihat juga

Teknologi E-Power Pada Nissan Note Membuatnya Mampu Berjalan 1.400 Km Dalam Sekali Pengisian Bahan Bakar

11/09/2019

Mobil baru

4 menit

Teknologi e-Power tak hanya membuat Nissan Note s-Power irit dan bertenaga, namun juga memberikan jangkauan jarak yang optimal tanpa perlu mampir ke charging station

Lihat juga

Tepat Memilih Jenis Bahan Bakar yang Sesuai Mesin Mobil

01/09/2019

Perawatan dan service

5 menit

Ketika memilih jenis bahan bakar buat mobil kesayangan Anda, sebaiknya ketahui dahulu berapa besar rasio kompresi pada mesin mobil Anda. Jangan sampai salah isi bahan bakar lho!

Lihat juga

Test Drive All New Suzuki Ertiga: Kami Berhasil Menorehkan Konsumsi Bahan Bakar Teririt

28/08/2019

Pasar mobil

3 menit

Kami berkesempatan untuk melakukan test drive salah satu LMPV favorit konsumen Indonesia, yakni All New Suzuki Ertiga. Tak hanya merasakan kenyamanan dan performanya, kami juga berhasil mendapatkan konsumsi bahan bakar paling irit.

Lihat juga

Ini Konsekuensinya Jika Sering Biarkan Tangki Bahan Bakar Nyaris Kosong

29/08/2019

Perawatan dan service

3 menit

Anda sering membiarkan tangki bahan bakar nyaris kosong? Segera tinggalkan kebiasaan buruk tersebut karena berpotensi mengundang kerusakan pada komponen di saluran bahan bakar

Lihat juga