Gunakan Standar Tengah saat Motor Terparkir Lama karena PPKM Darurat

06/07/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Bagi Anda yang di rumah saja selama PPKM Darurat ada baiknya parkir motor kesayangan menggunakan standar tengah saja. Mengapa demikian harus seperti itu?

Penyebaran pandemi Covid-19 di tanah Air beberapa kebelakang semakin tinggi. Guna menekan curva penyebaran virus yang menular lewat udara Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dengan memberlakukan PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 hingga 20 Juli mendatang. 

Dalam aturan ini mengatur banyak hal termasuk perjalanan untuk membatasi mobilitas masyarakat. Jadi bagi Anda yang bekerja di luar sektor esensial diperkenankan untuk bekerja dari rumah atau work from home.

Gambar menunjukan Standart tengah

Keunggulan standar tengah memiliki titik tumpuan yang seimbang

Dengan adanya aturan ini kendaraan yang biasanya digunakan sehari-hari lebih banyak terparkir di rumah cukup lama. Bagi Anda pemilik roda dua perlu diingat bahwa saat menaruh motor di rumah, sebaiknya selalu menggunakan standar tengah dibandingkan standar samping.. Mengapa demikian? Simak tipsnya di bawah ini dari Federal Oil.

>>> Bikers Harus Tahu Begini Cara Merawat Rantai Motor yang Benar

Kelebihan Standar Tengah

Manfaat memarkir kendaraan dengan standar  tengah maka memungkinkan motor dalam posisi tegak sehingga memungkinkan beban kendaraan akan merata pada standar, karena titik tumpuan berada tepat di tengah badan motor. Kedua sisi memiliki titik tumpuan yang seimbang, sehingga kemungkinan motor jatuh ke samping akan sangat kecil sekali.

Gambar menunjukan Standar samping

Motor lebih gampang di parkir menggunakan standar samping

Selain itu dengan memarkir dengan kondisi standar  tengah sangat bermanfaat saat berada di kondisi tanah atau bahkan tidak merata. Namun dengan menggunakan standar  tengah membutuhkan banyak tenaga ketika digunakan. Mengapa demikian karena motor diharuskan diangkat terlebih dahulu, agar titik tumpu standar bisa terpasang dengan sempurna. 

>>> Spesifikasi dan Harga Oli AHM Matic & Non Matic

Itulah mengapa bagi sebagian wanita, lebih memilih menggunakan standar samping karena tidak memerlukan banyak tenaga. Jadi jangan heran kalau kita banyak melihat bikers wanita lebih memilih standar samping dibandingkan menggunakan standar tengah.

Parkir Motor dengan Standar Samping

Sementara itu untuk standar samping motor akan menjadi miring ke samping. Dengan posisi miring seperti ini, motor Anda akan jadi mudah terjatuh dibandingkan dengan standar tengah.

Terlebih ketika motor terparkir jalan bertanah yang miring atau juga menanjak. Hal ini ini dikarenakan titik tumpu pada standar samping  hanya berada di salah satu sisi, maka sisi yang tanpa standar akan dengan mudah meluncur karena tidak ada tumpuan yang menghambat. Motor pun akan meluncur ke bawah dan kemudian oleng lalu jatuh ke sisi yang tanpa adanya standar. 

>>> Biar Disiplin, Titik Penutupan Jalan PPKM Darurat Dijaga Panser

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top