Gonta Ganti BBM Dianggap Biasa, Ini Dampaknya Bagi Kendaraan!

03/07/2019

Perawatan dan service

3 menit

Perilaku gonta ganti BBM dari satu merek ke merek lain atau dari satu RON ke RON lain sering dilakukan pengendara karena satu alasan atau beberapa alasan yang berbeda. Lantas, apa dampaknya bagi kendaran?

Seiring meningkatnya populasi kendaraan yang cukup pesat di Indonesia kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kendaraan juga makin meningkat. Hal ini menjadi ladang bisnis menarik bagi perusahaan penyedia BBM seperti PT Pertamina (Persero), PT Shell Indonesia, dan PT Total Oil Indonesia untuk terus memberikan layanan terbaik serta menawarkan BBM dengan formula terbaiknya.

Foto menunjukkan salah satu SPBU Shell di Indonesia

Masing-masing penyedia BBM menawarkan produk dan pelayanan terbaiknya

Di sisi lain bagi konsumen, adanya beragam merek BBM dianggap sebuah berkah karena mereka bisa mengisi kendaraannya dengan bahan bakar yang diinginkan. Kebanyakan konsumen memang fanatik dengan satu merek BBM dan tidak mau berganti dengan yang lain. Namun, sebagian yang lain ada yang tidak terlalu mementingkan merek. Gonta ganti BBM menjadi hal biasa dan tidak dipusingkan.

Lantas apakah perilaku gonta ganti BBM dari satu merek ke merek lain membawa dampak bagi kendaraan?

Menurut Suzuki, (15/6/2018) kalau sekadang satu dua kali dilakukan karena kondisi darurat untuk mengisi 'kekosongan' tidak akan jadi masalah. Tapi kalau dilakukan terlalu sering dan terus bisa berdampak pada kinerja mesin. Hal ini karena konfigurasi bahan bakar antara satu merek dengan yang lain tidak sama seratus persen.

>>> Mau Hemat Bahan Bakar, Terapkan Teknik Eco Driving Saat Mengemudi

Foto menunjukkan seorang pengendara sedang mengisi BBM di salah satu SPBU

Sebaiknya tidak gonta ganti BBM agar performa mesin terjaga dan maksimal

Dr Andreas Schaefer, scientist senior Shell menuturkan secara langsung pengendara tidak akan dampak signifikan bagi kendaraan bila penggantian dilakukan secara normal. Namun tindakan gonta ganti BBM juga sangat tidak dianjurkan karena konsumen jadi tidak bisa mendapatkan keunggulan satu merek secara utuh.

"Jika kita mencampur beberapa merek bahan bakar di dalam tangki, tidak akan ada dampak negatif pada kendaraan, dengan catatan dalam penggunaan secara normal" tutur Dr Andreas Schaefer, scientist senior Shell di sela-sela acara Shell Fuels Academy 2019 bersama media di Jakarta, Rabu (26/6/2019) lalu. "Bagaimanapun ketika kita mencampur berbagai merek bahan bakar ke kendaraan, maka kita tidak akan mendapatkan keunggulan dari satu merek bahan bakar secara utuh," lanjutnya.

Kesimpulannya, kalau memang mau ganti merek BBM maka harus konsisten. Jangan keseringan yang membuat BBM dalam tangki bercampur aduk.

>>> Mobil Baru Masih Pakai BBM Premium, Ini Resikonya!

Foto menunjukkan satu unit Toyota Agya sedang mengisi bahan bakar di rest area

Mobil memiliki kompresi mesin yang berbeda satu sama lain, pemilihan bahan bakar harus sesuai

>>> Tips dan trik otomotif paling lengkap bisa Anda dapatkan di sini

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top