Gasket Kepala Silinder Rusak? Ini Gejalanya  

02/07/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Gasket kepala silinder menjadi komponen vital pada mesin yang berfungsi menjaga kebocoran sehingga kerusakan akan menyebabkan berbagai masalah pada mesin    

Seperti komponen lain pada mobil gasket kepala silinder juga mempunyai usia pakai dan akhirnya minta diganti baru. Namun sebelum komponen tersebut pensiun, ada sejumlah tanda yang wajib diwaspadai oleh pengguna mobil sebelum menimbulkan kerusakan lanjutan yang lebih berat dan membutuhkan biaya mahal untuk perbaikan.

Foto mesin Toyota Kijang EFI 2000

Perbaikan mesin memang mahal, tapi bisa terprediksi biayanya

Sejatinya, paking kepala silinder mempunyai peran penting antara lain mencegah berbagai macam kebocoran pada mesin. Rata-rata, gasket kepala silinder minta pensiun setelah bertugas hingga sejauh 300.000 km namun  bisa lebih pendek atau lebih panjang, tergantng  gaya mengemudi, perawatan,  dan bahkan desain. Berikut gejala kerusakan gasket kepala silinder.   

>>> Oli Mobil SuperTM Bisa Bikin Mesin Panjang Umur

Asap Knalpot

Kerusakan paking kepala silinder menyebabkan kebocoran internal mesin dan hal itu bisa terlihat dari asap yang keluar dari knalpot. Perhatikan dengan cermat bau dan warna asap knalpot.

gambar asap

Warna asap knalpot di pagi hari mencerminkan kondisi kesehatan mesin

Jika warnanya putih dan kemudian menghilang setelah mesin panas (mencapai suhu kerja normal) menandakan kondensasi dalam sistem knalpot. Jika muncul warna membiru dan disertai bau sangit, berarti pelumas ikut terbakar dalam ruang bakar.  

Radiator Coolant

Gasket rusak juga menimbulkan kebocoran pada saluran pendingin mesin sehingga radiator coolant ikut terbakar dalam ruang bakar. Artinya volume radiator coolant berkurang terus menerus.

gambar radiator coolant

Perhatikan kondisi radiator coolant melalui tabung ini

Selain itu, gas hasil proses pembakaran yang bercampur dengan radiator coolant menciptakan gelembung dalam tabung samping radiator (reservoir). Hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa paking (gasket) telah mengalami kerusakan.

Mesin Overheating

Karena gasket jebol, terjadi kebocoran sistem pendinginan termasuk kontaminasi pada radiator coolant sehingga mesin overheating. Dampak oveheating sangat banyak dan merusak, mulai kepala silinder melengkung, hydraulic lock hingga berujung pada kerusakan fatal mesin.

gambar mesin panas

Mesin kepanasan juga menjadi sala satu gejala kerusakan paking kepala silinder

Kalau sudah begini, lebih baik engine swap daripada engine overhaul karena ongkos beda tipis. Sebagai contoh, harga segelondong mesin 'copotan' dari Singapura adalah Rp 17 juta termasuk ECU, sedangkan ongkos perbaikan bisa habis di atas Rp 15 juta.

Campuran Oli dan Coolant

Dalam banyak kasus, pelumas mesin dan radiator coolant bercampur karena tidak ada pembatas di antara keduanya alias gasket rusak. Yang terjadi, pelumas mesin bercampur radiator coolant atau sebaliknya radiator coolant bercampur pelumas mesin, tergantung mana yang Anda periksa lebih dahulu.

 gambar campuran air oli

Salah satu tanda spesifik kerusakan paking kepala silinder

Hasilnya, cairan berbusa dengan warna coklat muda atau kekuningan di dipstick atau di coolant radiator. Jangan tunggu lagi, segera ke bengkel. Tapi jangan lupa siapkan doku (uang) juga ya.

Ganti Gasket

Mengganti paking kepala silinder bukan pekerjaan DIY, serahkan kepada ahlinya. Bongkar pasang mesin butuh pengalaman dan peralatan lengkap. Terkait harga, pembatas  kepala silinder dan blok mesin ini relatif terjangkau.

gambar gasket

Ini pekerjaan untuk bengkel karena punya pengalaman dan peralatan lengkap 

Nah yang mahal adalah ongkos kerja di bengkel, apalagi jika perbaikan melebar ke bagian lain semisal skir klep dan ganti ring piston. Bagaimana sobat? Apakah Anda terbantu dengan pembahasan dari tim Cintamobil.com berikut ini? Share artikel ini sebanyak-banyaknya ya...

>>> Sering Diganti Saat Servis, Ternyata Ini Fungsi Gasket Mobil

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top