Gandeng GM, Michelin Kembangkan Ban Tanpa Udara Uptis

22/06/2019

Perawatan dan service

4 menit

Share this post:
Gandeng GM, Michelin Kembangkan Ban Tanpa Udara Uptis
Michelin dan General Motors bekerjasama menciptakan generasi terbaru ban tanpa udara untuk kendaraan penumpang, prototype Michelin Uptis (Unique Puncture-proof Tyre System).

Pada ajang Movin’ On Summit 2017 lalu, Michelin mempresentasikan konsep VISION yang memfokuskan riset dan pengembangan teknologi ban baru yang terdiri dari empat poin, yakni tanpa udara, terhubung, menggunakan teknologi printer 3D, serta menggunakan bahan yang dapat didaur ulang.

Berdasarkan konsep di atas, Michelin bersama GM mengembangkan ban tanpa udara Uptis, dengan target menjualnya 2024 mendatang. Michelin akan mencoba protoype Uptis pada beberapa mobil General Motors akhir tahun ini, diawali dengan mobil listrik Chevrolet Bolt.

>>> Mengenal Corner Rascal, sistem yang membantu mobil roda depan menikung lebih baik

Chevrolet Bolt menggunakan Michelin Uptis

Chevrolet Bolt jadi salah satu mobil yang sudah mengetes Michelin Uptis

Diciptakan sebagai ban tanpa udara, Uptis langsung terhubung dengan kerangka pelek, dan menghindari risiko ban bocor, serta memberikan efisiensi karena ban menjadi lebih awet.

>>> Temukan mobil pilihan dengan harga terbaik di sini

“Uptis mendemonstrasi bahwa pandangan Michelin terhadap masa depan mobilitas berkelanjutan adalah mimpi yang bisa digapai,” ujar Florent Menegaux, CEO Michelin Group.“Melalui kerja sama dengan mitra strategis seperti GM, yang juga memiliki ambisi sama terhadap transformasi mobilitas, kami dapat menyongsong masa depan saat ini.”

Ban konsep tanpa udara Michelin Uptis

Dengan arsitektur dan bahan yang kuat, Uptis dapat menopang beban mobil laiknya ban konvensional

Ban tanpa udara Uptis menerapkan arsitektur dan bahan yang sangat revolusioner, sehingga memungkinkan Uptis menopang beban mobil dengan kecepatan pada umumnya. Arsitektur yang digunakan memungkinkan Uptis untuk tidak menggunakan udara dan menghemat penggunaan ban, yang akhirnya berdampak positif pada lingkungan.

>>> Berita seputar teknologi terbaru ada di sini

Sebagai catatan, sekitar 200 juta ban tiap tahun mengalami kerusakan lebih awal karena kebocoran, kerusakan jalanan, atau tidak sesuainya tekanan ban yang mengakibatkan alur ban tak rata.

Selain itu, ban tanpa udara Uptis juga dirancang khusus untuk mobil penumpang modern dan juga masa depan, seperti mobil swakemudi, mobil listrik, platform mengemudi, semuanya membutuhkan ban yang hampir tak perlu perawatan untuk memaksimalkan operasional mereka.

>>> Simak tips & trik otomotif lainnya hanya di Cintamobil.com

Share this post:
Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.

Berita lain

Michelin Kembangkan Teknologi Acorus Agar Mobil Ceper Tidak Takut Lubang

Michelin telah mengembangan teknologi baru yang disebut teknologi Acorus untuk membantu melindungi ban dan roda profil rendah (ceper) dari kerusakan yang disebabkan oleh lubang.

Lihat juga

PT Michelin Indonesia Hadirkan Ban Baru Super Kuat, Michelin XCD2

11/07/2018

Pasar mobil

Produsen ban PT Michelin Indonesia meluncurkan produk terbarunya, Michelin XCD2. Apa kelebihan ban baru ini?

Lihat juga

Teknologi Teranyar Michelin Kembangkan Ban Berbahan Dasar Kayu

09/07/2018

Pasar mobil

Masa depan sedang berubah, mulai dari kendaraan yang bisa menyetir sendiri, hingga ban berbahan dasar kayu yang sedang dikembangkan oleh Michelin.

Lihat juga

Anti Ban Kempes, Michelin Keluarkan Ban Airless X Tweel UTV

24/05/2018

Pasar mobil

Selain ban kempes, kondisi jalanan luar kota ketika mudik yang dipenuhi dengan kerikil, bebatuan yang tidak stabil dan becek bisa menjadi bahaya dan buruk untuk ban. Michelin menghadirkan Michelin X Tweel UTV, ban jenis baru tanpa udara anti kempes dan bisa digunakan di segala medan.

Lihat juga

Corner Rascal, Sistem Yang Membantu Mobil Berpenggerak Roda Depan Lebih Mudah Menikung

16/06/2019

Pengemudian

2 menit

Salah satu kelemahan mobil berpenggerak roda depan adalah ia lebih sulit diajak untuk menikung tajam. Nah, sistem berjuluk corner rascal ini diadopsi oleh Hyundai untuk membantu mobil berpenggerak roda depan lebih mudah untuk diajak menikung. Seperti apa cara kerjanya?

Lihat juga
 
back to top