Empat Bunyi Khas Tanda Kerusakan Pada Suspensi mobil Anda

10/07/2019
Umumnya setiap komponen mobil akan menimbulkan gejala khusus ketika kondisinya sudah aus atau telah mengalami kerusakan, tak terkecuali komponen suspensi. Jika Anda cukup peka, kerusakan pada komponen suspensi mobil akan menimbulkan bunyi khas, sehingga lebih mudah dikenali dan segera lakukan perbaikan

Suspensi mobil Anda mulai mengeluarkan bunyi aneh, sudah selayaknya tak boleh dianggap remeh, karena bisa menjadi gejala awal atas kerusakan yang terjadi pada komponen suspensi. Sebelum terlambat, sebaiknya Anda segera melakukan pengecekan pada suspensi mobil. Memang tak mudah dalam mendeteksi kerusakan suspensi lewat bunyi khas yang timbul. Namun jangan khawatir, karena Cintamobil.com akan memberikan panduan agar mempermudah Anda dalam mendeteksi bunyi khas yang menandakan kerusakan pada suspensi mobil anda ketika sedang berkendara, agar lebih mudah untuk didiagnosa di bengkel secepatnya dan terhindar dari kerusakan lebih serius.

CV Joint

Kerusakan pada komponen Constant Velocity Joint atau CV joint akan menimbulkan bunyi seperti “Tek..tek..tek”, dan selalu muncul saat mobil belok. ”Suara semakin nyaring dan cepat kalau beloknya dengan kecepatan agak tinggi. Tergantung kerusakannya juga. Kalau makin keras, berarti sudah harus dicek,” ucap Hidayat dari bengkel khusus kaki-kaki Karya Per, di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Foto CV Joint pada mobil penggerak depan

CV Joint umumnya digunakan pada mobil penggerak depan

>>> Baca juga:

CV joint juga biasa disebut as kopel atau kopel as bagian luar (outher shaft). Komponen ini biasa digunakan untuk mobil berpenggerak roda depan yang berfungsi meneruskan putaran ke roda penggerak. Masalah ini diawali pada karet pelindung CV joint yang rusak atau akibat pemakaian dan usia. “Karet yang melindungi CV joint ketika sobek, membuat pelumasnya keluar dan mudah dihinggapi kotoran. Sehingga, CV joint makin lama makin aus karena air dan kotoran,” ujar Hidayat. Biaya penggantian komponen ini bervariasi, bergantung pada model mobil. Namun, sebagai patokan, siapkan dana sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribuan untuk komponen CV joint (satu sisi), belum termasuk ongkos pasang.

Link Stabilizer

Gejala yang sering terjadi pada kerusakan di bagian batang (link) stabilizer umumnya didahului dengan bunyi “Gluduk..gluduk” saat setir diputar atau belok. Akibatnya, akan mengganggu kenyamanan saat berkendara. Bunyi yang ditimbulkan tersebut disebabkan karet support pada link stabilizer yang sudah aus atau pecah. “Kalau sudah parah, bunyinya semakin keras dan handling mobil akan terganggu,” ujar Subhan dari bengkel spesialis kaki-kaki Uban Jaya Motor di Bintaro, Tangerang Selatan.

Foto link stabilizer pada Honda CR-V

Karet support pada link stabilizer jika pecah akan menimbulkan bunyi khusus

Solusinya, dengan mengganti link stabilizer mobil Anda. Harganya juga tak terlalu mahal kok, yakni sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribuan satu setnya. Oiya, harga tersebut belum termasuk jasa pemasangannya ya!

>>> Banyak pilihan mobil bekas berkualitas disini

Steering rack

Kerusakan pada komponen rak setir atau steering rack umumnya terjadi akibat umur pakai, kondisi jalan atau perilaku mengemudi yang agresif. Bunyi yang ditimbulkan umumnya seperti suara sambungan besi yang oblak. Biasanya kerusakan yang terjadi bermula dari sobeknya karet boot roda, lalu masuk kotoran dari luar akan menempel pada bagian gigi penghubung yang sudah dilumasi dengan gemuk atau grease. Sehingga, putaran gigi penghubung jadi berat dan berpotensi merusak gigi rack dan pinion-nya.

Foto satu set steering rack untuk Honda Civic

Jika rusak, steering rack harus diganti satu set 

Jasa perbaikannya pun cukup menguras kantong, karena umumnya pabrikan hanya melansir onderdil pengganti secara utuh. Seperti contoh, untuk sebuah rack steer assy dengan sensor elektrik power steering milik Honda Freed, dibanderol kisaran Rp 5 jutaan. Itu juga masih belum termasuk jasa bongkar pasang dan penggantian sensor-sensor bila diperlukan. Khusus yang menggunakan sistem power steering dengan elektik (EPS), jika pergerakan gigi sudah aus akan mengakibatkan pembacaan sensor gerak menjadi ngawur. Jika didiamkan, lama kelamaan akan merembet ke peranti lain seperti sensor EPS-nya. Indikasi awal biasanya setir jadi loss atau dapat berputar tetapi berat karena tidak mampu meng-assist. Otomatis biaya perbaikannya akan meroket.

>>> Jangan lewatkan tips perawatan mobil lainnya di sini

Tie-rod & long tie-rod

Sebagai penghubung antara kemudi dengan roda, tie rod memiliki beban kerja yang cukup besar. Seiring pemakaian, komponen ini tentunya akan mengalami kerusakan. Ketika rusak, tie-rod akan menimbulkan banyak gejala. Pertama, putaran setir akan terasa oblak dan melayang. Namun jika hanya satu sisi tie-rod yang rusak, karakter setir akan menarik ke satu sisi Kedua, ada bunyi ‘klek’ saat roda dibelokkan.

Foto tie-rod dalam keadaan terpasang

Tie-rod dan long tie-rod menjadi kompenen yang paling sering bermasalah seiring usia pemakaian

Cara yang paling ampuh untuk memeriksa kondisi tie-rod adalah dengan mendongkrak kedua roda depan hingga tak bersentuhan dengan permukaan jalan. Sehabis itu, Gerakkan roda dengan cara memegang sisi kanan dan kiri ban memakai tangan. Goyang-goyangkan agak kuat ke depan dan belakang, lalu cermati gejala yang muncul. Saat tie-rod atau long tie-rod rusak, akan muncul gejala roda yang oblak. Bahkan jika sudah parah akan disertai bunyi klotok-klotok. Maka tak ada jalan lain, selain menggantinya. Harga tie-rod dan long tie-rod memang cukup bervariasi. Sebagai patokan, untuk tie-rod misalnya, berkisar Rp 170 ribu hingga Rp 300 ribuan. Sementara untuk lon tie-rod, berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribuan.

>>> Baca tips & trik menarik lainnya disini

Pratomo FJ

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain