Beberapa pendapat yang membenarkan praktek mencampur bbm mengungkapkan bahwa campuran premium beroktan 88 dicampur dengan Pertamax Turbo oktan 98 akan menghasilkan nilai oktan 94 atau 96. Jika hal ini bisa dilakukan, tentu saja Anda bisa mendapatkan bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi tapi dengan harga yang murah. Benarkah?
Mengenal perbedaan sifat bahan bakar
Ternyata, praktek mencampur bbm yang seringkali dilakukan oleh beberapa pengemudi memiliki dampak yang buruk terhadap mesin. Perbedaan sifat dan nilai oktan pada Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo akan membahayakan mesin ketika dicampur sembarangan.
>>> Ini tips menghemat bahan bakar yang dibagikan oleh Toyota
Bagi yang belum tahu, oktan adalah angka yang menunnjukan seberapa besar tekanan maksimum yang diberikan dalam mesin sebelum terbakar secara spontan. Semakin tinggi angka oktan, maka semakin lama bahan bakar terbseut terbakar spontan.
Mencampur bbm untuk meningkatkan nilai oktan merupakan tindakan yang gegabah
Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan beberapa bahan bakar yang dijual di Indonesia:
1. Premium
Bahan bakar minyak jenis distilat ini memiliki warna kekuningan karena mendapatkan tambahan pewarna dye serta memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) yang paling rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar kendaraa bermotor lainnya di Indonesia. Premium juga bbm yang menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang banyak. Akibatnya, bahan bakar ini menghasilkan buangan yang lebih banyak dibandingkan bbm lainnya.
2. Pertalite
Diluncurkan pertama kali pada tanggal 24 Juli 2015, Pertalite merupakan jenis bbm dengan nilai oktan 90 dan berwarna hijau jernih. Memiliki nilai oktan yang lebih tinggi daripada Premium, Pertalite tepat digunakan untuk kendaraan dengan nilai kompresi 9:1 hingga 10:1. Dengan bahan yang sesuai dengan kebanyakan kendaraan baru, Pertalite disebut mampu memberikan jark tempuh lebih jauh daripada Premium dengan buangan lebih sedikit.
Pertalite dan Pertama sering dipakai sebagai bahan campuran bbm
3. Pertamax
Bahan bakar ini direkomendasikan bagi kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990, terlebih bagi kendaraan dengan teknologi Fuel Injection (EFI) dan Catalytic Conerters (pengubah analitik). Pertama mendapatkan penambahan zat adiktif langsung, dengan menjadi bahan bakar tanpa timbal serta menggunakan Ethanol sebagai peningkat nilai oktan menjadi 92.
>>> Dapatkan tips perawatan untuk kendaraan Anda hanya ada di sini
4. Pertamax Turbo
Pertamax Turbo pertama kali diperkenalkan sebagai pengganti Pertamax Plus pada 2016 lalu. Pertamax Plus disebut sudah setara dengan standar emisi Euro 4 internasional dengan RON 98 dan dilengkapi dengan Ignition Boost Formula (IBF). Pertamax Turbo cocok untuk kendaraan berteknologi tinggi seperti turbocharger dan supercharger serta memiliki tingkat kompresi lebih dari 12.
Pertamax Turbo cocok bagi mesin dengan teknologi Fuel Injection
Premium merupakan bbm yang dibuat tanpa tambahan zat adiktif. Perbedaan bahan kimia yang terdapat pada masing-masing bahan bakar biasanya tidak terlalu banyak mempengaruhi efisiensi bahan bakar. Bahkan, mencampur bahan bakar mobil sembarangan ditenggarai berbahaya dan merusak mesin mobil jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama.
Daripada mencampur bbm, akan lebih efektif bagi Anda untuk menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan Anda. Setiap kendaraan memiliki kebutuhan bahan bakar yang berbeda, sesuai dengan teknologi dan kemampuan mobil itu sendiri. Contohnya, bagi kendaraan lawas, menggunakan bahan bakar beroktan tinggi tidak akan terlalu mendukung karena kurangnya teknologi yang dibutuhkan untuk memproses keunggulan bahan bakar tersebut.
>>> Tips dan trik mobil paling lengkap hanya ada di Cintamobil


