Cara Merawat Mesin Mobil Supaya Lulus Uji Emisi di Jakarta

14/01/2021

Perawatan dan service

3 menit

Sertifikasi uji emisi di Jakarta akan berlaku akhir bulan ini. Maka dari itu simak tips di bawah ini cara merawat mesin mobil supaya lulus uji emisi.

Mulai tanggal 24 Januari 2021 seluruh kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang berusia lebih dari tiga tahun diwajibkan memiliki sertifikasi lolos uji emisi di Jakarta. Jika tidak melakukan atau tidak lulus uji emisi, maka akan dikenakan disinsentif biaya parkir tertinggi serta penilangan oleh pihak kepolisian.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur No. 66 tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Aturan telah dibuat mau tidak mau Anda sebagai pemilik kendaraan harus mematuhinya. Anda harus lebih rajin melakukan perawatan agar mobil bisa lolos uji emisi. 

Sebenarnya bagaimanakah caranya supaya mobil milik Anda bisa lulus uji emisi di Jakarta ini? Berikut Auto2000 jelaskan komponen mobil yang harus dirawat supaya sanggup lulus uji emisi. 

>>> Jadwal Uji Emisi Gratis di Jakarta Hari Ini

Gambar menunjukan Uji emisi

Uji emisi kendaraan Anda!

Pastikan Koil dan Busi Selalu Dalam Kondisi Prima 

Sesuai Peraturan Menteri No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama untuk mobil mesin bensin produksi di atas 2007, ambang batas emisi gas buang di Indonesia berpatokan pada parameter karbon monoksida (CO) 1,5% Vol dan hidrokarbon (HC) 200 ppm Vol.

Langkah awal, pastikan saluran masuk bahan bakar dan filter udara dalam keadaan bersih karena akan berpengaruh pada angka HC. Komponen yang kotor dapat menghambat aliran udara masuk ke ruang mesin dimana angka HC bisa semakin tinggi karena pasokan udara yang kurang saat proses pembakaran. Jangan lupa pula untuk memastikan koil dan busi selalu dalam kondisi prima ketika uji emisi sehingga proses pembakaran tidak bermasalah.

Mesin mobil wajib bekerja dalam suhu optimal saat uji emisi dengan cara memeriksa sistem pendingin dan pelumas mesin. Oli yang ikut terbakar akan meningkatkan angka CO, termasuk pula membebani kerja mesin sehingga emisi gas buangnya sulit dikendalikan. Sensor oksigen harus dalam kondisi bersih dan tidak rusak mengingat tugasnya sangat krusial untuk menciptakan pembakaran yang sempurna. 

Termasuk memperhatikan kondisi catalytic converter di knalpot mobil yang bertugas untuk mengubah emisi gas buang beracun menjadi udara bersih. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah biarkan mesin dalam kondisi standar alias tidak dimodifikasi dan menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar pembakaran di dalam ruang mesin bisa berlangsung lebih sempurna.

Pembakaran yang sempurna bisa menekan angka CO karena minimnya endapan karbon di ruang bakar dari sisa pembakaran yang bermasalah. Yang tidak kalah penting, dengan terjaganya efisiensi akan membuat mesin irit bensin dan terjaga performanya. Gunakan buku manual kepemilikan kendaraan atau berdiskusi dengan Service Advisor (SA) bengkel Auto2000 sebagai rujukan informasi lebih detail dan akurat. 

>>> Apa Untungnya Uji Emisi Kendaraan?

Gambar menunjukan Bengkel Auto2000

 Uji emisi di Auto2000 tanpa melakukan perawatan berkala akan dikenakan biaya sebesar Rp 150.000

Uji Emisi di Auto2000 Bisa Gratis

Bagi Anda pemilik mobil Toyota Anda tidak perlu khawatir mengenai aturan ini. Uji emisi merupakan bagian dari prosedur standar servis berkala di bengkel Auto2000. Teknisi Auto2000 dapat mengetahui sejauh mana tingkat kesehatan mobil berdasarkan hasil uji emisi sehingga dapat langsung melakukan deteksi dini apabila ada potensi kerusakan pada mesin. 

Untuk biaya uji emisi di Jakarta, bagi Anda yang melakukan Servis berkala kendaraan tidak dikenakan biaya (Gratis). Selain itu Anda dapat memanfaatkan Paket SPONTAN (Siaga Kupon Perawatan) yang berlaku hingga 31 Januari 2021 di Auto2000 Digiroom. Namun, jika Anda hanya ingin melakukan uji emisi saja tanpa melakukan perawatan berkala maka akan dikenakan biaya uji emisi sebesar Rp 150.000.

>>> Cintamobil TV: Cek Fakta Lengkap Kebijakan Uji Emisi DKI Jakarta

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini.

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top