Cairan Radiator Berkurang Tanpa Ada Kebocoran? Ini Dia Masalahnya

09/05/2021

Perawatan dan service

5 menit

Dalam kondisi ideal, cairan radiator tidak boleh berkurang dalam jumlah signifikan namun sering terjadi masalah padahal tidak ditemui ada kebocoran.

Cairan radiator menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pendinginan mesin. Sedikit saja ada masalah pada radiator coolant, mesin menjadi taruhan utama. Itu sebabnya, pengawasan terhadap radiator coolant menjadi ritual penting seperti halnya ritual terhadap oli mesin. Secara  ideal, seharusnya radiator coolant tidak boleh berkurang. Namun sering terjadi, radiator coolant berkurang padahal tidak ada kebocoran. Lalu ke mana perginya radiator coolant?  

>>> Toyota Siapkan 297 Bengkel Siaga Selama Libur Lebaran

Overflow Bottle  

gambar radiator

Memantau pergerakan cairan radiator melalui overflow bottle


Pada umumnya, sistem pendinginan mesin mobil memiliki radiator dan overflow bottle. Nah, fungsi overflow bottle adalah sebagai penampung sirkulasi radiator coolant sehingga penambahan radiator coolant dilakukan pada overflow bottle, bukan melalui mulut  radiator. Pada overflow bottle sudah ada patokan high/low sehingga penambahan radiator coolant harus mengikuti panduan tersebut.

Jadi, radiator coolant yang berkurang pada overflow bottle  mengindikasikan cairan tersebut “pergi” ke radiator sesuai kebutuhan sistem pendinginan mesin. Nah, lalu lintas cairan radiator berkurang atau bertambah lebih mudah dilihat melalui pergerakan cairan dalam overflow bottle.    

Kerusakan Mesin 

gambar radiator

Head gasket jebol menandai salah satu kerusakan bagian dalam mesin 


Ketika cairan radiator ditemukan berkurang secara signifikan namun tidak ditemui kebocoran pada bagian-bagian yang biasa menjadi sumber masalah, maka patut diwaspadai terjadi kerusakan pada bagian dalam mesin. Contohnya, kerusakan paking kepala silinder (blown head gasket), kerusakan kepala silinder (retak, bocor), kerusakan dinding silinder (retak, bocor), atau kerusakan manifold (retak, bocor).  Kalau gejala-gejala tersebut dibiarkan tanpa perbaikan secepatnya, akan berakibat kerusakan yang lebih parah terhadap mesin dan membutuhkan biaya overhaul yang lebih banyak lagi. 

Tutup  Radiator  

gambar radiator

Karet penahan yang getas dan melemah akan mempengaruhi usia pakai tutup radiator     


Sejalan usia pakai dalam waktu cukup lama, fungsi utama tutup radiator (kemampuan menahan tekanan) akan semakin melemah dan menyebabkan radiator coolant keluar dari mulut radiator. Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan radiator coolant berkurang dan akhirnya bisa habis. Pada sisi lain, radiator yang mampet (tersumbat) juga berpotensi mengakibatkan radiator coolant berukurang tanpa bocor. Perhatikan dengan cermat kondisi tutup radiator dan gejala kebocoran pada mulut radiator.   

Selang radiator

gambar radiator

Selang radiator kerap menjadi penyebab kebocoran radiator coolant


Seiring pemakaian, selang radiator akan mengalami penurunan kinerja (mengeras dan kemudian getas) sehingga radiator coolant mengalami kebocoran halus terutama melalui bagian sambungan. Kalau dibiarkan  dalam jangka panjang dan selang radiator tidak segera diganti, maka kondisi tersebut menyebabkan radiator coolant berkurang terus menerus tanpa diikuti gejala bocor. Selalu perhatikan kondisi selang radiator, klem selang radiator dan periksa apakah ada gejala bocor halus.   

Mesin Kepanasan (Overheat)  

gambar radiator

Mesin kepanasan dan cairan radiator saling berhubungan satu sama lain  

Mesin kepanasan (overheat) dan radiator coolant saling berkaitan erat satu sama lain. Intinya, kebocoran radiator coolant dapat menyebabkan mesin kapanasan dan sebaliknya, mesin yang kepanasan juga berakibat radiator coolant berkurang secara ekstrem. Dengan demikian, pengawasan terhadap suhu kerja mesin lewat perangkat pada panel instrumen dapat menjadi kebiasaan baik. Termasuk memperhatikan kondisi kesehatan water pump dan kipas elektrik pendingin radiator.   

>>> Tips Agar Radiator Awet

Penulis
Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.
 
back to top