Busi Iridium, Kinerja Sesuai Harganya!

31/05/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Busi Iridium menawarkan performa tinggi dan memiliki usia pakai yang cukup panjang sehingga sesuai dengan nilai harga yang dibayarkan oleh konsumen

You get what you pay! Lebih kurang begitulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan busi Iridium. Maklum saja, tidak sedikit kalangan yang masih menganggap semua busi sama saja karena mempunyai fungsi yang sama (menyalakan campuran bensin dan udara).

gambar busi

Pemantik api jenis Iridium, harganya sesuai dengan performanya

Padahal, pabrikan busi selalu membuat busi yang sesuai dengan spesifikasi teknis mesin yang ditentukan oleh pabrikan mobil dan sepeda motor. Itu sebabnya, selalu ada busi yang mempunyai kinerja lebih baik dibanding busi lainnya. Salah satu busi yang menawarkan performa tinggi adalah busi Iridium dan secara teknis memiliki karakteristik plus minus berikut. 

>>> NGK Laser Iridium, Buat yang Mau Upgrade Performa Busi Standar Toyota

Plus Point

1. Usia Pakai Panjang

Jika Anda ingin memakai busi dengan usia pakai yang sangat panjang, pilih busi Iridium. Secara umum, usia pakai busi Iridium dapat mencapai 100.000 km hingga 120.000 km. Jika sebuah mobil memiliki jarak tempuh rata-rata 20.000 km per tahun, maka usia pakai busi Iridium akan mencapai lima tahun. Pada sisi lain, ada pemilik mobil yang punya kebiasaan ganti mobil setelah masa  garansi berakhir (3 tahun atau 100.000 km), alhasil bisa saja mobil sudah bertukar pemilik sebelum sempat ganti busi.

2. Daya Tahan Tinggi

Iridium adalah logam berwarna putih perak yang lebih keras daripada platinum. Tidak heran kalau  busi Iridium menjadi  busi paling kuat dan menawarkan daya tahan yang lebih baik dibanding busi Platinum.

gambar busi

Performa dan banderol mengikuti ungkapan ada rupa, ada harga

3. Adaptif Dengan Tegangan

Elektroda tengah berukuran mungil pada pembangkit api jenis Iridium tidak membutuhkan tegangan yang sangat tinggi untuk menghasilkan percikan bunga api yang optimal. Dengan tegangan listrik yang lebih rendah, daya listrik bisa dialihkan ke bagian lain yang lebih membutuhkan.

Minus Point

1. Mahal

Sebagai contoh, harga pemantik api  jenis Iridium untuk mobil Nissan Grand Livina mencapai Rp 250.000 per unit. Adakah opsi lain? Sayangnya tidak ada substitusi karena memang Nissan memesan secara khusus spesifikasi businya kepada pabrikan sehingga tidak bisa digantikan atau tidak ada substitusi oleh busi lain. Jadi wajar saja kalau harganya beberapa kali lipat dibanding busi yang umum dipakai kendaraan lainnya.

gambar kunci busi

Pemantik api jenis Iridium dengan spesifikasi khusus membutuhkan kunci busi yang khusus 

2. Unik

Beberapa pabrikan mobil memesan pemantik api jenis Iridium kepada pabrikan busi dengan spesifikasi tertentu  yang tidak bisa digantikan oleh busi lain walau sama-sama jenisnya dari  pabrikan busi yang sama.  Alhasil konsumen harus membeli busi tersebut di bengkel resmi atau toko onderdil khusus. Karena spesifikasi yang unik itulah, penggantiannya pada beberapa mobil agak sulit untuk dilakukan oleh konsumen awam. Maklum saja, membutuhkan kunci busi yang khusus pula. Ditambah lagi ukuran busi yang relatif kecil namun panjang dan terletak agak dalam di bagian tengah kepala silinder memerlukan keahlian tersendiri. Jangan sampai salah pasang dan menyebabkan kerusakan pada  kepala silinder. Tidak heran kalau periode penggantian busi Iridium pada beberapa mobil  tergolong cukup lama.

>>> Hati-hati Insulator Busi Retak Akibat Asal Pasang 

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top