Bubut Rem Cakram Yang Bergelombang, Amankah?

21/06/2019

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Bubut Rem Cakram Yang Bergelombang, Amankah?
Permukaan rem cakram berisiko untuk bergelombang karena banyak penyebabnya. Solusi untuk mengatasi rem cakram yang bergelombang adalah dengan melakukan bubut rem cakram. Namun apakah aman untuk melakukan bubut rem cakram?

Seiring usia pemakaian, rem cakram mobil Anda berisiko bergelombang. Permukaan rem cakram yang bergelombang disebabkan oleh tekanan dan suhu tinggi yang terjadi akibat gesekan antara kampas rem dan permukaan rem cakram. Umumnya rem cakram bergelombang terjadi pada mobil yang telah telah memiliki jarak tempuh di atas 60 ribu kilometer. ”Bisa lebih cepat kalau pemilik mobil memiliki karakter berkendara yang agresif atau kerap telat mengganti kampas rem, sehingga rem cakram bergesekan dengan lapisan logam pada kampas rem yang telah menipis,” ujar Yusuf, mekanik Astrido Toyota Pondok Gede, Bekasi.

Foto permukaan rem cakram yang bergelombang

Rem cakram yang bergelombang membuat getaran dan mengurangi performa pengereman mobil Anda

>>> Artikel terkait lainnya:

Ciri-ciri rem cakram yang bergelombang adalah timbulnya getaran yang cukup terasa ketika Anda melakukan pengereman, khususnya pada setir dan pedal rem. ”Di beberapa kasus, tak hanya bergetar, namun setir juga terasa narik ke salah satu sisi, baik kiri atau kanan, akibat permukaan rem yang bergelombang hanya di satu sisi saja,” sahut Hendry dari bengkel spesialis rem dan kaki-kaki Anugerah Jaya yang terletak di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Foto proses bubut rem cakram

Bubut rem cakram aman dilakukan dengan syarat tertentu

>>> Tips tentang perawatan mobil selalu ada di Cintamobil.com

Solusi paling ekonomis untuk mengatasi rem cakram yang bergelombang adalah dengan melakukan bubut pada rem cakram. Namun, bubut rem cakram tak bisa sembarangan karena ada persyaratan tertentu agar tetap aman ketika rem cakram digunakan kembali dan tak mempengeruhi kekuatan dan daya pengeremannya. Pertama, batasan ukuran ketebalan cakram yang masih bisa dibubut adalah minimal 5 mm. ”Kita biasanya tidak merekomendaskan untuk melakukan pembubutan ketika ketebalan cakram yang kurang dari 5 mm, karena terlalu berisiko,” ungkap Yusuf.

Foto ilustrasi pengereman mendadak

Perilaku mengemudi agresif dan kerap melakukan pengereman mendadak membuat rem cakram mudah bergelombang

>>> Cari mobil bekas keren berkualitas ya disini

Selain itu, sebelum melakukan bubut rem cakram, harus dipastikan kedalaman gelombang pada permukaan cakram yang boleh dibubut adalah maksimal 0,5 mm. Karena permukaan yang bergelombang terlalu dalam, membuat ketebalan cakram dinilai terlalu tipis untuk dibubut. Sehingga, tak ada opsi lain selain melakukan penggantian cakram. Pengukuran tersebut bertujuan untuk mencegah kinerja pengereman berkurang akibat ketebalan cakram yang terlalu tipis. Dampaknya, bukan hanya membuat jarak pengereman bertambah jauh, namun juga membuat cakram rentan melengkung atau retak yang akan berpotensi mengakibatkan pengereman macet dan mengunci.

Foto kampas rem yang sudah tipis

Kampas rem yang tipis berisiko membuat permukaan rem cakram baret dan bergelombang

Jasa bubut rem cakram sendiri berkisar antara Rp 300 ribu-400 ribu per set dan memakan waktu 2-3 jam, tergantung diameter cakramnya. Hal tersebut masih dinilai jauh lebih ekonomis ketimbang mengganti satu set cakram yang memiliki harga yang jauh lebih mahal. Namun sekali lagi, pastikan ketebalan rem cakram Anda cukup aman untuk melakukan proses pembubutan ya!

>>> Artikel tips & trik otomotif lainnya hanya di Cintamobil.com

Share this post:

Berita lain

Kenali Gejala Rem Tangan Rusak Jika Tarikannya Sudah Tak Nyaman Lagi

Sebenarnya ada tanda-tanda jika rem tangan rusak. Bahkan mengetahui ketidakberesan di rem tangan itu dapat Anda deteksi tanpa perlu membongkarnya, antara lain dengan merasakan tarikan tuas rem tangan yang sudah tak lagi nyaman.

Lihat juga

Hati-Hati, Volkswagen Jelaskan Hubungan Muatan Mobil Van dengan Jarak Pengereman

25/02/2019

Pengemudian

Penelitian terbaru dari Volkswagen mengungkapkan beberapa statistik yang mengkhawatirkan. Banyak pengemudi van tidak menyadari bahwa muatan mobil van menambah jarak pengereman sehingga menimbulkan kecelakaan.

Lihat juga

Lampu Rem Berwarna Merah dan Kuning, Ternyata Ada Manfaat Penting Dibaliknya

22/03/2019

Pengemudian

Pernahkah Anda mengamati lampu rem mobil yang disematkan di bagian belakang? Jika diamati sekilas, mungkin tak ada keanehan menonjol. Namun jika melihat warnanya, semua mobil tampak menggunakan formasi warna serupa yakni lampu rem berwarna merah dan lampu sein berwarna kuning. Kira-kira apa alasannya?

Lihat juga

Bisakah Teknologi Pengereman Otomatis Bersikap Rasis? Penelitian Ini Temukan Jawabannya

12/02/2019

Pengemudian

3 menit

Teknologi pengereman otomatis akan berhenti ketika pejalan kaki melintas di depan kendaraan. Namun ternyata masalah warna kulit bisa menjadi masalah besar untuk teknologi ini. Benarkah demikian?

Lihat juga

Tips Menghindari Bahaya Saat Melakukan Pengereman

18/02/2019

Pengemudian

Salah satu momen berbahaya dalam perjalanan adalah ketika Anda melakukan pengereman. Ada banyak situasi yang bisa berakibat fatal saat melakukan pengereman. Berikut tips menghindari bahaya ketika pengereman.

Lihat juga
 
back to top