Yuk Kenalan Dengan Berbagai Tipe Rem Cakram

04/05/2021

Perawatan dan service

5 menit

Share this post:
Rem cakram menawarkan beragam keunggulan berupa kemampuan melepaskan panas yang lebih cepat, friksi yang lebih baik dan gejala brake fade yang lebih minim

Mayoritas kendaraan bermotor yang beredar saat ini sudah memanfaatkan rem cakram sebagai perangkat standar untuk rem depan. Belakangan,  semakin banyak kendaraan bermotor yang memakai disc brake untuk roda belakang sehingga disebut sebagai rem cakram empat roda. Secara teknis, rem cakram menawarkan banyak keunggulan dibanding rem tromol, antara lain kemampuan melepaskan  panas yang lebih cepat, friksi yang  lebih baik dan  gejala brake fade yang lebih minim. Menilik aspek teknisnya, konstruksi disc brake bisa dibagi menjadi jenis solid (solid disc brake) dan  jenis ventilasi (ventilated disc brake). Selanjutnya rotor rem jenis ventilasi terbagi lagi menjadi jenis cross drilled (berlubang) dan  jenis slotted (beralur). 

>>> Greentive, Rem Baru Brembo yang Tahan Lama dengan Efek Cermin

Solid Disc Brake

gambar rem cakram

Menjadi perangkat standar untuk rem depan mobil era 1980-an 

Disebut rotor rem solid karena konstruksinya solid dan tidak mempunyai saluran pendingin atau pelepas panas pada bagian tengah di antara dua permukaan cakram. Rotor rem solid  banyak digunakan pada mobil jaman dulu yang diproduksi dan beredar pada kurun waktu tahun 1980-an sampai awal tahun 2000. Pada masa itu, rotor rem solid menjadi pilihan pabrikan mobil karena menawarkan kompromi terbaik antara performa, harga, dan keselamatan untuk pemakaian dalam kondisi normal.

Ventilated Disc Brake

gambar rem cakram

Yang paling banyak digunakan untuk mobil harian 

Setingkat di atas solid disc brake adalah ventilated disc brake yang mempunyai saluran pendinginan dalam bentuk rongga udara di antara kedua permukaan sebelah dalam dan sebelah luar. Keberadaan saluran pendinginan membuat rotor rem ventilasi lebih cepat melepaskan panas yang berasal dari hasil gesekan antara brake pads dan rotor rem selama pengereman. Alhasil, pendinginan yang lebih optimal membuat rotor rem ventilasi lebih panjang masa pakainya dan performa pengereman menjadi lebih maksimal dalam berbagai kondisi (gejala brake fade minimal).   

Cross Drilled Disc Brake

gambar rem cakram

Cross drilled dipilih untuk mengoptimalkan pelepasan panas dan mengurangi debu brake pads  


Cross drilled disc brake tampil dengan permukaan yang berlubang-lubang untuk memaksimalkan pelepasan panas, debu (terutama debu brake pads) dan humiditas agar performa rem tetap maksimal dalam kondisi normal maupun kondisi pemakaian ekstrem di sirkuit. Karena permukaan yang berlubang, tentunya muncul pertanyaan, apakah luas permukaan bidang kontak rotor rem tidak berkurang karena dilubangi? Pada dasarnya, rotor rem cross drilled berdiameter relatif besar sehingga luas permukaan bidang kontak tetap optimal untuk menjamin performa pengereman.  

Slotted Disc Brake

gambar rem cakram

Konstruksi slotted memaksimalkan kemampuan pendinginan dan pembuangan debu 

Rotor rem slotted memiliki permukaan beralur yang fungsinya sama seperti rem cakram cross drilled. Alur pada permukaan rotor rem slotted memberikan kemampuan pendinginan dan pembuangan air serta debu secara maksimal untuk menjaga kestabilan kinerja sistem pengereman. Serupa dengan cross drilled disc brake, maka slotted disc brake mempunyai daya cengkeram yang maksimal karena luas bidang kontak yang besar antara brake pads dengan permukaan cakram.

>>> 3 Produk Baru Rem Brembo yang Makin Canggih

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top