Benarkah Harus Mematikan Pendingin Udara Sebelum Mematikan Mesin Mobil?

Share this post:
Benarkah Harus Mematikan Pendingin Udara Sebelum Mematikan Mesin Mobil?
Dengan pengetahuan manusia, banyak hal-hal yang dahulunya dianggap benar ternyata merupakan sebuah mitos belaka. Pada bidang otomotif, banyak orang yang mengatakan bahwa sebaiknya pengemudi harus mematikan pendingin udara mobil (air conditioning) terlebih dahulu sebelum mematikan mobil.

Banyak kabar dan saran-saran yang membahas tentang keharusan mematikan pendingin udara sebelum mematikan mesin mobil. Saran ini banyak berkembang dalam komunitas maupun pengendara mobil. Namun, apakah kenyataannya begitu? Apakah lebih baik jika kita mematikan pendingin udara sebelum mematikan mobil?

seorang sedang mematikan sistem pendingin udara dalam mobilnya

Mematikan pendingin udara tidak terlalu mempengaruhi mobil baru

Sebenarnya, beberapa ahli mengatakan bahwa tidak ada salahnya untuk mematikan pendingin udara sebelum mematikan mesin mobil. Meskipun beberapa pendapat menyatakan jika tidak mematikan pedingin udara dapat berakibat buruk pada mesin maupun komponen mobil yang lain, sepertinya hal ini terlalu dibesar-besarkan.

Menurut Ferman Lao, seorang praktisi dan penulis otomotif untuk Top Gear mengatakan bahwa saran yang sudah tua ini merupakan salah satu praktik perawatan komponen yang cukup baik. Meskipun, dengan perkembangan teknologi, alasan melakukannya sudah berubah semenjak pertama kali pendingin udara ditemukan.

bagian depan sebuah mobil  berwarna biru sedang dibuka untuk ceknya dengan sebuah mesin khusus

Sistem HVAC masih menggunakan komponen yang sama

Komponen dasar HVAC (Heating, Ventilating, and Air-Conditioning/ atau bagian Pemanas, ventilasi dan sistem pendingin udara) tidak banyak mengalami perubahan. Komponen-komponennya masih sama, yaitu: kompresor, kondensor, pengering, evaporator, katup pengembang, saklar tekanan, termostrat dan blower untuk kondensor dan evaporator.

Yang berbeda hanyalah refrigerant. Saat ini, mobil modern menggunakan refrigerant R-134 yang kurang merusak ozon. Konektor serta beberapa komponen internal juga sudah berubah, tapi mesih mempunyai prinsip operasi yang masih sama.

>>> Mungkin Anda tertarik, Menjaga Mesin Tahan Lama dan Hemat Bahan Bakar pada Mobil

Dulu, saat mesin kerburator dan pendingin udara tidak memiliki alternator yang efisien seperti saat sekarang ini, kompresor AC membuat beban yang besar ketika mobil dihidupkan. Untuk kompresor modern, kompresor bisa mengeluarkan beban sebanyak 3 sampai 5 hp saat diukur pada dynamometer sasis pada kendaraan dengan perpindahan kecil (2.0L atau kurang dari itu).

tombol boot dalam sebuah mobil dengan tiga mode kustom yaitu Start Stop dan Engine

Pendingin udara bisa menambah bebar motor starter

Mesin berjalan tidak dengan kekuatan efisien mereka ketika baru dihidupkan dan belum mencapai suhu operasi normal mereka. Setiap beban yang terjadi yang tidak berhubungan dengan mobil ketika melakukan start-up akan menambah emisi yang keluar ketika pertama kali mobil dihidupkan. Hal inilah yang membuat mematikan AC pada saat mobil dimatikan akan mengurangi daya mobil ketika mobil dihidupkan.

>>> Ingin menjaga mobil kesayangan Anda selalu seperti baru, bacalah artikel di link ini

Alasan lain adalah kipas angina di dalam mobil tetap menyala meskipun mobil tidak hidup ketika kunci kontak berada pada posisi hidup. Hal ini berarti anda akan menggunakan energi listrik yang tersimpan dalam baterai yang digunakan untuk menghidupkan mesin mobil. Bahkan seharusnya anda juga mematikan sistem hiburan pada mobil sebelum mematikan mesin untuk mencegah hal yang sama terjadi.

Tidak mematikan pendingin udara tidak akan menyebabkan kerusakan listrik atau mekanis. Hanya pada mobil tua, terutama yang berusia lebih dari 20 tahun, kompresor diaktifkan ketika kunci kontak dinyalakan. Hal ini tentunya akan mengakibatkan beban tambahan pada motor starter.

Berikut beberapa trik dalam mematikan mobil yang bisa kita lihat dalam akun Youtube Trik Otomotif.

Share this post: