Begini Cara Teknologi Kaca Film Mengirit Energi di Mobil Listrik

01/03/2021

Perawatan dan service

5 menit

Share this post:
Begini Cara Teknologi Kaca Film Mengirit Energi di Mobil Listrik
Siapa sangka teknologi kaca film dapat menghemat konsumsi energi mobil listrik? Teknologi spectrally selective ini diusung oleh kaca film ternama merek V-KOOL

Mobil listrik selain jadi tren baru di dunia otomotif juga menjadi indikasi perubahan perilaku kita dalam berkendara. Efisiensi merupakan kunci dari daya jangkau dan optimalisasi energi yang ada di baterai. Meski demikian, tak bisa dipungkiri terdapat beberapa hal penting yang turut membuat efisiensi penggunaan energi di mobil listrik bisa tercapai. Namun siapa sangka, jika ada teknologi kaca film yang dapat menghemat konsumsi energi di mobil listrik?

Gambar Tesla Semi Truck

Mobil listrik sebentar lagi akan jadi tren

Yes, teknologi penolakan panas itu dapat lebih mengefisiensi energi di mobil listrik. Sebagai informasi, Beberapa simulasi yang dilakukan tiap pabrikan, jika dihitung rata-rata mobil listrik hanya memerlukan Rp75.000 untuk pengisian listrik yang membuat mobil dapat melaju sejauh 120 kilometer. Dengan jarak yang sama, untuk mobil konvensional membutuhkan BBM dengan dana empat kali lipat lebih banyak.

Gambar kursi dan kaca Tesla Model S P100D 2021

Kaca film bisa menghemat konsumsi energi mobil listrik

“Anggapan semakin gelap lapisan film di kaca maka semakin menolak panas, sejatinya lahir karena ketidaktahuan dalam membedakan antara panas dengan silau. Panas matahari akan dirasakan melalui sengatan perih ke kulit atau timbulnya hawa panas, sementara silau adalah cahaya yang masuk dan diteruskan ke dalam ruang kabin yang tidak membawa energi panas menyegat,” ungkap Billy Susanto, selaku Head of After Sales Service Div. PT. V-KOOL Indo Lestari.

Pakai Lapisan Film Di Kaca Dengan Penolak Panas Terbaik

Suhu di kabin mobil listrik, tentu butuh pendinginan lebih cepat untuk mereduksi energi terbuang lebih banyak yang menggerakkan kompresor AC. Untuk mencegah ini, pemilihan kaca film dengan kemampuan penolakan panas lebih baik, tentu sangat berpengaruh. 

Sayangnya, fakta yang ada saat ini edukasi yang minim terkait lapisan film di kaca, membuat banyak orang masih beranggapan makin gelap akan makin tahan panas. Padahal tidak selalu begitu. Lapisan film di kaca dengan kadar gelap 20 persen pun, kalau material yang dipakai memang mampu menolak sinar Infra red (IR) dan ultra violet (UV) cukup bagus, bisa tetap tahan panas.

Gambar Interior Mobil listrik Tesla

AC tak perlu diatur terlalu dingin

Salah satu produsen yang komitmen dengan tingkat kejernihan baik dan kemampuan menolak panas tinggi namun visibilitas bagus, terdapat di semua jajaran kaca film V-Kool yang menggunakan teknologi spectrally selective. Untuk kaca depan bisa digunakan dengan kejernihan terbaik seperti VK702, dengan tingkat kegelapan 20 persen.

>>> Lapisan film di kaca ternyata juga punya pengaruh saat musim hujan seperti ini

Cahaya yang masuk akan banyak, tapi panas menyengat tidak akan terasa sehingga kabin akan terasa sejuk. Hal ini disebabkan karena VK70 akan meneruskan 70 persen cahaya tampak matahari (VLT) namun menolak 94% sinar infra merah penyebab panas. Sementara itu, jika memakai merek abal-abal dengan kegelapan 80 persen, silau atau cahaya tidak akan masuk, tapi hawa panas akan tetap terasa menyengat kulit serta pandangan berkendara akan terganggu karena kaca depan yang terlalu gelap.

Gambar tampilan belakang Tesla Model S P100D 2021

Tesla Model S bisa pakai teknologi ini

Untuk kaca samping dan belakang, bisa memakai lapisan film kaca yang lebih gelap. Hal ini untuk sisi keamanan dan juga privasi. Jika Anda menggunakan kaca film dengan tingkat kegelapan 60 persen hingga 80 persen, pandangan dari luar masih terjaga karena dari luar kaca film ini tetap gelap sehingga orang jahat tidak bisa leluasa mengintip isi mobil.

Kaca film juga dapat membuat mobil lebih efisien karena sangat efefktif menurunkan suhu mobil. "Ya sebenarnya kalau kita pakai kaca film, mobil kita bisa lebih adem atau dingin. Kalau suhu kabin sudah dingin. AC tidak perlu dipasang di posisi dua bahkan tiga, yang membuat kompresor AC terus-menerus bekerja sehingga menguras energi dari baterai.”

Gambar Tesla Model S P100D 2021

Konsumsi energi bisa lebih hemat

Karena dalam mobil lebih sejuk dibandingkan tidak pakai kaca film, maka penggunaan AC pun bisa diminimalisir. Dengan catatan, kalau sudah pakai kaca film dan keadaan kabin lebih adem, AC tidak perlu diset maksimal dinginnya. Kalau AC diset kecil, maka konsumsi bahan bakar pun lebih irit. "Jadi kita punya AC kan tidak perlu full blast, full maksimal untuk me-maintenance temperatur yang kita nyaman," kata Billy dikutip Cintamobil.com.

Kemampuan Teruji

Kemampuan V-Kool telah diuji oleh Curtin University Australia yang menyimpulkan bahwa V-Kool bisa menurunkan temperatur kabin 10-12 derajat setelah terparkir di bawah matahari selama 5 jam. Teknologi V-Kool juga telah terbukti meningkatkan efisensi bahan bakar sebesar 3 persen berkaitan dengan pengurangan beban penyejuk udara.

>>> Promo Akhir Tahun V-KOOL Berikan Potongan 30% + 10% di Marketplace

Lalu sebesar apa efek penggunaan lapisan film di kaca yang berkualitas bagus untuk mobil listrik? Pertanyaan ini tentu menarik untuk dicari tahu jawabannya. Namun jika meninjau konsumsi energi dari sistem pendingin kabin, tentu kembali lagi ke teknologi yang digunakan komponen AC-nya. Jika sama dengan teknologi di mobil konvensional, maka energi yang dikonsumsi juga akan sama.

Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi andalan Cintamobil dalam menguji mobil baru di Indonesia
 
back to top