Begini Cara Parkir Mobil yang Benar Biar Rem Tak Cepat Jebol

05/05/2020

Perawatan dan service

4 menit

Share this post:
Memarkir mobil rupanya tak bisa sembarangan, melainkan ada prosedur yang bisa diikuti. Begini cara parkir mobil yang benar supaya rem tak mengalami kerusakan.

Memarkir mobil memang tak bisa sembarangan. Terlebih di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti sekarang dimana mobil harus diparkir lama di garasi rumah. Salah prosedur memarkir yang ada mobil malah rusak ketika akan digunakan lagi nanti.

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana menyebut masih banyak pengendara yang keliru ketika memarkirkan mobilnya. Memang seperti apa sih kebiasaan parkir mobil yang tak sesuai prosedur?

Tarik Rem Tangan Sesuai Prosedur saat Parkir Mobil

>>> Tips Nyetir Supercar yang Aman di Jalan

“Apalagi yang namanya mobil automatic, banyak sekali orang yang mau berhenti parkir itu dimasukin P nya dulu baru parking brake harusnya parking brake dulu baru P. Banyak orang yang salah SOP-nya dimasukin P dulu baru parking brake,” jelas Sony saat dihubungi awak media lewat video conference belum lama ini.

Parking brake mobil

Menarik tuas parking brake saat parkir mobil sebelum pindah ke 'P'

Menurutnya, kebiasaan yang salah tersebut bila terus menerus dilakukan dapat merusak gearbox pada mobil.

“Kalau ke P sebelum hand braking diaktifin berarti kan yang ngunci gearboxnya, nah kalu terlalu sering dilakukan gearnya lebih cepet rontok jadi yang bener parking brake dulu diaktifin pengamannya adalah masukin ke P,” tegasnya lagi.

>>> 7 Beda SUV dan MPV, Mulai dari Sejarah Hingga Profil Ban

Ini pun berlaku untuk mobil manual. Perbedaannya pada transmisi manual, gigi harus dinetralkan terlebih dahulu saat parkir mobil sebelum parking brake diaktifkan.

“Sama semua (matik dan manual) yang benar adalah parking brake duluan,” ucap Sony.

Hindari Flat Spot 

Saat mobil terparkir di rumah untuk waktu yang lama bukan berarti harus didiamkan saja ya. Anda harus memberikan perhatian ekstra kepada mobil. Bila memungkinkan sebaiknya sempatkanlah waktu untun membawa mobil di sekitar rumah Anda.

>>> 5 Kerusakan Suspensi Mobil yang Sering Terjadi Serta Penyebabnya

Hal ini dilakukan demi menjaga performa ban mobil Anda ketika nantinya akan digunakan untuk menemani aktivitas seperti sediakala.

“Ban juga bisa jadi flat spot kalo nggak dijalanin, kalau bannya radial bisa putus kawatnya di situ,” tuturnya.

Cek kondisi ban mobil

Cek kondisi ban mobil

Bagi yang belum tahu, flat spot merupakan kondisi perubahan pada tekstur ban yang menjadi rata atau datar karena menjadi titik tumpu tekanan dari bobot mobil yang terlalu lama diparkir di garasi. Semakin lama didiamkan ban bisa retak dan rentan meletus ketika digunakan kembali nantinya. 

>>> Jangan Terlalu Sering Parkir Mobil Di Tempat Miring, Ini Dampaknya

Ada beberapa cara untuk mencegah ban mobil rusak akibat flat spot berikut langkahnya.
1. Lakukan Perubahan Posisi Ban yang Diparkir Terlalu Lama
2. Maju dan Mundurkan mobil satu minggu sekali sedikit supaya titik tumpunya berubah-ubah
3. Dibawa ke luar rumah sejenak sekalian memanaskan mesin mobil
4. Bisa mengisinya dengan tekanan nitrogen. Angin nitrogen bersifat mendinginkan dan lebih stabil, sehingga kualitas ban bisa tetap terjaga.
5. Bila diisi dengan tekanan angin biasa, Anda disarankan untuk mengecek tekanan lebih sering. 

>>> Promo mobil baru selalu ada yang menarik disini, yuk cek sekarang!

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top