Ban Mobil Tak Punya Masa Kedaluwarsa, Tapi Tetap Harus Dirawat

27/10/2020

Perawatan dan service

5 menit

Share this post:
Ban Mobil Tak Punya Masa Kedaluwarsa, Tapi Tetap Harus Dirawat
Pada prinsipnya, ban mobil tak punya masa kedaluwarsa. Meski begitu Anda tak bisa membiarkannya begitu saja. Ban mobil harus dirawat agar kondisinya prima.

Setiap barang pasti memiliki masa pakainya tersendiri. Kalau kondisinya sudah tak memungkinkan untuk digunakan maka sudah waktunya diganti. Begitu pula kalau bicara ban mobil. 

Ban merupakan salah satu komponen vital pada mobil Anda. Sebagai benda yang bersentuhan langsung dengan jalanan, kondisi ban harus selalu prima demi menjaga keselamatan pengendara. Bila mobil digunakan sehari-hari tak heran muncul pertanyaan kapan masa kedaluwarsa ban? 

Banyak pengendara yang khawatir jika memakai ban kedaluwarsa, maka tidak akan berperforma baik. Ujung-ujungnya keselamatan dan kenyamanan berkendara menjadi taruhannya.

>>> Ban Mobil Cepat Botak? Mungkin ini Penyebabnya

Tak Ada Ban Kedaluwarsa

Bicara masa kedaluwarsa ban, Anda bisa sedikit berlega hati. Mengutip laman Dunlop Indonesia, Selasa (26/10/2020) pada prinsipnya ban mobil tak punya masa kedaluwarsa

Apabila kondisinya masih baik, ban selalu bisa digunakan. Ban berasal dari bahan karet alam maupun karet sintetis yang diproses sedemikian rupa. Bahannya tahan lama sehingga tidak memiliki masa batas pemakaian. Maka dari itu ban mobil tak punya masa kedaluwarsa.

ban mobil

Kalau kondisi ban sudah tak baik maka harus segera diganti

Keberadaan kode waktu produksi yang tercantum di ban juga bukan acuan masa kedaluwarsa ban mobil. Setiap ban memang memiliki kode empat digit di bagian sisi ban. 

Digit-digit tersebut menunjukkan kapan ban diproduksi. Dua digit terakhir memperlihatkan tahun pembuatan. Sedangkan, dua digit pertama menunjukkan minggu produksi. Jadi, ketika ada kode produksi 0419, berarti ban tersebut dibuat pada minggu keempat tahun 2019 atau minggu pertama Februari 2019.

Kode produksi tidak bisa menjadi patokan masa kedaluwarsa ban mobil. Asalkan disimpan dan dirawat dengan baik, ban mobil akan selalu awet. Jika terjaga dengan baik, ban tersebut bisa digunakan. Pengemudi tidak perlu takut memakainya. Meski begitu, produsen ban mobil di Indonesia membuat kesepakatan khusus. Mereka mematok lima tahun sebagai masa garansi ban sesudah diproduksi. Setelah itu, jaminan kondisi ban tidak diberikan lagi oleh produsen-produsen ban.

Apakah itu berarti ban yang diproduksi setelah lima tahun tidak layak pakai? Lihat dulu kondisinya. Jika dilakukan proses penyimpanan dan perawatan yang baik, material ban akan tetap terjaga. Kalau kondisinya masih bagus, ban mobil dapat digunakan seperti biasa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

>>> 5 Perilaku Pengendara yang Membuat Umur Ban Pendek

Lebih Baik Cek Kondisi Ban

Ketimbang memikirkan masa kedaluwarsa ban mobil, lebih baik menjadikan mengecek kondisinya layak pakai atau tidak. Ban yang baik harus dalam kondisi mulus, tidak retak, ataupun benjol. Jika ban sudah terlihat retak-retak atau ada getas di sana-sini, lebih baik jangan dipakai. Terlebih lagi jika terlihat ada sobekan sampai kawat ban terlihat. Ban tersebut berarti sudah rusak sehingga rawan pecah.

Periksa secara mendetail keadaan ban mobil. Ban mobil yang baik haruslah bebas dari benjolan. Hindarilah memakai ban benjol karena berpotensi meletus atau robek di tengah jalan. Singkatnya, jangan khawatir memakai ban kedaluwarsa tanpa sadar.

Ban mobil tidak akan mungkin 'basi'. Meski demikian, jika sudah digunakan selama beberapa waktu, kondisi ban akan menurun. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, sebaiknya Anda mengganti ban baru. 

ban mobil

Cek Tread Wire Indicator guna memastikan kondisinya masih baik

Biasanya masa pakai ban mobil antara 80 ribu hingga 90 ribu km. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan patokan pasti karena cara mengemudi, kondisi jalanan, serta intensitas pemakaian setiap mobil yang berbeda-beda akan berpengaruh.

Lebih baik lihat Tread Wear Indikator (TWI) yang ada di ban. TWI berbentuk simbol segitiga yang terletak di batas terbawah kembangan ban dan tonjolan karet di sela kembangan ban. Kalau TWI sudah terlihat atau malah terkikis, pergantian ban perlu segera dilakukan.

Namun, jangan tunggu TWI sampai terlihat. Ukur ketebalannya kembangan ban dengan Tire Depth Gauge agar tahu kapan mengganti ban secara lebih akurat. Jika sudah mencapai 1,6 mm, disarankan untuk ganti ban. Namun, jika ingin menunggu, maka batas maksimalnya ialah 1,4 mm.

Gunakanlah hal tersebut untuk menentukan waktu pergantian ban dan tak perlu khawatir ban akan kedaluwarsa di waktu tertentu.

>>> 8 Merk Ban Mobil Terbaik di Indonesia

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top