Ban Kekurangan Angin Lebih Berbahaya Dari Kelebihan Angin, Kok Bisa?

15/04/2019
Ban memegang peranan penting dalam sebuah mobil, oleh karena itu tekanan anginnya harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. Namun demikian, ban kekurangan angin dinilai lebih berbahaya. Mengapa demikian?

Karena sangat berpengaruh terhadap keamanan dalam berkendara, kondisi ban harus sangat diperhatikan, khususnya untuk tekanan ban. Tidak hanya dilihat dari luar, pengukuran tekanan angin pun wajib diperhatikan. Tekanan angin harus sesuai dengan standar rekomendasi pabrikan ban yang Anda gunakan, kondisi ban kekurangan angin akan berbahaya, begitupun juga kelebihan angin.

>>> Apakah tekanan ban punya peran penting terhadap performa mesin?

Rekontruksi tiga kondisi ban

Saat kekurangan tekanan angin, posisi ban dengan permukaan aspal tidak ideal

Tekanan angin berlebih dapat memberi tekanan berlebih pada sisi pelek, dan rentan meledak ketika menghajar lubang. Namun, alangkah lebih berbahaya lagi jika tekanan ban kurang. Karena hal tersebut dapat menimbulkan beberapa masalah, apa saja?

1. Ban Dapat Copot Dari Pelek

Ban terpisah dari pelek

Saat tekanan angin kurang, hal seperti ini dapat terjadi pada ban

Ban kekurangan angin dapat membuat gigitan ban terhadap pelek berkurang, dan membuat ban terlepas dari dudukannya, atau copot dari pelek.

2. Struktur Ban Rusak

Pada ban kekurangan angin atau kempes, semua telapak ban bersentuhan dengan aspal. Hal tersebut dapat merusak struktur ban, membuatnya terkelupas sehingga ban kelelahan dan rentan pecah.

>>> Temukan mobil idaman Anda di sini

3. Pengereman Tidak Maksimal

Kurangnya tekanan angin memang membuat permukaan ban lebih menyatu dengan aspal, namun ini justru membuat pengereman mobil tidak maksimal. Hal ini disebabkan Kembangan atau alur ban tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

4. Boros Bahan Bakar

Indikator bahan bakar habis

Ban kekurangan angin dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros

Kurangnya angin ban juga membuat proporsi tekanan ban pada aspal lebih melebar, dengan begitu laju mobil akan melambat dan membuat putaran mesin lebih tinggi dari biasanya. Alhasil, konsumsi bahan bakar pun menjadi lebih banyak.

>>> Temukan tips perawatan lainnya di sini

5. Usia Penggunaan Ban Lebih Pendek

Ban dengan tekanan angin lebih rendah diketahui mengurangi masa usia tapak hingga 25%, hal ini jelas membuat Anda harus ganti ban sebelum waktunya.

Namun, ada baiknya Anda tetap melakukan pemeriksaan berkala terhadap ban, dan memastikan tekanan ban sesuai dengan spesifikasi yang tertera untuk memastikan keawetan ban dan juga keselamatan Anda.

>>> Tips & trik otomotif terlengkap hanya di Cintamobil.com

Derry Munikartono

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
1

berita lain