Bahayakah Membersihkan Mobil Pakai Antiseptik untuk Cegah Virus Corona?

18/03/2020

Perawatan dan service

4 menit

Share this post:
Bahayakah Membersihkan Mobil Pakai Antiseptik untuk Cegah Virus Corona?
Membersihkan mobil wajib hukumnya di tengah penyebaran wabah virus Corona. Tapi apakah membersihkan mobil dengan antiseptik dapat membahayakan interior Anda?

Pandemi Corona telah menjangkiti 159 negara di seluruh dunia. Berbagai tindakan preventif pun dilakukan demi mengurangi penyebarluasan virus Corona atau dikenal juga dengan COVID-19. Mulai dari mengisolasi diri sendiri jika tak memiliki kepentingan khusus di luar rumah dan juga anjuran untuk hidup bersih dengan cara rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. 

Kita juga disarankan untuk menyemprotkan antiseptik pada benda apapun yang disentuh tak terkecuali setir mobil dan bagian interior lainnya. Tapi apakah dengan rajin menyemprotkan antiseptik ke bagian interior mobil dapat memberikan dampak kerusakan? Jawabannya iya. 

Membersihkan mobil dengan cairan antiseptik untuk mencegah Corona

Keseringan membersihkan interior mobil dengan cairan antiseptik dapat membuat bagian dalam mobil cepat rusak

>>> Mulai dari Gagang Pintu Mobil, Ini Cara Penularan Virus Corona

1. Cairan alkohol dapat meresap ke bagian interior mobil

Mengutip situs Autoindustriya, Rabu (18/3/2020), material yang digunakan di dalam interior mobil berbeda dengan ruangan dalam rumah. Mungkin saja bagian interior mobil Anda terbuat dari plastik atau vinyl tapi memiliki sifat yang berbeda terkait ketahanan terhadap panas dan penggunaan ekstrem. Secara tak langsung menyiratkan bahwa mobil tak kuat jikalau terus-menerus disemprot cairan alkohol. 

Material vynil, polyurethane, dan bahan plastik lainnya tak cocok dengan alkohol. Apalagi buat interior mobil yang terbuat dari kulit. Bagian interior mobil lain yang bisa rusak karena alkohol adalah panel berwarna 'piano black' serta trim yang dicat. Mengapa bisa begitu? Pernahkah Anda memperhatikan, alkohol langsung mengering ketika dioleskan ke kulit kita?

>>> Bagi Pengemudi, Waspadai dan Perhatikan Cara Menghindari Virus Corona

Begitu juga saat disemprotkan ke vinyl, lama-kelamaan akan menyerap dan merembes sehingga membuatnya dapat retak. Hal serupa juga bisa terjadi pada penggunaan ethyl alkohol pada interior mobil.

Apabila interior mobil Anda terbuat dari kulit asli, cairan alkohol dapat mengering dan lembab di lapisan kulit. Jika dilakukan terus-menerus, maka jok kulit Anda akan cepat mengelupas. Warna jok Anda juga bisa cepat pudar. 

Sedangkan untuk mobil dengan trim plastik, penggunaan alkohol secara terus-menerus bisa meninggalkan noda membekas. Untuk interior yang mengusung warna 'piano black' perlahan-lahan warnanya akan lebih cepat memudar. 

Bagaimana dengan interior yang terbuat dari kayu? Bila kayunya asli, penggunaan alkohol secara berulang kali bisa membuat lapisan pernisnya cepat hilang dan juga bisa retak. Demikian juga jika yang digunakan pada bagian interior adalah cat berwarna elemen kayu lama-lama bisa menghilang. 

Ada baiknya cairan antiseptik yang mengandung alkohol hanya digunakan untuk memberishkan tangan ada dari kuman dan bakteri yang menempel. Sedangkan untuk interior mobil, sebaiknya hindari untuk dibersihkan menggunakan alkohol secara terus menerus. 

>>> Penting! Siapkan Ini di Dalam Mobil untuk Mencegah Virus Corona

2. Lebih Baik Menggunakan Sabun

Bila penggunaan cairan antiseptik mengandung alkohol tak disarankan, lantas bagaimana untuk membersihkan mobil dari kuman termasuk kemungkinan virus Corona yang menempel? Untuk hal ini, Anda bisa membersihkannya dengan menggunakan campuran air dan sedikit sabun dan masukan ke botol penyemprot. Kemudian Anda bisa menyemprotkannya ke bagian dalam mobil setelah itu dilap dengan baik agar tak meninggalkan noda. 

Interior mobil bisa dibersihkan dengan cairan sabun

Membersihkan interior mobil untuk mencegah virus Corona dapat menggunakan cairan sabun yang disemprot kemudian dilap

>>> Butuh Mobil Perkotaan? Ini 5 Mobil Hatchback Murah di Bawah Rp50 Juta

Tak perlu banyak-banyak menggunakan cairan sabun karena berpotensi membuat lengket serta menimbulkan noda-noda yang tak diinginkan.

Nah itu tadi efek penggunaan cairan antiseptik mengandung alkohol untuk membersihkan interior mobil Anda. Tapi perlu diingat juga menjaga kebersihan diri sendiri lebih penting sebelum membersihkan kabin interior mobil Anda. 

>>> Tips & trik terbaru bisa Anda lihat di Cintamobil.com

Share this post:
Dina Rayanti
Penulis
Dina Rayanti
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

Ini yang Dilakukan Petugas SPBU Pertamina Demi Menangkal Virus Corona

18/03/2020

Pasar mobil

5 menit

Sejumlah kegiatan rutin dilakukan para petugas SPBU Pertamina demi mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas. Diantaranya sering membersihkan tangan, dan menganjurkan pembayaran cashless.

Lihat juga

Benarkah Air Purifier Mobil Dapat Membasmi Virus Corona?

17/03/2020

Perawatan dan service

4 menit

Baru-baru ini, Geely memperkenalkan SUV baru dengan teknologi Air Purifier yang dapat mematikan Virus Corona dalam kabin mobil. Apakah itu benar adanya?

Lihat juga

Virus Corona Meluas di Eropa, VW Tutup Pabriknya

18/03/2020

Pasar mobil

3 menit

Krisis yang dipicu meluasnya penyebaran Virus Corona kini sudah mulai mempengaruhi industri otomotif di Eropa. Yang terbaru, Volkswagen menutup pabriknya di kawasan Benua Biru sampai akhir Maret.

Lihat juga

Penjualan Hyundai di China Nyaris Nggak Laku!

18/03/2020

Pasar mobil

3 menit

Virus Corona berdampak buruk pada penjualan Hyundai Motor di China bulan Februari 2020. Total penjualan turun 97% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Lihat juga

Penjualan Mobil di Indonesia Ikut 'Tertular' Virus Corona

05/03/2020

Pasar mobil

3 menit

Wabah virus Corona juga turut 'menular' ke penjualan mobil di Indonesia. Dampaknya, penjualan mobil di Indonesia pada Januari 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Lihat juga