Aspal Campuran Plastik, Apa Saja Plus Minusnya?

Share this post:
Aspal Campuran Plastik, Apa Saja Plus Minusnya?
Untuk mengurangi penumpukan limbah, pemerintah telah mensosialisasikan penggunaan sampah plastik sebagai bahan campuran aspal jalan. Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Gambar menampilkan pekerja PUPR mengaspal jalanan

Bahan campuran plastik di aspal memiliki beberapa keunggulan (foto: Kementerian PUPR)

Sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah plastik sebesar 70 persen pada 2025, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan rencana penggunaan aspal dengan campuran plastik per 2017 lalu, lewat serangkaian uji coba di Universitas Udayana, Bali.

Dilansir dari laman resmi PU, jumlah sampah plastik di Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 9,52 juta ton, setara dengan 14 persen dari keseluruhan limbah dalam negeri. Sedangkan untuk jalan dengan lebar tujuh meter, per km nya membutuhkan campuran seberat 2,5-5 ton. Ini berarti pihak-pihak terkait bisa memakai seluruh limbah untuk jalan sepanjang 190.000 km.

>>> Baca juga: Tips supaya ban tidak cepat aus

Keunggulan dari mencampur bahan plastik ke aspal adalah lebih lengket dan stabil dibanding bila tidak ditambah campuran apapun. Mungkin hal ini bisa menjadi solusi terhadap fenomena jalan berlubang dan retak di beberapa titik dengan resiko membahayakan pengemudi, selama diikuti dengan ketertiban soal jumlah berat yang diizinkan (JBI).

Di India, langkah itu sudah dimulai sejak 2002. Dilansir dari The Guardian, salah satu jalan di daerah Chennai, Jambulingam, tidak pernah mengalami kerusakan selama 14 tahun meski telah terkena banjir, terik matahari, serta lalu lalang kendaraan. Semuanya berkat campuran bahan plastik ke aspal jalanan.

Ternyata, Negeri Anak Benua tersebut juga bercermin dari kesuksesan negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat sejak dekade 70an. di AS mempunyai berbagai tujuan, seperti jalan truk, mengurangi kebisingan di daerah pedesaan, serta menangkal retak akibat hawa dingin. Selain plastik, Negeri Paman Sam juga memakai bahan karet bekas, langkah yang juga tengah disosialisasikan PUPR.

>>> Tidak sabar merasakan campuran plastik di aspal jalan? Kami punya koleksi mobil berbagai merek!

Gambar menunjukkan tumpukan sampah plastik

Daripada numpuk, mending dijadikan campuran aspal kan ya?

>>> Mau tau tips merawat mobil Anda lainnya? Semua ada di Cintamobil.com

Dengan segudang manfaat serta biaya pembuatan lebih murah, ternyata ada masalah besar mengintai, yakni soal pencemaran. Ya, meski kelihatannya mendaur ulang plastik menjadi bahan campuran aspal, namun partikel-partikelnya bisa bersatu dengan tanah bila tidak diolah dengan baik, terutama saat kondisi panas.

“Sekali masuk ke tanah, partikel-partikel tersebut akan bertahan, berkumpul, hingga mencapai level yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah,” ucap Matthias C Rillig, seorang profesor ekologi pertanahan dan tumbuhan dari Freie Universität Berlin, dikutip dari The Guardian.

Selama membuat pengguna jalan nyaman, rasanya tidak akan ada masalah untuk tetap memakai campuran plastik ke aspal, asalkan proses pembuatannya tetap diawasi. 

>>> Baca berbagai tips otomotif di Cintamobil.com!

Share this post:
 
back to top