Amankah Mencuci Mobil Listrik Pakai Air?

25/08/2021

Perawatan dan service

4 menit

Share this post:
Mencuci mobil merupakan salah satu cara merawat kendaraan. Tapi kalau untuk mobil listrik aman nggak yang mencuci pakai air? Simak penjelasannya berikut.

Sebagian besar orang Indonesia mungkin masih belum terbiasa dengan mobil listrik. Maka dari itu, terkadang ketika mendengar mitos terkait mobil listrik langsung ditelan mentah-mentah tanpa mencari tahu dulu kebenarannya. Misalnya soal mencuci mobil listrik yang dikhawatirkan bisa nyetrum ketika kabel-kabel terkena air. 

Padahal mencuci mobil merupakan salah satu bentuk perawatan agar bisa terus awet. Di samping itu, kebersihan mobil pun akan terjaga terlebih di masa pandemi seperti ini. Mengutip laman Nissan Indonesia, para pemilik mobil listrik tak perlu khawatir ketika akan mencucinya.

cuci mobil listrik

Ragam komponen kelistrikan dikhawatirkan bisa nyetrum saat kena air, padahal itu tidak benar

>>> Melihat Fitur Nissan Leaf, Mobil Listrik Terbaru di Indonesia

Mencuci Mobil Listrik Boleh Menggunakan Air

Listrik dan air memang bukanlah dua hal yang umumnya dipasangkan secara bersamaan. Namun mobil listrik tetap bisa bisa dicuci dengan perasaan aman baik itu dilakukan sendiri di rumah atau dengan jasa car wash. Perlu diketahui mobil listrik sudah didesain agar bisa tahan terhadap air.

Serangkaian tes sudah dilalui oleh setiap mobil listrik yang akan dijual, termasuk soak test di mana mobil direndam dalam genangan air yang cukup tinggi untuk memastikan tidak ada kebocoran di komponen mobil. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa semua mobil listrik itu sudah tahan air dan aman untuk dicuci. Misalnya seperti di bagian kolong mobil yang sering sekali kotor akibat terkena debu, lumpur, dan cipratan air. 

cuci mobil listrik

Mencuci mobil listrik bisa dilakukan di rumah

Bagian baterai mobil dan kabel-kabel yang ada di kolong akan tetap aman karena dilapisi bahan yang tahan air. Bahkan, soket yang menyambungkan berbagai komponen elektrik dalam mobil juga sudah diberikan pengaman karet agar lebih terjamin keamanannya.

Anda juga bisa mencuci mobil dengan proses deep cleaning yang menggunakan lifter. Mobil listrik yang Anda beli sudah lulus tahapan uji yang menjamin mobil tahan air, terutama di bagian kolong mobil.

Saat air bertekanan tinggi disemprotkan ke bagian kolong mobil yang terangkat oleh lifter, komponen seperti baterai dan inverter yang bisa kena korsleting tetap aman karena sudah didesain agar tahan terhadap semprotan air.

>>> Nissan Leaf Resmi Diluncurkan di Tanah Air, Harga Mulai Rp 649 Juta

Hindari Menyemprot Air Langsung ke Engine Bay

Gambar menunjukan Charger Nissan Leaf

Hindari untuk menyemprotkan air langsung ke engine bay

Namun perlu diperhatikan agar tak menyemprotkan air ke engine bay. Bagian engine bay ini biasanya ada di dalam kap mobil, di mana di dalamnya terdapat komponen elektrik yang lebih rawan terhadap air, seperti ECU, converter, dan inverter.

Sebenarnya, engine bay dalam mobil listrik sudah dilapisi dengan seal waterproof. Akan tetapi, bila engine bay terlalu sering dicuci dengan air, dikhawatirkan seal waterproof ini lama kelamaan akan rusak dan menciptakan embun air di dalam komponen.

Untuk membersihkan engine bay dengan aman, gunakan kain microfiber dan engine degreaser. Ingatlah untuk tidak menyemprotkan degreaser secara langsung ke engine bay, melainkan semprotkan ke atas kain microfiber, lalu usapkan ke engine bay.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mencuci mobil ketika dalam kondisi dingin. Artinya, ketika mobil habis dipakai berkendara Anda harus menunggu hingga kondisi motor listriknya tak lagi panas. Mengapa demikian? Dikhawatirkan bila mencuci dalam kondisi motor listriknya panas komponen mobil akan karatan, renggang, dan cenderung lebih cepat rusak. Sebaiknya, Anda menunggu sekitar 15-30 menit atau hingga mesin mobil sudah mendingin, barulah Anda bisa mencuci mobil listrik Anda.

>>> Cintamobil TV: Wow, Seperti Ini Cuci Mobil Setengah Juta Rupiah!

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top