Waspada Gunung Berapi, Berkendara Ketika Erupsi Tidak Boleh Dianggap Remeh

05/07/2018

Pengemudian
Share this post:
Waspada Gunung Berapi, Berkendara Ketika Erupsi Tidak Boleh Dianggap Remeh
Berada di negara dengan gunung berapi aktif paling banyak di dunia, mengetahui tips berkendara ketika erupsi terjadi merupakan pengetahuan umum yang perlu diperhatikan bagi masyarakat Indonesia.

Beberapa bulan belakangan aktivitas gunung berapi di Indonesia semakin meningkat. Bahkan tak jarang, erupsi yang terjadi seringkali mengganggu aktivitas perjalanan. Contohnya, ketika Gunung Agung mengeluarkan asap dan batuk beberapa hari lalu, terlihat masyarakat sekitar yang sedang berkendara ketika erupsi terjadi.

Namun, Anda disarankan untuk berhati hati ketika berkendara saat erupsi terjadi. Erupsi mengakibatkan jalanan menjadi berdebu sehingga lebih licin dibandingkan jalanan basah. Dipaparkan oleh Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, kendaraan yang sedang melintas ketika erupsi terjadi diharapkan memperhatikan batas kecepatan sampai jarak aman kendaraan.

Gambar yang menunjukan gunung berapi yang sedang meletus

Jangan mendekat ketika erupsi gunung berapi terjadi

Ditemui oleh media beberapa waktu lalu, ia menjelaskan, "Perhatikan beberapa bahaya yang mungkin akan timbul saat mengemudi di kondisi lingkungan gunung yang sedang erupsi. Kurangi kecepatan kendaraan, karena jalanan yang berdebu pasti lebih licin dibanding jalanan basah sekalipun. Jangan ambil risiko percaya diri yang berakibat fatal."

>>> Dapatkan mobil dengan sistem keamanan terlengkap hanya di Cintamobil

1. Jaga jarak pandang

Asap yang keluar seringkali menciptakan kabut dan mengganggu jarak pandang mengemudi. Mengatasi hal ini, Sony menjelaskan untuk mengatur jarak aman kendaraan dan sesuaikan dengan jarak pandang. “Misalkan, jarak pandang 100 meter kecepatan maksimumnya 50 km/jam (setengahnya atau sesuaikan dengan kondisi jalan yang pasti licin)."

Gambar yang menunjukan mobil yang sedang menghindari erupsi gunung berapi

Ketika berkendara saat erupsi terjadi, pastikan berkendara dengan hati-hati

Menjaga jarak pandang dan kecepatan berguna untuk mengurangi kecelakaan akibat kegagalan melakukan perlambatan. Pengereman juga perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah saringan udara rusak akibat masuknya debu ke rongga-rongga saringan udara.

>>> Berikut tips dan trik ketika akan melewati daerah banjir

"Maka, akselerasi dan deselerasi (pengereman) kendaraan harus halus untuk menghindari kondisi slip berlebihan. Juga, menghindari penumpukan debu pada saringan udara," kata Sony lagi.

2. Hindari area erupsi

Seperti yang dijelaskan oleh National Geographic, debu vulkanik berpotensi merusak mesin dan bagian besi dari kendaraan. Karena itu, National Geographic menyarankan bagi masyarakat untuk berkendara ketika letusan terjadi. Tapi, untuk menyelamatkan diri, hindari berkendara di atas 50 km/jam.

>>> Tips pengemudian paling lengkap bisa Anda dapatkan di sini

Lebih lanjut, National Geographic memberikan tips ketika erupsi terjadi di area Anda. Hal yang perlu dilakukan yaitu:

  • Sebisa mungkin, jauhi gunung berapi aktif
  • Jika Anda tinggal di dekat gunung berapi yang aktif, sediakan kacamata dan masker bersamaan dengan lampu senter dengan baterai yang berfungsi.
  • Ketahui rute evakuasi Anda. Pastikan bahan bakar kendaraan selalu terisi untuk berjaga-jaga ketika evakuasi perlu dilakukan.
  • Hindari wilayah sungai dan daerah dataran rendah.
  • Sebelum meninggalkan rumah, pakai kemeja lengan panjang dan celana panjang. Jika bisa gunakan kacamata, kenakan masker darurat, atau pegang kain basah di wajah Anda.
  • Jika Anda tidak melakukan evakuasi, tutuplah jendela, pintu, serta saluran ventilasi lainnya untuk mencegah abu masuk ke rumah.

Gambar yang menunjukan mobil yang terpapas debu vulkanik akibat gunung meletus

Perhatikan kendaraan ketika akan menghindari erupsi gunung berapi

Yang paling penting, selalu pastikan untuk berhati-hati saat berkendara ketika erupsi berlangsung. Selalu dahulukan keselamatan Anda dan keluarga dengan memperhatikan lingkungan dan tidak terburu-buru dalam berkendara.

>>> Dapatkan tips dan trik otomotif lainnya hanya di Cintamobil

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top