Waspada! Berkendara Dengan Kaca Depan Retak Bisa Menyebabkan Cedera

13/07/2021

Pengemudian

3 menit

Keretakan kaca depan mobil bisa disebabkan oleh berbagai hal, contohnya terlempar batu. Kaca depan retak ternyata mengandung risiko berkendara yang besar.

Retakan kecil pada kaca depan mobil Anda mungkin terlihat tidak berbahaya. Namun, retakan tersebut dapat membesar dengan cepat tanpa Anda sadari. Dari awalnya yang hanya membutuhkan perbaikan kecil, tiba-tiba Anda harus mengganti kaca tersebut.

Bukan hanya biaya yang membengkak, jika terus dibiarkan retakan tersebut juga dapat menimbulkan risiko berkendara yang dapat mencederai pengemudi mobil.

Bahaya Kaca Retak

Kaca depan retak adalah kejadian umum yang biasanya disebabkan oleh batu yang beterbangan dan puing-puing udara lainnya. Kerusakan ini seringkali diabaikan oleh pemilik mobil karena tampak seperti masalah kosmetik yang tidak penting.

Gambar Rock Chip

Batu yang melayang jadi penyebab umum keretakan kaca mobil

>>> Koleksi Supercar Lionel Messi yang Antar Argentina Juara Copa America

1. Hilangnya Integritas Bagian Depan Mobil

Ketika kaca depan utuh, ini membantu mentransfer kekuatan benturan dari bagian depan mobil ke sasis. Ini mengurangi efek yang dirasakan di dalam mobil dan membantu melindungi penumpang. Jika kaca depan yang retak pecah saat terjadi tabrakan, Anda dan penumpang lain berisiko lebih besar mengalami cedera.

2. Cedera Yang Lebih Besar Jika Mobil Mengalami Kecelakaan Terguling

Kaca yang tidak rusak menambah dukungan struktural penting yang dapat menjaga atap mobil agar tidak ambruk jika kendaraan terbalik. Retakan pada kaca dapat melemahkan kaca depan, dan jika pecah dan atapnya hancur, penumpang dapat terluka parah.

Gambar Rollover Accident

Kecelakaan terguling dengan kaca depan retak dapat menyebabkan cedera lebih parah

3. Terlempar dari Benturan Kecelakaan

Jika sabuk pengaman penumpang dan pengemudi tidak dikencangkan saat terjadi tabrakan, kaca depan dapat mencegah mereka terlempar dari mobil secara paksa.

Kaca depan dengan retakan kecil yang pecah karena benturan tidak memberikan perlindungan apa pun. Bukan tak mungkin penumpang dapat terlempar ke depan mobil dan menyebabkan cedera yang fatal.

>>> Contoh Surat Jalan STRP untuk Keluar Masuk Jakarta Selama PPKM Darurat

4. Airbag Tidak Efektif

Di banyak mobil, kaca depan merupakan unsur penting dalam penyebaran airbag sisi penumpang yang tepat. Saat tabrakan memicu penyebaran, kaca depan adalah penghalang yang membuat airbag mengembang ke arah penumpang.

Kekuatan airbag saat mengembang dapat menghancurkan kaca depan yang retak atau pecah. Jika itu terjadi, airbag dapat mengembang melalui bukaan, dan penumpang tidak akan memiliki perlindungan dari fitur keselamatan tersebut.

Cara Memperbaiki Kaca Depan Retak

Gambar Perbaikan Kaca Retak

Kaca yang retak dapat diperbaiki dengan cara ditambal seperti ini

Untuk kaca depan mobil umumnya menggunakan laminated glass atau tempered glass, retakan berukuran kurang dari 14 inci masih memungkinkan untuk diperbaiki.

>>> Tahukah Anda? Ferrari Ternyata Bisa Jadi Pelepas Stress di Jalan

Namun jika celah atau retakan yang terjadi lebih besar dari itu, Anda perlu melakukan penggantian kaca secara utuh. Kualitas perbaikan retakan dengan ukuran besar sangat ditentukan oleh keterampilan teknisi yang mereparasi kaca.

Proses memperbaiki kaca retak memerlukan waktu sekitar 30 – 40 menit dan dilakukan dengan menyuntikkan resin ke dalamnya. Ketika cairan tersebut mengeras, resin akan membantu mengembalikan kerekatan kaca.

Kaca depan kemudian dipoles dan dilanjutkan dengan proses penyinaran UV. Jika proses ini dilakukan secaca benar, retakan tidak akan bisa menyebar lebih jauh.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

 
back to top