Wanita Menyetir dalam Kondisi Hamil? Boleh, Asal Perhatikan Kondisi Ini

20/01/2021

Pengemudian

4 menit

Share this post:
Wanita menyetir dalam kondisi hamil bukanlah hal asing. Tetapi ada baiknya tetap memperhatikan keamanan agar keselamatan di jalan bisa selalu terjaga.

Tampaknya melihat wanita hamil nyetir bukanlah hal asing. Tak sedikit wanita hamil masih piawai menyetir seorang diri untuk sekadar berbelanja ataupun ke rumah kerabat. Memang saat hamil tak berarti Anda harus menyetop seluruh kegiatan yang biasa dilakukan. Anda masih bisa beraktifitas normal termasuk menyetir kendaraan. 

Namun demikian, risiko tinggi tetap mengintai. Dalam sebuah studi ditemukan bahwa 42 persen wanita yang tengah hamil trimester kedua lebih berisiko terlibat dalam kecelakaan dibandingkan mereka yang tidak hamil. 

Usut punya usut, salah satu penyebabnya adalah pada trimester kedua biasanya wanita hamil kerap dihantui rasa cemas, kurang istrihat, dan penyakit lain akibat hormon. Sejumlah faktor mempengaruhi menurunnya konsentrasi saat berkendara. 

Meski begitu, wanita hamil nyetir disebut masih aman. Kalau Anda memutuskan untuk menyetir dalam kondisi hamil, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan agar keselamatan di jalan bisa terus terjaga. 

Beautiful pregnant woman driving in car Free Photo

Posisi duduk juga harus dibuat senyaman mungkin

>>> Ada Peran Wanita Indonesia di Balik Fitur Autopilot Tesla

1. Tetap Menggunakan Seat Belt

Ukuran perut yang membesar saat hamil tak berarti Anda bebas menggunakan seat belt. Dilansir Healthline, Rabu (20/1/2021), wanita menyetir dalam kondisi hamil tetap wajib menggunakan seat belt sebagai salah satu perangkat keamanan. 

Bila Anda menggunakan seat belt dengan benar, risiko cidera pada Anda dan bayi saat terjadi kecelakaan bisa diminimalisir. Pastikan bagian dari seat belt berada di bawah perut. Anda juga harus mencari posisi duduk yang nyaman sekaligus masih mampu mengakses rem, tuas transmisi, dan menyalakan lampu. 

>>> 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Oleh Wanita saat Berkendara Sendiri

2. Menghindari Berkendara pada Kondisi Tertentu

Wanita menyetir dalam kondisi hamil memang tidak dilarang. Tapi ada beberapa kondisi yang sebaiknya dihindari. Ibu hamil biasanya dihantui rasa mual. Nah kalau sudah begini ada baiknya bagi Anda kaum hawa mengurungkan diri untuk menyetir. Mual-mual juga dapat mengurangi konsentrasi Anda ketika berkendara. Kalau sudah begini, risiko kecelakaan pun makin besar. 

Selain mual, Anda juga harus menghindari menyetir ketika sulit mencari tempat pemberhentian. Wanita hamil berisiko mengalami Deep Vein Thrombosis (DVT) dimana kondisi tersebut membuat darah menggumpal di kaki dan dapat terus mengalir ke paru-paru. 

Cara menghindari potensi darah menggumpal adalah sering melakukan stretching apalagi ketika berkendara. Jangan lupa juga untuk tetap meminum air yang banyak agar terhindar dari dehidrasi. Nah konsekuensinya kalau banyak minum pasti Anda akan sering bolak-balik ke toilet. Maka dari itu, kalau sulit mencari tempat berhenti sebaiknya tak perlu menyetir. 

Beautiful pregnant woman driving in car Free Photo

Pastikan seat belt terpasang dengan benar

Pastikan saat menyetir gerak Anda tak terbatas meski sedang hamil. Bayangkan, jika Anda tak bisa melihat blind spot karena terhalang oleh perut hamil ini menjadi potensi kecelakaan. 

3. Siapkan Cemilan

Rasa lapar kerap kali dirasakan oleh wanita hamil. Rasa lapar ini jugalah yang dapat mengganggu konsentrasi seseorang. Maka dari itu, wanita hamil yang sedang menyetir sebaiknya menyiapkan cemilan dan minuman. Dengan begitu Anda dapat tetap menjaga konsentrasi ketika berkendara. 

cemilan saat nyetir

Jangan lupa siapkan cemilan agar untuk tetap menjaga konsentrasi

>>> Cara Mengatasi Mobil Mogok untuk Wanita

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top