Wah, 2 Juta Kendaraan Bermotor di DKI Nunggak Bayar Pajak

06/12/2019

Pengemudian

3 menit

Wah, 2 Juta Kendaraan Bermotor di DKI Nunggak Bayar Pajak
Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta menyatakan sebanyak 2 unit kendaraan bermotor di DKI nunggak bayar pajak, nilainya mencapai Rp 2 triliun.

Tidak sesuainya pemasukan pajak dengan populasi kendaraan bermotor yang beredar di ibu kota membuat Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta melakukan langkah jemput bola. Tidak hanya melakukan razia di jalan, petugas juga mendatangi pemiliknya langsung di tempat tinggal sesuai alamat STNK. Hasilnya cukup baik, banyak penunggak pajak akhirnya melunasi kewajibannya.

Foto salah satu sisi gedung BPRD Jakarta

BPRD punya tanggung jawab besar dalam pengelolaan pajak dan restribusi daerah

Dituturkan Kepala BPRD DKI, Faisal Syafruddin. Jumlah kendaraan bermotor di DKI yang nunggak payar pajak luar biasa banyak, mencapai 2 juta unit. Jumlah tersebut bersifat umum baik mobil maupun sepeda motor, baik yang lupa atau yang disengaja. Dengan jumlah sebanyak itu, nilai pajak yang tertunggak mencapai Rp 2 triliun.

"Hampir 2 juta unit dengan jumlah hampir Rp 2 triliun. Ini kita lakukan door to door dalam operasi gabungan," tutur Faisal belum lama ini di Kantor Samsat, Jakarta Selatan.

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas ada disini

Tindakan memungut pajak di rumah si penunggak alias door to door merupakan salah satu dari sekian banyak cara yang diupayakan pihak BPRD. Selain cara tersebut, BPRD juga 'memaksa' para penunggak pajak dengan memasang stiker pada bodi kendaraan yang pajaknya tertunggak. Stiker tidak boleh dilepas sampai pemilik melunasi pajaknya. Cara ini dinilai jadi shock teraphy karena pemilik akan malu dilihat orang dan dicap sebagai orang yang tidak taat peraturan.

Bagaimana jika stiker dilepas? Pemilik tidak boleh main-main dengan melepas stiker yang tertempel sebab itu buka stiker biasa, tapi lebih mirip dengan segel. Bagi yang nekat melepas bisa dikenakan pidana pengrusakan segel.

Bila cara ini juga tidak diindahkan, kendaraan akan disita dan ditahan sampai batas waktu tertentu. Kendaraan akan benar-benar dilepas jika seluruh hutang pajak telah dilunasi. "Jangka waktunya kita lihat kemampuan dia dalam merespon administrasi kita. Kalau sudah kita kasih tiga kali dia tidak merespon berarti ada kewajiban kita dalam rangka menyita. Peringatan 7 x 24 jam tiga kali berarti tiga mingguan," jelas Faisal.

>>> Sering Jadi Polemik, Ini Dasar Polisi Berhak Menilang Kendaraan Telat Pajak

Foto mobil mewah ditempel sticker karena menunggak pajak

Kendaraan bermotor menunggak pajak bakal ditempel sticker

Jika dengan cara ini masih tidak mempan, cara lebih tegas bakal diterapkan berupa penahanan. Pemilik bisa ditangkap untuk kemudian dimasukkan ke dalam rutan. "Tidak kooperatif itu kita tagih tidak mau dan menghilangkan barang bukti atau ke luar negeri maka bisa kita lakukan gijzeling (penahanan-Red)," tegasnya.

Seperti diketahui kewajiban membayar pajak merupakan kewajiban tahunan bagi pemilik kendaraan bermotor yang harus dipatuhi. Namun, terkadang kewajiban ini tidak dipenuhi dengan berbagai alasan. Ada yang memang 'eman' atau enggan keluar banyak duit untuk membayarkannya. Ada juga yang lupa kalau pajak kendaraannya telah kelewat tempo, meski alasan kedua ini cukup jarang. Pemilik kendaraan umumnya sangat perhatian dengan tanggal jatuh tempo pajak.

Apapun alasannya, kalau pajak tertunggak sampai 2 juta unit kendaraan bermotor adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan.

>>> Wajib Tahu, Menunggak Pajak Bisa Masuk Penjara

Foto saat petugas BPRD bersama kepolisian melakukan razia pajak kendaraan bermotor

Upaya penertiban pajak kendaraan bermotor

>>> Temukan berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya di sini

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top