Wajib Waspada saat Menyetir Mobil Transmisi Otomatis di Turunan  

27/07/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Transmisi otomatis memiliki sistem kerja tersendiri yang rumit dan independen sehingga mempunyai karakter engine braking yang berbeda dengan transmisi manuial

“Jangan lupa, masukkan dulu ‘gigi’ 1 atau L sebelum keluar dari sini (gedung parkir bertingkat). Tuh lihat, jalannya turunan panjang dan kita  parkir di laintai 6,” jelas Badu kepada temannya. “Wah, bukannya di ‘D’ saja, kan nanti pindah ‘gigi’-nya otomatis,” kata seorang teman yang sudah lama memakai mobil otomatis namun hanya tahu posisi gear D. Usai berdebat panjang, si teman mengikuti saran Badu. Faktanya, gigi 1 atau L sudah dipilih, mobil meluncur tanpa hambatan. Beruntung si teman sigap memainkan pedal rem. Muncul pertanyaan, mengapa bisa demikian? 

>>> Chevrolet Camaro 2021 Dapatkan Transmisi Otomatis 10 Percepatan?

Karakter Dasar  

gambar transmisi otomatis

Engine braking pada transmisi otomaitis belum se-efektif transmisi manual 

Satu karakter dasar transmisi otomatis adalah  proses “coupling and de-coupling” alias memutus dan menyambung hubungan antara mesin dan transmisi yang berlangsung secara otomatis tanpa campur tangan pengemudi. Saat melalui jalan menurun, ECU transmisi otomatis membaca kondisi jalan normal dan beban ringan sehingga memutuskan hubungan antara mesin dan transmisi (de-coupling & coasting) walau gear berada di posisi 1. Kondisi ini menyebabkan “mobil matik” rajin melesat di turunan tanpa efek engine braking yang efektif seperti mobil dengan transmisi manual. .   

gambar transmisi otomatis

Konstruksi rumit dan tidak ada koneksi langsung antara input shaft dan output shaft   

Selain itu, pada transmisi otomatis konvensional terutama yang menganut konstruksi hydraulic planetary gearset, tidak ada koneksi langsung antara input shaft dan output shaft. Di antara input shaft dan output shaft terdapat intermediate shaft yang dipadati oleh gearset yang bekerja secara independen satu sama lain. Karena semua shaft bekerja dengan “aturan” masing-masing, maka engine braking pada transmisi otomatis tidak se-efektif engine braking pada transmisi manual.    
 

Angle Sensor  

gambar angle sensor

Sensor ini membantu ECU transmisi otomatis untuk memilih gear ratio dan melakukan kick-down secara otomatis 

Pada beberapa mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan sensor “naik turun” yang membantu ECU transmisi otomatis untuk membaca kondisi jalan menanjak atau menurun. Sesuai info tersebut, ECU lalu membuat kalkulasi untuk menentukan gear ratio yang cocok dan kemudian  melakukan kick-down secara cepat dan otomatis. Jadi pengemudi tidak perlu menekan dalam pedal gas untuk kick-down. Namun demikian, fitur tersebut belum menghilangkan karakter dasar transmisi otomatis yang tidak menghasilkan engine braking seoptimal transmisi manual saat melaju di jalan menurun.  
  

Teknik Pengereman

gambar pengereman

Teknik pengereman modulasi untuk kondisi jalan menurun 

Tanpa dukungan engine braking se-efektif mobil manual, pilihan bagi mobil matik hanyalah mengandalkan sistem rem standar. Karena pemakaian rem secara terus menerus dapat menyebabkan gejala brake fade, dibutuhkan teknik pengereman jenis “modulasi”. Caranya,  kaki kanan tetap menginjak pedal rem dengan metode “tekan-lepas sedikit-tekan-lepas sedikit”. Gunanya agar sistem rem agar tidak kepanasan dan menjaga pengendalian serta laju mobil. 

Perawatan Rem

gambar servis rem

Perawatan rem secara berkala menjamin keamanan dan keselamatan 

“Apa pun sistem rem mobil, paling utama dan nomer satu adalah perawatannya. Saran saya, selalu ganti dan kuras minyak rem setiap satu tahun sekali. Indonesia ini negara tropis dengan tingkat humiditas tinggi dan minyak rem bersifat higroskopis. Lebih baik mencegah kan?” demikian saran Musyawir, pemilik bengkel KE System di Duren Sawit.  

Dengan perawatan teratur, sistem rem akan bekerja optimal dan menjamin keselamatan selama dalam perjalanan. Selain itu Anda juga yakin tidak akan mengalami masalah pada sistem rem. Mulai dari rem macet hingga brake fade akibat rotor atau tromol beserta brake pad dan brake shoe yang kepanasan sehingga menyebabkan rem blong. Mengemudi menjadi aman dan nyaman.  
>>> Jangan Lakukan Ini pada Mobil Matik Kalau Nggak Mau Cepat Rusak

 

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top