Tips Nyetir Di Medan Off-Road

29/10/2019

Pengemudian

3 menit

Tips Nyetir Di Medan Off-Road
Mengemudi di trek non aspal itu memiliki kesulitan tersendiri, tidak semudah saat hendak mengemudi di trek aspal. Berikut ini kami berikan tips nyetir di medan off-road.

Berikut ini kami akan memberikan tips nyetir di medan off-road. Mengemudikan mobil di trek off-road membutuhkan konsentrasi tinggi dan Anda harus kenal dengan mobil yang sedang Anda bawa. Sebelum melewati nyetir di medan-off road dan melewati trek ekstrim, ada baiknya Anda periksa terlebih dahulu mobil yang akan Anda gunakan untuk off-road. Pastikan bannya sudah menggunakan permukaan kasar (M/T) atau Mud Train, plus sudah double gardan atawa penggeraknya 4x4.

Gambar menunjukkan Mahindra Scorpio berwarna putih Sedang Off-Road

Off-Road memang asyik, namun Anda juga harus waspada

Oh ya satu lagi, ketika nyetir di medan off-road ada baiknya Anda tidak pergi sendirian. Minimal 2 atau 3 mobil, yang salah satunya dilengkapi dengan winch (alat penarik beban). Tujuannya agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misal terperosok, kepater (nyangkut) atau amit-amit mengalami kerusakan mekanikal parah di tengah trek yang menyebabkan mobil berhenti total, Anda masih bisa dievakuasi keluar dari lokasi. So, inilah tips nyetir di medan off-road.

1. Trek Berlumpur

Gambar menunjukkan off road melewati trek berlumpur

Jangan kehilangan momentum dan tidak panik adalah kunci mulusnya melewati trek berlumpur

Pertama pindahkan dulu ke mode 4L agar memperoleh rasio gigi yang lebih low, lalu jalankan mobil, rasakan grip bannya dan yang terpenting jangan terlewat untuk momentum tenaganya. Yang perlu diingat, saat nyetir di medan off-road yang treknya berlumpur Anda tidak boleh kehilangan momentum dan panik. Jangan juga menginjak gas terlalu dalam, karena berpotensi kehilangan kendali dan mobil akan terbenam. 

>>> Siapa bilang truk tidak bisa diajak off-road? Kami malah melakukannya di trek berat dengan truk canggih ini

2. Trek Berpasir

Gambar menunjukkan jip melewati trek berpasir

Jika permukaan pasir padat, tak perlu khawatir, tapi jika gembur wajib atur momentum agar tak terbenam

Saat hendak melaju di trek berpasir. Hampir sama seperti di trek berlumpur, Anda tidak boleh kehilangan momentum. Bedanya, Anda harus aware dengan kondisi pasirnya, jika kontur pasirnya lembut pakai mode 4H saja agar akselerasinya lebih ringan. Dan kali ini Anda benar-benar tidak boleh kehilangan momentum atau mobil Anda akan kepater alias nyangkut. Percayalah, nyetir di medan off-road permukaan berpasir sangat menyenangkan.

3. Trek Tanah

Gambar menunjukkan Off-road di trek tanah

Jangan sampai kehilangan traksi saat beraksi di trek tanah

Saat nyetir di medan off-road dan menghadapi trek bebatuan. Yang harus Anda perhatikan adalah treknya. Apakah di trek tanah tersebut terdapat jalur air, tanahnya gembur, atau malah kombinasi antara tanah dengan lumpur. Untuk menghadapi trek seperti ini, Anda wajib gunakan mode 4L (Low). Rasakan traksi roda via setir, dan belokkan setir ke kanan dan ke kiri jika terasa jalannya mobil terasa mulai berat. Agar Anda lolos dari handicap.

>>> Kami melakukan tes mobil bersama legenda dakar, inilah hasil tes All New Triton bersama Hiroshi Masuoka

4. Trek Sungai

Gambar menunjukkan nyetir di medan off-road melewati sungai

Pastikan air sungai tidak melebihi kap mesin, kecuali Anda sudah "menyelamatkan" ECU dan pasang snorkel

Untuk melewati trek sungai, Anda sebelumnya perlu melakukan survey terlebih dahulu. Pastikan kedalaman sungai tidak melebihi kap mesin. Tujuannya agar air tidak masuk air intake. Lantas, lihat juga posisi ECU mobil Anda. Bila letaknya rendah, jangan nekat untuk melibas sungai. Jika sungai dangkal, Anda juga jangan merasa jumawa, karena ada saja potensi terjadinya banjir bandang. Selalu waspada jika hendak melewati trek sungai, dan gunakan mode 4H.

5. Trek Tanjakan

Gambar menunjukkan mobil trek tanjakan

Kalau tanjakannya curam pakai model 4L agar dapat merayap sempurna

Ketika ingin melewati trek tanjakan, coba untuk lakukan perlahan terlebih dahulu (crawling) jika tenaganya tidak memungkinkan, coba untuk jalan lebih cepat. Yang paling penting Anda jangan terburu-buru. Sabar, dan selalu antisipasi keadaan. Misal, ketika mobil tenaganya tidak cukup, dan stall di tanjakan. Anda harus dengan cepat mengarahkan mobil ke tempat aman (jika mundur), agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

>>> Begini rasannya mengemudikan Suzuki Jimny 2019

6. Trek Turunan

Melewati trek turunan, yang harus Anda lakukan adalah jangan panik. Karena saat mobil melintasi turunan, mobil akan cenderung meluncur. Tahan laju mobil dengan pedal rem, tapi jangan diblok yang menyebabkan ban terkunci, dan alhasil mobil nyelonong tak terkendali. Kecuali mobil yang Anda gunakan sudah dilengkapi dengan fitur Hill Descent Control.

>>> Dapatkan tips pengemudian mobil hanya dari Cintamobil.com

7. Trek Miring Negatif

Trek miring negatif bisa ke bagian kanan kendaraan bisa juga ke bagian kiri kendaraan. Anda jangan sekalipun panik, tetap siaga pada pedal rem dan kopling (apabila mobil yang Anda gunakan bertansmisi manual), serta pedal rem (jika mobil yang digunakan transmisi otomatis). Ambil ancang-ancang sebelum berjalan, dan perkirakan kestabilan mobil Anda. Jangan sampai terguling, kalau bisa pakai bantuan winch atau seling untuk menjaga mobil agar tidak "jemur gardan".

8. Trek Bebatuan

Pada trek bebatuan yang Anda harus lakukan adalah mengamati terlebih dahulu susunan batuannya. Apakah mudah terlepas atau berpotensi longsor. Juga yang tak kalah penting adalah apakah ada lumut di sekitar bebatuan tersebut. Karena lumut berpotensi membuat ban menjadi kehilangan traksi.

>>> Kumpulan tips dan trik otomotif terlengkap bisa Anda temukan disini

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top