Tips Mudik: Menghitung Biaya Bahan Bakar Ketika Perjalanan Jauh

07/05/2018

Pengemudian
Share this post:
Tips Mudik: Menghitung Biaya Bahan Bakar Ketika Perjalanan Jauh
Dengan banyaknya hari libur yang akan rencananya akan diberikan pemerintah pada Lebaran tahun ini, bisa menjadi waktu yang tepat untuk mudik dan berkendara ke kampong halaman. Tapi, bagaimana cara menghitung biaya bahan bakar ketika melakukan perjalanan jauh?

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam berkendara jarak jauh adalah menghitung biaya bahan bakar yang dibutuhkan. Biaya bahan bakar untuk perjalanan panjang bisa menjadi sangat tinggi, terutama jika Anda tidak tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan. Untungnya, menghitung biaya gas perjalanan Anda adalah masalah aritmatika sederhana. Bahkan, ada situs web luar yang bisa melakukan perhitungan untuk membantu Anda.

Ketahui Jarak Tempuh atau Efisiensi Bahan Bakar Kendaraan

Sebelum Anda dapat menentukan biaya bahan bakar untuk perjalanan Anda, Anda perlu mencari tahu jarak tempuh kendaraan Anda. Biasanya, nomor ini tercantum pada buku manual pemilik atau bisa ditemukan di internet. Jika tidak, Anda bisa menghitung sendiri dengan terlebih dahulu mengisi tangki dan mengatur ulang odometer perjalanan.

Gambar yang menunjukan pengisi bahan bakar yang ada pada pom bensin

Perhatikan isi tangki yang dibutuhkan untuk kilometer perjalanan

Setelah Anda menggunakan setidaknya setengah isi tangki, isi lagi bahan bakar dan perhatikan berapa banyak bahan bakar yang Anda masukkan dan bandingkan dengan jarak tempuh pada odometer. Bagilah jumlah perjalanan dengan bahan bakar untuk mendapatkan MPG (Mil per Gallon) atau KM/L kendaraan Anda. Jika Anda berpergian 100 kilometer dengan 10 liter bensin, maka rating kendaraan Anda adalah 10 km/l.

>>> Baca juga tips mengemudi lainnya disini

Setelah mengetahui mpg atau km/l kendaraan, Anda dapat menghitung jumlah bahan bakar yang Anda butuhkan untuk perjalanan Anda. Pertama, cari tahu berapa kilometer jarak yang Anda tempuh, mulai dari titik awal dari rumah hingga sampai ke tujuan. Anda bisa menggunakan program peta online seperti Waze atau Google Maps.

Gambar yang menunjukan indikator bahan bakar pada dasbor mobil

Efisiensi bahan bakar mempengaruhi dana yang dikeluarkan

Kemudian, bagilah jarak tempuh ini dengan rating mpg atau km/l kendaraan. Misalnya, jika Anda berencana untuk menempuh perjalanan sejauh 500 km dengan efisiensi bahan bakar 10 km/l, maka Anda akan membutuhkan 50 liter bensin. Jadi dengan harga Pertalite kira-kira Rp. 8.000 per liter, maka Anda membutuhkan Rp. 400.000 hanya untuk bahan bakar.

Perhatikan Titik Kemacetan dan Pemberhentian

Tetapi, Anda juga harus memperhatikan kemacetan yang akan Anda temui selama perjalanan. Ingat, mengendarai mobil ketika terjebak dalam kemacetan membuat mesin bekerja lebih keras dan membuat bahan bakar menjadi semakin boros. Karena itu, pastikan untuk memperhitungkan pengeluaran tak terduga seperti ini.

>>> Baca juga Tips berkendara dengan aman dan efisien ketika macet

Gambar yang menunjukan seorang pengemudi yang sedang mengisi bahan bakar mobil

Anda bisa memprediksikan pengeluaran perjalanan dengan menghitung biaya bahan bakar

Ketika menghitung biaya bahan bakar ketika melakukan perjalanan jauh, ada baiknya Anda melakukan pengecekan terhadap oli atau memperbaiki masalah mobil. Memperbaiki mobil dan meningkatkan performa mesin bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga rata-rata 4 persen. Bahkan, memperbaiki sensor oksigen yang rusak dapat meningkatkan jarak tempuh hingga 40%.

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

Share this post:
 
back to top