Tips Menghindari Kecelakaan Beruntun saat Berkendara di Cuaca Buruk

05/01/2021

Pengemudian

4 menit

Share this post:
Tips Menghindari Kecelakaan Beruntun saat Berkendara di Cuaca Buruk
Kecelakaan beruntun kerap terjadi ketika mengemudi saat cuaca buruk. Visibilitas berkurang dan aquaplaning bisa menjadi penyebab utama kecelakaan beruntun.

Cuaca buruk kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Salah satunya kecelakaan beruntun yang melibatkan 6 mobil dan 1 bus di Tol Solo-Semarang KM 428 Jalur B. Melansir laman NTMC Polri, kecelakaan terjadi diduga akibat hujan deras yang membuat terbatasnya jarak pandang pengemudi. Salah satu korban disebutkan merupakan mantan personel Trio Macan, Chaca Sherly. 

Menurut penuturan korban pada saat kecelakaan terjadi, hujan turun sangat lebat. Jarak pandang pengendara pun menjadi terbatas. Korban yang mengetahui adanya kendaraan yang mengerem mendadak di depannya berusaha menghindar.

Namun usaha pengereman tidak membuat mobilnya berhenti. Hingga akhirnya mobil menabrak kendaraan di depan dan disusul tabrakan dari beberapa kendaraan di belakang. 

cara mengemudi di cuaca buruk

Cuaca buruk memang dapat mengurangi visibilitas

>>> Cara Mengantisipasi Tabrak Belakang di Jalan Tol

Berkendara di Cuaca Buruk Butuh Persiapan

Mengemudi di cuaca buruk memang butuh persiapan. Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana menjelaskan persiapan bukan hanya dari mobil, melainkan fisik dan mental pengendara juga diperlukan. Maka dari itu penting untuk memastikan pengendara dalam kondisi bugar. Kalau merasa tak enak badan, sebaiknya urungkan niat untuk berkendara. 

Kemudian penting untuk mengecek kendaraan secara mendetail, utamanya yang dapat membantu ketika cuaca buruk. Ini dilakukan agar Anda dapat menghindari hal yang tak diinginkan termasuk kecelakaan beruntun. Komponen yang wajib dicek antara lain wiper dan air wiper, lampu-lampu, ban dengan tekanan sesuai, rem, dan fitur penunjang keselamatan seperti ABS, EBD, BA, serta lainnya bisa berfungsi normal. 

"Saat berkendara di cuaca buruk, ingat kendali kendaraan 100% ada pada pengemudinya. Pastikan siap berkendara dan kuasai fitur-fitur kendaraan," jelas Sony dalam keterangannya.

Kalau kendaraannya sudah dibekali fitur mumpuni, pengendaranya harus tetap waspada. Setidaknya pengendara harus bisa melakukan antisipasi untuk menghindari kecelakaan beruntun di jalan. Kondisi hujan lebat dapat membuat banyak genangan air di permukaan jalan. Genangan air tersebut berpotensi membuat ban selip karena tak mampu menyibak air dengan sempurna atau kerap disebut Aquaplaning. 

Untuk mencegah Aquaplaning, Anda bisa mengurangi kecepatan kendaraan ketika berkendara saat hujan lebat. 

"Kurangi kecepatan bukan hanya menurunkan 10-20 km/jam, lebih situasional tergantung lebatnya hujan. Sehingga ketika masuk genangan air, efek dari aquaplaning tidak menganggu keseimbangan mobil," jelas Sony. 

>>> Pelajaran Biar Kejadian Innova Menabrak Pembatas Jalan Tak Terulang

Jaga Jarak Aman untuk Menghindari Kecelakaan Beruntun

mengemudi cuaca buruk

Jaga jarak aman dengan kendaraan depan

Pastikan Anda bisa mengontrol kecepatan kendaraan disertai dengan posisi duduk sempurna untuk menghindari kecelakaan kendaraan. Ini dilakukan agar Anda bisa mengantisipasi gejala kendaraan selip.

Perhatikan pada kecepatan berapa jantung pengendara berdebar, itu artinya kecepatan maksimal Anda kemudian dikurangi 10 km/jam. Secara mental, Anda juga bisa mengontrol emosi pada kecepatan tersebut. 

Kurangi kecepatan sebelum menembus genangan air. Ketika arah mobil sudah berubah karena pengaruh angin, kecepatan tinggi atau kembangan ban tak sama reaksi pengemudi bisa saja membuat sudut setir berubah dan melakukan pengereman mendadak. 

"Ngerem bukan solusi benar saat aquaplaning," tegasnya. 

Pengendara juga perlu menjaga jarak dengan aman dengan kendaraan di depannya. Jaga jarak ini penting untuk mengurangi risiko slip lantaran mengerem mendadak dan justru mengakibatkan kecelakaan beruntun. 

>>> Angka Kecelakaan Turun Saat Libur Panjang

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

Pentingnya Rambu-Rambu Batas Kecepatan untuk Mengurangi Kecelakaan di Jalan Tol

10/02/2019

Pengemudian

7 menit

Sebenarnya, untuk apa menggunakan rambu-rambu batas kecepatan pada jalan tol yang biasanya lancar? Tentu saja untuk menghindari pengemudi melaju ugal-ugalan. Bahkan, kendaraan yang melambat akan membuat resiko kecelakaan menjadi berkurang.

Lihat juga

Teknologi Baru Toyota ini Bisa Cegah Kecelakaan akibat Salah Injak Pedal

05/02/2020

Pengemudian

4 menit

Suka salah injak pedal gas atau rem? Tenang saja. Teknologi baru Toyota dikembangkan mencegah pengemudi melakukan kesalahan yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

Lihat juga

Kecelakaan Supercar Libatkan Ferrari 458 Spider, 812 Superfast, dan BMW M6

23/10/2020

Event - Promosi

5 menit

Kecelakaan supercar ini mungkin bisa dibilang kecelakaan mahal, lantaran melibatkan tiga unit supercar berharga selangit. Yaitu Ferrari 458 Spider, Ferrari 812 Superfast, dan BMW M6.

Lihat juga

Kecelakaan Warnai Balapan Roborace, Nabrak Tembok Pembatas

31/10/2020

Pasar mobil

4 menit

Kita pernah mendengar istilah mobil swakemudi, bagaimana jadinya jika teknologi ini dipakai untuk beradu cepat? Mungkin seperti balapan Roborace satu ini.

Lihat juga

Studi: Pengemudi Paruh Baya Punya Risiko Kecelakaan Paling Besar

08/10/2020

Event - Promosi

2 menit

Penelitian di Amerika mematahkan anggapan pengemudi tua paling rentan, dimana hasilnya menemukan risiko kecelakaan mobil lebih besar pada pengemudi paruh baya .

Lihat juga
 
back to top