Tips Efisien dan Aman Berkendara Ketika Macet

29/01/2018

Pengemudian
Share this post:
Tips Efisien dan Aman Berkendara Ketika Macet
Setiap pengemudi pasti pernah terjebak di dalam kemacetan, baik di perjalanan di dalam kota maupun di luar kota. Tapi, jarang ada penumpang yang mengetahui tips berkendara ketika macet yang membantu anda dan mobil anda berkendara lebih efisien dan aman pada kemacetan.

Macet terjadi karena adanya ketidakteraturan dalam menggunakan jalan atau jumlah mobil yang melebihi kapasitas jalan. Bagi anda yang berada di kota besar, terkadang macet merupakan santapan pagi dan makan malam yang menyebalkan. Karena itu, Cintamobil dengan baik hati akan memberikan tips berkendara ketika macet untuk membuat pengemudian lebih aman dan efisien.

1. Hilangkan semua gangguan

Dalam kondisi lalu lintas yang padat, jalanan akan dipenuhi dengan mobil dan motor yang berusaha menyelip anda. Arus lalu lintas menjadi tidak teratur dan orang orang menjadi tidak sabaran. Hal ini tentunya akan menguji batas kesabaran anda. Karena itu, anda sebaiknya menghindari hal-hal yang akan mengganggu konsentrasi dan temperamen anda.

Seorang pengemudi pria berkemeja putih yang sedang menelpon

Hindari menelpon ketika mengemudi disaat macet

Untuk pengemudian yang lebih nyaman, batasi gangguan anda dengan cara:

  • Hindari menggunakan ponsel anda. Hal ini akan membuat anda tidak fokus ke jalan.
  • Lagu bertempo rendah bisa sangat membantu untuk menenangkan pikiran dan jiwa.
  • Jika perlu, hindari kebisingan yang tidak perlu. Anda bisa mengatakan kepada penumpang untuk tidak ribut atau memelankan suara mereka.

2. Mengemudi dengan defensif

Berkendara dengan defensif merupakan salah satu istilah yang digunakan untuk mengemudi dengan santai dan tidak terburu-buru serta mematuhi semua peraturan di jalanan. Mengemudi defensif bisa dikategorikan dengan mengemudi secara pelan dan tidak ugal-ugalan.

Gambar yang menunjukan beberapa mobil secara teratur sedang melaju di jalanan pada pagi hari

Patuhi semua peraturan dan mengemudi dengan tertib

Untuk mengemudi dengan defensif, hal yang harus anda lakukan adalah:

  • Selalu fokus pada arus lalu lintas dan jalanan,
  • Ikuti arus lalu lintas,
  • Berikan sinyal sebelum berbelok atau menukar jalur,
  • Berikan ruang antara anda dan kendaraan lain,
  • Hindari mengemudi ketika resah atau ketika emosi tidak stabil.

3. Gunakan roda gigi yang rendah

Menggunakan transmisi yang rendah bisa meningkatkan efisiensi mobil anda. Bahkan pada mobil dengan transmisi otomatis, dimana anda tidak harus mengganti gigi kecuali harus memarkirkan kendaraan atau mundur, ada pengaturan gigi rendah. Cara ini biasanya tercatat pada perpindahan gigi anda dengan huruf D diikuti dengan nomor, misalnya D2 atau D3.

Gambar yang memperlihatkan kopling transmisi otomatis pada sebuah mobil

Gunakan D2 atau D3 ketika anda terjebak dalam kemacetan

Untuk mobil matic, caranya adalah:

  • D3 atau 3 biasanya digunakan untuk berhenti dan mengemudi,
  • D2, atau 2, atau S (yang berarti ‘slow’ atau pelan) mengunci mobil anda ke roda gigi ke dua yang bisa berguna jika anda mengemudi naik atau turun di atas bukit yang curam

Selain itu, gigi yang rendah juga bisa membantu untuk mengerem lebih cepat karena terjadi ‘pengereman mesin’.

>>> Baca juga Tips berkendara di terowongan

4. Berkendara 5-8 km/jam di bawah batas kecepatan

Sangat penting untuk berhati-hati selama kemacetan. Karena itu, meskipun anda akan berjalan sangat pelan, tentu saja hal ini akan membantu anda menghindari situasi berkendara yang membahayakan. Apalagi dengan situasi stop-and-go, meskipun terjadi benturan, biasanya kerusakan yang dialami lebih sedikit atau tidak serius.

Gambar yang memeprlihatkan mobil yang melaju dengan jarak yang lumayan jauh

Selalu beri jarak aman pada mobil di depan

5. Beri jarak 3 detik dengan kendaraan di depan anda

Anda harus mengukur jarak dengan kendaraan di depan untuk berhati-hati dengan semua tindakan tiba tiba yang dilakukan. Misalnya berhenti, berbelok bahkan ketika menukar jalur dengan tiba-tiba, jika anda tidak fokus pada jalanan dan mempunyai jarak yang cukup, kecelakaan bisa saja terjadi. Lebih banyak waktu dengan mobil di depan berarti banyak waktu bereaksi ketika pengereman mendadak dibutuhkan.

>>> Baca juga tips mengemudi lainnya disini

6. Bersiap untuk manuver darurat

Seperti yang dikatakan di atas, selalu unuk fokus ke jalan dan bersiap untuk semua keadaan darurat yang dibutuhkan. Berada di belakang pengemudi yang tidak sabaran bisa membuat keputusan buruk: berhenti tiba-tida dan kita harus berusaha mengelak dengan mengerem dan membanting setir. Selalu bersiap untuk semua kemungkinan terburuk yang akan terjadi selama perjalanan.

Gambar yang menunjukan kemacetan yang cukup parah di salah satu jalanan di Jakarta

Pagi dan sore merupakan waktu jalanan dipenuhi kendaraan

7. Rencanakan waktu bepergian

Sebenarnya, menemukan kemacetan bisa dihindari dengan memperhitungkan waktu mengemudi anda. Jam 7-9 pagi dan jam 5-6 sore merupakan waktu paling ampuh untuk berada dalam kemacetan. Karena itu, jika anda tidak memiliki masalah apapun, berangkat lebih pagi bisa menjadi salah satu solusi menghindari kemacetan. Lebih baik datang lebih awal daripada terlambat, bukan?

Kemacetan mungkin menjadi masalah sehari-hari yang dialami oleh semua pengemudi. Bukan hanya di Jakarta, tapi di seluruh kota di Indonesia maupun seluruh dunia. Karena itu, mengetahui tips berkendara ketika macet bisa menjadi salah satu inspirasi untuk menghadapi kemacetan di jalanan.

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

Share this post: