Tips Bermain di Medan Off-road Dengan SUV 4x2

30/11/2018
Bermain di medan off-road sejatinya lebih cocok menggunakan SUV dengan penggerak 4x4. Namun tidak ada salahnya bila Anda hanya menggunakan penggerak 4x2 dengan beberapa cara.

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah memulai kembali perkenalan dengan mobil Anda. Tidak ada salahnya untuk mencari tahu soal dimensi, ground clearance, dan detil tenaga mesin yang keluar pada putaran mesin tertentu. Selain menambah pengetahuan, hal ini juga akan memudahkan Anda untuk mengantisipasi ketika harus melewati trek sempit, gundukan tanah, maupun tanjakan curam.

>>> Baca juga: Bisakah Suzuki Jimny Mengikuti Ketangguhan Toyota Land Cruiser di Jalanan Off-Road?

Akan lebih baik lagi jika dapat mengetahui cara kerja fitur pendukung yang tersedia pada mobil Anda melalui buku panduan pemilik. Contohnya seperti fitur hill descent control yang kini jamak ditemui pada SUV modern. Jika tak punya fitur ini jangan berkecil hati, karena SUV 4x2 justru punya kemampuan manuver yang lebih lincah meski traksinya tak sebaik SUV berpenggerak 4 roda.

Pastikan Anda tahu penggerak roda mobil Anda

Pastikan Anda mengetahui jenis penggerak roda belakang atau depan pada mobil off-road tersebut

Jenis penggerak depan (FWD) atau penggerak belakang (RWD) juga penting untuk diketahui. Karena hal ini akan menentukan bagaimana Anda harus memperlakukan mobil tersebut Sejatinya mobil FWD tidak memerlukan usaha lebih berat untuk menggerakkan mobil dan menjadi keuntungan tersendiri. Namun, durabilitasnya tidak lebih baik dari mobil RWD sehingga Anda harus memperlakukannya dengan lebih halus. Mengingat mobil berpenggerak 2 roda memiliki keterbatasan dalam hal traksi di medan buruk, menjadi penting bagi Anda untuk menyiapkan alat-alat recovery seperti tali dan dongkrak. Walaupun berpergian sendiri, alat-alat ini akan sangat berguna ketika Anda terjebak sehingga dapat meminta pertolongan penduduk setempat.

>>> Tips pengemudian terbaru hanya ada di sini

Kemudian yang tak kalah penting adalah melakukan survey sebelum memasuki jalanan off-road yang Anda tuju. Hindari alasan bahwa survey adalah kegiatan yang membuang-buang waktu. Justru dengan turun dari kendaraan dan melihat langsung medan yang akan ditempuh, dapat memberikan gambaran soal mampu tidaknya mobil Anda melintasi medan tersebut.

Hindari batu besar untuk mobil 4x2

SUV berpenggerak roda 4x2 tidak diperuntukkan melalui medan off-road berat seperti batu besar

Wajib diingat bahwa sebaiknya mobil 4x2 menghindari medan yang terliputi lumpur tebal, pasir lembut, dan batu berukuran besar. Jika nekat, dapat dipastikan mobil Anda akan dengan mudah tersangkut. Area seperti kebun teh, kebun kelapa sawit, atau jalan berkerikil akan lebih masuk akal untuk dijelajahi.

>>> Mungkin Anda tertarik: Mendukung Aktivitas Off-road, Inilah Fitur Canggih Multi-terrain Monitor

Sudah kenal mobilnya, persiapan dan survey juga sudah. Tiba saatnya Anda beraksi. Banyak hal yang tak dapat diprediksi saat off-road, beberapa diantaranya adalah kondisi tanah yang tak stabil hingga faktor cuaca. Ada berbagai cara untuk mengatasi hal yang tak dapat diprediksi, dimulai dari cara berkendara yang halus dan konstan dengan kecepatan rendah. Jangan segan memanfaatkan penumpang yang bepergian bersama untuk memantau kondisi di sebelah kiri, sehingga Anda dapat fokus dalam mengendalikan mobil dan memantau area sebelah kanan. Jika masih kesulitan, membuka kaca dapat membantu meningkatkan visibilitas.

Lalui jalur off-road agar tetap aman

Ikuti jalur setapak yang sudah dibuat agar tetap aman dan pahami medan sekitar

Selain itu, Anda juga dapat mengikuti jalur yang sudah terbentuk oleh tapak ban mobil yang pernah melewati medan tersebut. Kami tidak sangat tidak menyarankan Anda untuk membuat jalur baru karena beresiko tinggi untuk membuat mobil tersangkut. Tak perlu ragu ketika Anda terlanjur berkendara cukup dalam dan saat perjalanan keluar ternyata turun hujan hingga membuat tanah berubah menjadi lumpur. Improvisasi pertama yang dapat dilakukan adalah mengurangi tekanan ban untuk menambah traksi. Namun, jangan sampai kurang dari 20 psi karena dapat beresiko membuat ban terlepas dari pelek.

Selanjutnya cukup mempertahankan kecepatan dan memanfaatkan momen gerak mobil saat melewati lumpur. Usahakan untuk tidak menempatkan transmisi pada gigi rendah karena torsi berlebih yang keluar malah berpotensi membuat ban berputar terlalu cepat dan kehilangan traksi. Selamat mencoba!

>>> Berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya ada di Cintamobil.com

Mahmudi Restyanto

Ulasan anda

berita lain