Tips Aman bagi Wanita Mengemudi Ketika Hamil

06/02/2018
Jangan menyelam, berhati-hati ketika terbang, jauhi mandi dengan air panas, kehamilan mempunyai banyak pantangan yang tidak boleh dilanggar. Dan tentu saja, mengemudi ketika hamil membutuhkan banyak aturan yang harus ditaati.

Mengemudi lebih berhati-hati merupakan salah satu cara bagi wanita yang sedang hamil untuk mejaga kehamilannya. Terlebih, beberapa pakar juga telah mengatakan bahwa mengemudi ketika hamil mempunyai banyak pantangan.

Bolehkah ibu hamil mengemudi?

Resiko yang paling besar terjadi ketika kehamilan memasuki masa tri-semester kedua dimana wanita hamil memiliki resiko yang sama dengan orang yang mengalami sleep apnea. “Kami tidak merekomendasikan wanita hamil untuk memberikan kemudi pada suaminya. Pria dewasa bahkan lebih berbahaya dibalik kemudi. Mereka bahkan memiliki tingkat kecelakaan lebih tinggi [daripada wanita hamil].” Hasil survey para dokter dari Canadian Medical Association Journal.

Seorang wanita yang sedang hamil mengemudi ditemani oleh wanita yang lebh tua

Perhatikan resiko mengemudi untuk ibu hamil

Tapi, sebagai gantinya, seorang ibu hamil yang mengemudi harus berhati-hati dan jangan berakselerasi dengan cepat. Selain itu, ibu-ibu hamil juga membutuhkan banyak penanganan yang lebih besar. Beberapa aturan yang harus ditaati oleh wanita hamil yang mengemudi diantaranya,

1. Sebaiknya hindari pengemudian yang tidak perlu

Terlebih jika kehamilan anda lebih dari 4 bulan sampai perut anda semakin dekat kepada kemudi, selalu hindari mengemudi. Jika tidak terlalu penting, misalnya berbelanja atau membeli makanan, lebih baik anda tidak mengemudi. Sekarang sudah banyak aplikasi daring yang bisa membantu anda untuk membeli makanan atau berbelanja sehingga anda tidak perlu keluar rumah.

Seorang wanita berbaju putih yang sedang memberikan kunci mobilnya ke arah kamera

Bagi ibu hamil, sebaiknya hindari mengemudi jika tidak terlalu penting

Selain itu, selalu berhati-hati ketika mengemudi. Kesalahan sedikit saja bisa mengakibatkan anda dan calon bayi anda terjebak masalah. Untuk itu, jika anda memang benar-benar diharuskan untuk mengemudi, hindari mengemudi dengan kencang apalagi ugal-ugalan.

>>> Baca juga Faktor-faktor yang bisa mengganggu pengemudi

2. Hindari dehidrasi

Ada kaitan yang besar antara dehidrasi dan konstraksi uterus berdasarkan beberapa perbedaan konstraksi menurut Fit Pregnancy. Karena itu, menjaga asupan air anda sangat penting untuk kesehatan anda dan calon bayi.

Seorang wanita berbaju putih yang sedang hamil dan meminum air putih

Selalu minum air yang cukup dan hindari sehidrasi

Selain dehidrasi juga berbahaya ketika mengemudi, dehidrasi ketika mengemudi sambil hamil membuat resiko yang ada terima semakin besar. Karena iu, minumlah lebih banyak ketika berkeringat atau ketika anda berolahraga, Simpanlah botol yang berisi air dingin dan pastikan selalu tersedia di mobil anda.

3. Selalu dan jangan pernah lupa untuk mengenakan sabuk pengaman

Ingat, jangan pernah lupa untuk memakai seatbelt anda ketika bepergian, ketika anda mengemudi maupun berada di bangku penumpang. Memakai sabuk pengaman bisa menghindari resiko calon bayi terluka ketika terjadi benturan.

Perhatikan bagaimana cara memasang sabuk pengaman bagi wanita hamil

Ketika anda memakai sabuk pengaman, pastikan bagian atas melewati bahu dan berada diantara payudara anda. Sementara tali bawah terletak di pada dan pinggul. Hindari sabuk pengaman yang hanya bagian bawah karena bisa menyebabkan luka serius kepada calon bayi jika mobil tiba-tiba mengerem.

4. Atur kursi pengemudi

Karena perut yang semakin membesar, anda membutuhkan ruang yang cukup untuk anda dan perut anda. Jika anda memang diharuskan untuk mengemudi, pastikan untuk selalu mengatur kursi pengemudi sehingga tidak menjepit anda dan calon bayi.

Wanita berbaju putih yang sedang hamil dan berada dibalik kemudi mobil

Atur jarak terhadap setir dengan perut anda

Geser kursi kebelakang minimal 25cm dari lingkar kemudi. Pastikan roda kemudi dimiringkan kearah tulang dada anda, bukan kearah perut. Hindari mencondongkan tubuh ke depan dan duduklah dengan sedikit merebah. Hal ini akan membuat perut anda tidak terkena setir ketika terjadi benturan, mengurangi pergerakan kedepan dan membuat airbag bisa beroperasi dengan baik.

>>> Baca juga tips mengemudi lainnya disini

5. Jika terjadi benturan, periksakan kepada dokter

Jika terjadi kecelakaan, sebagaimanapun kecilnya, segera periksakan kepada dokter anda. Meskipun anda merasa baik-baik saja ketika terjadi benturan, bisa saja benturan tersebut mempengaruhi bayi yang ada di dalam kandungan anda.

Wanita berbaju hijau yang sedang mengemudi di balik setir mobil

Periksa segera ketika terjadi benturan

Segera periksakan detak jantung bayi anda untuk memastikan tidak ada kesalahan yang terjadi. Bahkan, meskipun anda tidak terluka, penelitian menunjukan bahwa wanita hamil yang mengalami kecelakaan tanpa cedera yang didokumentasikan beresiko lebih besar mengalami persalinan prematur akibat abrupsi plasenta.

Hamil merupakan salah satu fase yang menyulitkan, bukan hanya bagi calon bayi, tetapi juga bagi wanita itu sendiri. Karena itu, mengemudi ketika hamil membutuhkan banyak tips untuk keselamatan anda dan bayi yang ada di dalam kandungan anda. Keep safety riding, girls!

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

Padli Nurdin

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0