Tetap Aman di Jalan, Pelajari Tips Menghadapi Pengemudi Pemula

15/10/2018

Pengemudian
Semakin banyaknya pengemudi pemula di jalan membuat Anda harus ekstra hati-hati. Nah, agar tetap aman di jalan, berikut tips menghadapi pengemudi pemula.

Pemerintah Indonesia pada tahun 2012 mengeluarkan peraturan untuk mobil murah di industri otomotif. Tidak lama kemudian sejumlah agen pemegang merek (APM) melahirkan produk-produk baru untuk mendukung program pemerintah melahirkan sebuah produk yang khusus di Indonesia. Respon konsumen pun positif dengan penjualan yang meningkat dan semakin banyak pengemudi pemula di jalan raya. Sayangnya banyak pengemudi pemula yang tidak dibekali kemampuan dan pengetahuan dasar mengemudi yang memadai sehingga bisa merugikan diri sendiri dan sekitarnya.

>>> Baca juga : Mobil Yang Cocok Untuk Pekerja Pemula

Tahun pertama seseorang aktif mengemudi adalah periode rawan untuk terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Saat ini masih banyak pengemudi pemula yang kurang latihan sehingga belum kompeten untuk mengemudi di jalan raya. "Tahun pertama orang mengemudi berpotensi besar celaka yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Biasanya tipe pengemudi ini karena kurangnya jam latihan sebelum langsung mengemudi ke jalan raya," ujar Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center.

Pengemudi pemula harus lebih banyak latihan

Pengemudi pemula harus banyak latihan dan megenal teori sebelum turun langsung ke jalan raya

Pengemudi pemula disarankan tidak langsung mengemudi ke jalan raya bila belum melakukan latihan dengan baik. Menurut Marcell, risiko kecelakana sangat tinggi dan dampak besarnya bisa mengakibatkan kematian. Kompetensi yang baik akan membuat mengemudi lebih lancar dan tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Cara paling ideal untuk meningkatkan kompetensi mengemudi adalah mengikuti kursus atau pelatihan. Saat ini sudah banyak tempat pelatihan yang mengajarkan soal kemampuan mengemudi. Tetapi jangan sembarang pilih. Perilaku mengemudi yang benar juga harus diajarkan sehingga tidak langsung praktik tapi perlu teori seperti pengenalan mobil, rambu lalu lintas, dan manajemen risiko agar tetap aman di jalan.

>>> Baca juga : Cara Mengemudi Mobil Yang Aman Bagi Pemula

Pengemudi pemula mudah panik

Pengemudi pemula lebih mudah panik karena terlalu fokus sehingga tidak memperhatikan lingkungan sekitar

Membaca buku manual menjadi hal paling malas dilakukan, padahal tidak harus semua isi dari buku manual dibaca. Poin penting yang harus Anda baca adalah fitur pada mobil dan arti lampu indikator di instrumen panel. Ketika mesin dihidupkan, semua lampu indikator akan menyala. Tapi saat mesin sudah hidup, maka lampu di instrumen panel akan mati. Ada beberapa lampu indikator yang biasanya menyala sedikit lebih lama sekitar 6 detik yaitu lampu indikator airbags.

>>> Dapatkan berbagai informasi tips mengemudi lainnya ada di sini

Ciri Pengemudi Pemula

Bila Anda bertemu dengan pengemudi pemula di jalan, maka langkah paling tepat adalah hindari atau menjauh dari mobilnya. Selain itu jaga jarak aman meski dalam situasi macet untuk menghindari rem mendadak. Untuk mengetahui apakah dibalik kemudi mobil itu pengemudi pemula atau bukan, kenali cirinya. Ada hal-hal kecil yang bisa menjadi indikasi bahwa mobil tersebut dikemudikan oleh pengemudi pemula. Seperti mesin sering mati saat kondisi jalan menanjak atau transmisi manual. Bila bertemu mobil seperti, jaga jarak yang cukup ketika posisi mobil Anda dibelakangnya. Bila disamping, maka jauhi baik mendahului atau membiarkannya lewat. 

Selain itu ciri lain yang membuat pengemudi belum kompeten untuk berada di jalan raya adalah pengetahuannya akan rambu lalu lintas. Hal sederhana seperti penempatan mobil di lajurnya apakah melewati marka jalan atau tidak. Bila berjalan melewati atau diatas marka jalan maka akan membuat Anda dan mobil sekitar bingung, apakah ingin berjalan di lajur kiri atau kanan. Situasi bisa menjadi berbahaya ketika pengemudi lain tidak sabar dan bisa terjadi tabrak samping. Kuncinya adalah konsistensi yang membuat pengemudi terlihat terampil atau tidak. Pengemudi pemula biasanya sering berperilaku inkonsisten. Sebagai contoh lupa mematikan lampu sein ketika jalan sudah lurus, atau menyalakan lampu sein ke kiri tapi mobil berbelok ke kanan. Ini bisa membahayakan pengemudi sekitar.

>>> Tertarik membeli mobil baru terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Saat bertemu pengemudi pemula jaga jarak

Jaga jarak mobil Anda saat bertemu dengan pengemudi pemula di jalan agar tidak terjadi kecelakaan

Tidak sedikit pengemudi pemula adalah orang yang bermigrasi dari sepeda motor ke mobil. Kebiasaan saat mengendarai sepeda motor pun masih terbawa ketika megemudi mobil. Salah satu cirinya adalah pengemudi tidak memberi jalan kepada mobil lain dan memaksa untuk berpindah jalur dengan ceroboh. Untuk kondisi ini, observasi menjadi hal penting dalam mengemudi. Ketika kurang observasi, maka tingkat kewaspadaan pengemudi terhadap sekeliling menjadi berkurang. Manuver mendadak pun sering dilakukan dan sangat membahayakan sekitar terlebih bila dilakukan dengan kecepatan tinggi.

Agar terhindar dari kecelakaan, salah satu kuncinya adalah ketenangan. Pengemudi pemula umumnya lebih mudah panik karena terlalu fokus dalam mengendalikan dan mengoperasikan mobil. Sehingga ketika ada kejadian yang membuatnya kaget akan melakukan tindakan yang mendadak, seperti rem mendadak atau banting setir.

>>> Punya mobil, pastikan Anda baca tips dan trik seputar mobil di Cintamobil.com

 
back to top