Ternyata Teknik Menikung Balap Bisa Bikin Irit BBM Lho!

04/07/2021

Pengemudian

5 menit

Share this post:
Ternyata Teknik Menikung Balap Bisa Bikin Irit BBM Lho!
Tips mengenai pengereman, dan cara mengemudi irit banyak namun sedikit yang membahas tentang teknik menikung yang baik dan benar, bahkan bisa bikin irit BBM lho

Tips mengenai pengereman, safety driving dan cara mengemudi irit BBM sudah banyak yang membahas. Namun ternyata sedikit yang membahas tentang teknik menikung yang baik dan benar, bahkan dengan teknik menikung a la balap, ternyata bisa bikin irit BBM lho. Ah yang bener? Simak deh ulasan kami berikut ini.

Pahami Dulu Gaya yang Terjadi Saat Menikung

Pada saat kendaraan akan menikung, akan terjadi gaya Sentrifugal yang terjadi harus seimbang dengan gaya sentripetal. "Gaya sentrifugal adalah gaya yang terjadi menjauhi pusat lingkaran maya (ketajaman sudut tikungan jalan). Gaya Sentripetal adalah gaya terjadi menuju pusat lingkaran maya," buka Ir. Bintarto Agung, selaku Direktur sekaligus Chief Instructor Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) kepada tim Cintamobil.com.

Foto Toyota Fortuner VRZ menikung

Sebelum belajar teknik menikung pahami dulu gaya yang terjadi

Jadi gaya sentrifugal adalah berlawanan dengan gaya sentripetal, yaitu efek semu yang ditimbulkan oleh benda atau kendaraan yang melakukan gerak melingkar. "Semakin tinggi kecepatan kita berada dalam lintasan melingkar (tikungan) dan semakin besar sudut lintasan atau tikungannya maka gaya sentrifugal dan sentripetal yang terjadi juga semakin besar," tambah Om Tato AM, sapaan akrab Bintarto Agung.

Gambar Bintarto Agung reli

Om Tato AM (baju putih hijau) di balik kemudi jadi narasumber kami di bahasan teknik menikung ini

Lebih lanjut om Tato yang juga gape balap aspal dan reli ini pun menambahkan, "Dan apabila kendaraan/benda tersebut sudah tidak mampu untuk mengakomodir kedua gaya tersebut, yang terjadi adalah kendaraan akan terlempar keluar lintasan tikungan (mengalami selip baik understeer atau oversteer), bahkan sampai menyebabkan kendaraan terbalik (rollover)," tambah alumni jurusan Teknik Universitas Indonesia ini.

Foto truk Hino Ranger 500 Duta Trans menikung

Teknik menikung juga harus dipahami oleh para supir truk dan bus

Ingat, semakin besar jarak titik pusat berat kendaraan terhadap jalan (ground clearance yang besar), semakin besar pula kemungkinan untuk selip bahkan terbalik. Maka dari itu teknik menikung yang digunakan harus benar, agar Anda dan keluarga selamat. Atau bila Anda pengemudi bus atau truk, memahami gaya yang terjadi saat menikung dapat memberikan Anda dan penumpang atau barang bawaan Anda keselamatan.

Definisi Tikungan

Pada dasarnya sebuah tikungan atau sering juga disebut dengan pengkolan adalah jalan atau lintasan (jalanan) yang berbelok membentuk setengah lingkaran ke kiri atau ke kanan atau malah bisa gabungan dari keduanya.

Gambar Honda Jazz Rizal Sungkar Banteng Motorsport

Apex (Clipping Point) akrab di balap

"Bagian terdalam dari tikungan disebut sebagai titik lipat atau APEX (Clipping Point). Itu adalah suatu titik semu sebagai acuan kita untuk mulai berakselerasi keluar dari area tikungan," tambah Om Tato yang juga pakai mobil langka Jaguar X-Type Estate berkondisi mulus ini.

Prosedur Melibas Tikungan

"Prosedur dasar melibas tikungan yang benar adalah saat akan memasuki tikungan kurangi kecepatan dengan cara melakukan engine brake, yaitu memindahkan gigi transmisi ke gigi lebih rendah secara berurutan, sambil dibantu dengan pengereman (sampai saat mulai masuk tikungan)," jelas om Tato lagi.

Foto tim tester Cintamobil.com

Sebelum menikung, kecepatan harus dikurangi terlebih dahulu

Nah, saat mobil berada di dalam tikungan sampai titik Apex dilakukan dengan kecepatan tetap (Balance Throttle) dan boleh mulai berakselerasi sesaat setelah melewati Apex. Teknik menikung seperti ini juga dipraktikkan oleh para pembalap baik mobil maupun sepeda motor, yakni dengan mencari sudut terlurus dari sebuah tikungan.

Gambar teknik menikung Slow In Fast Out

Gambaran teknik menikung Slow In Fast Out kurang lebih seperti ini

Melibas tikungan dengan prosedur menikung Slow In Fast Out bisa membantu Anda menghemat BBM. Sebab kembali kepada penjelasan perihal gaya sentrifugal dan sentripetal yang terjadi pada benda atau kendaraan yang begerak pada lintasan atau jalan dengan sudut lingkar tertentu.

Foto Toyota Fortuner VRZ 2016 menikung

Trik menikung ini bikin mobil tak terlalu banyak kehilangan momentum, alhasil bisa irit deh

Di mana semakin besar sudut lingkar dan kecepatan tinggi, semakin besar gaya sentrifugal yg terjadi, yang dapat menyebabkan kendaraan kehilangan stabilitas bahkan terlempar keluar lintasan atau jalan. Trik Slow In Fast Out dapat membantu mobil tetap mendapatkan grip dan traksi ban tanpa kehilangan banyak momentum.

>>> Dapatkan penawaran promo menarik Toyota Fortuner bekas di sini

Teknik Slow In Fast Out Bukan Satu-Satunya...

"Pendekatan yang tepat saat menikung selain prosedur Slow In Fast Out adalah Out-In-Out dengan memperbesar sudut lintasan dengan cara masuk tikungan dimulai dari lintasan terluar mengarah kepada Apex pada lintasan dalam (Hit the Apex) dan berakselerasi setelahnya dengan lintasan melebar," jelas om Tato.

Gambar teknik menikung Out In Out

Teknik menikung Out In Out kerap dilakukan di balap

Prosedur saat menikung seperti disebutkan di atas pada prinsipnya sama bagi pengendara pada jalan umum (public road) atau pengendara pada arena sport atau balap. "Yang membedakan adalah setiap lintasan mempunyai aturan dan peraturan masing-masing," sebut om Tato yang asli wong Surabaya, Jawa Timur ini.

Gambar Bintarto Agung Toyota DX Reli

Meski ini adalah teknik balap tapi jangan sok jago di jalan ya!

"Pada jalanan umum (Public Road) mempunyai pembatas jalur atau lintasan yang disebut dengan marka jalan (Road Lines). Pengendara harus mampu untuk mematuhi dan mengimplementasikan aturan dan peraturan yang berlaku sesuai dengan standar peraturan keselamatan berkendara, di Indonesia adalah ULLAJ 22-2009," tutupnya.

>>> KNKT: Supir Bus Dan Truk Harus Paham Cara Mengerem yang Benar

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Head of Content di Cintamobil.com   About Arfian Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebe
 
back to top