Suka Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi? Awas, Mesin Mobil Ngelitik

01/04/2021

Pengemudian

4 menit

Mesin mobil ngelitik salah satunya disebabkan oleh penggunaan bahan bakar yang tak sesuai anjuran pabrikan. Di samping itu, ada sederet faktor lainnya.

Penggunaan bahan bakar pada mobil sebaiknya tak bisa dilakukan sembarangan. Anda bisa mengikuti anjuran pabrikan yang biasanya juga tercantum di buku manual. Tak bisa dipungkiri, saat ini masih ada pengendara yang justru menggunakan BBM tidak sesuai anjuran pabrikan. Biasanya mereka beralasan harganya lebih murah. 

Tapi jangan heran ya, kalau menggunakan BBM tak sesuai rekomendasi ini bisa membuat mesin mobil ngelitik alias knocking. Apa itu knocking pada mesin mobil? Melansir laman Wuling Indonesia, knocking atau detonation pada mobil ini menimbulkan bunyi ngelitik saat tengah berjalan. Selain itu, biasanya juga disertai munculnya getaran mesin mengiringi suara mengelitik tersebut. 

BBM mobil

Isilah BBM sesuai anjuran pabrikan

>>> Waspada Bahaya Isi Oli Mobil Melebihi Batas Maksimum

1. Hindari Penggunaan BBM Tak Sesuai Anjuran

Mesin mobil ngelitik kerap terjadi saat Anda berupaya untuk menaikkan kecepatan akselerasi atau mungkin di waktu mobil melibas jalanan menanjak. Penggunaan BBM dengan kualitas rendah tak sesuai anjuran pabrikan dapat memicu terjadinya mesin mobil ngelitik. 

Menggunakan bahan bakar yang kualitas rendah dapat menyebabkan naiknya temperatur dan tekanan di dalam ruang bakar mesin. Akibatnya bensin tidak terbakar dengan sempurna dan menyisikan senyawa yang menempel dalam ruangan silinder.

Untuk itu, pastikan Anda membeli bahan bakar dengan nilai oktan sesuai dengan rekomendasi pabrik mobil – informasi ini dapat di baca pada buku panduan atau pada stiker di dekat tutup tangki bensin mobil. Kebanyakan mobil di Indonesia merekomendasikan dengan oktan 90 ke atas. 

>>> Pentingnya Menggunakan Oli Mobil yang Sesuai dengan Tipe Mesin

2. Ada Deposit pada Dinding Silinder

Deposit ini mengambil ruang penting yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi normal mesin yaitu pencampuran udara dan bahan bakar. Deposit yang tebal dapat meningkatkan kompresi dalam silinder, dan jika kompresi yang lebih tinggi ini tidak diperkirakan juga dapat menyebabkan knocking.

3. Penggunaan Busi yang Tak Sesuai

Insulator busi NGK

Pilih busi yang tepat

Bukan cuma BBM saja yang harus ikut rekomendasi pabrikan, busi pun demikian. Busi membantu mengontrol lingkungan internal mesin dan beroperasi dengan kondisi yang presisi, busi yang salah menciptakan kondisi yang kurang optimal untuk pembakaran bahan bakar. Ada baiknya memastikan bahwa mobil Anda menggunakan busi yang sesuai dengan membandingkan nomor model dengan rekomendasi pabrik (yang dapat ditemukan dalam buku manual mobil). Jika busi mobil Anda adalah jenis yang tepat dan dalam kondisi baik, berarti mobil Anda punya masalah lain.

Itu tadi tiga penyebab utama mesin mobil mengelitik. Namun injeksi kotor, knock sensor rusak, piston ring salah, valve seal, dan ada kemungkinan mesin berjalan terlalu panas juga bisa memicu mesin mobil mengelitik.  Pemicu yang lain yaitu, 

>>> 5 Penyebab Mesin Mobil Berat saat AC Menyala

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top