Sistem e-TLE Mulai Dijalankan, Bagaimana Cara Kerjanya?

04/10/2018

Pengemudian
Sistem e-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) telah dimulai kemarin (1/10) di kawasan Sudirman – Thamrin. Bagi yang masih belum mengerti, mari kita lihat lagi cara kerja sistem ini, yuk!

Sistem e-TLE, atau sistem penilangan elektronik, merupakan salah satu cara Pemerintah untuk mengatasi kecurangan dalam berlalu lintas. Sebagaimana dijelaskan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, ada tiga tahapan penilangan sistem ini.

Gambar yang menunjukan CCTV yang sudah dipasang pada sebagian jalan

Ada empat CCTV yang sudah dipasang pada kawasan Sudirman – Thamrin

Tahapan pertama meliputi kamera yang akan menangkap terjadinya pelanggaran oleh pengguna jalan. Pelanggaran yang akan ditindak seperti mobil atau sepeda motor melewati garis ketika berhenti pada saat lampu merah. Petugas akan menganalisa pelanggaran yang dilakukan oleh kendaraan tersebut.

>>> Agar Tetap Aman, Inilah Tiga Cara Mengoptimalkan Transmisi Otomatis di Jalanan Menanjak Atau Menurun

Petugas kita akan verifikasi, setelah verifikasi lalu kita temukan ini mobil yang dilanggar kamera ini pelanggaran apa sih, pasal berapa, sudah memenuhi unsur belum kalau ini dikatakan pelanggaran," ucapnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (1/10) kemarin.

Gambar yang menunjukan petugas kepolisian yang sedang memperhatikan layar

Petugas akan memperhatikan pelanggaran pengemudi

>>> Dapatkan berbagai informasi tips mengemudi lainnya hanya di sini

Jika kendaraan terbukti melakukan kesalahan, petugas akan mengirim surat konfirmasi ke alamat yang tertera dalam STNK dari plat mobil yang melanggar. Surat konfirmasi ini bertujuan untuk memberitahu pengemudi tentang kesalahan yang telah ia lakukan dan mengkonfirmasi pemilik STNK tersebut adalah pengemudi yang bersangkutan.

Penerbitan surat konfirmasi hingga dikirimkan ke pemilik kendaraan akan membutuhkan waktu sampai 10 hari. "Estimasi 3 hari adalah proses pengiriman dari kantor pos ke alamat, kemudian diterima ke alamat dan 7 hari adalah masa pemilik kendaraan memberikan klarifikasi atau mengkonfirmasi siapa yang sebenarnya pengemudi yang terekam melakukan pelanggaran," jelas Yusuf.

>>> Beli mobil? Cari saja di situs jual beli mobil dengan harga bagus di Cintamobil.com

Masa uji coba

Hingga saat ini, baru empat CCTV penangkap kesalahan yang dipasang oleh petugas Kepolisian. Keduanya berada di kawasan Sudirman hingga Thamrin. Kombes Yusuf juga menjelaskan bahwa pelanggaran pada masa uji coba ini masih belum diberikan penindakan. Uji coba dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Gambar yang menunjukan pengintaian dari petugas kepolisian

Peraturan ini akan diuji coba dan disosialisasikan kepada masyarakat

"Belum [ada penindakan]. [Untuk sosialisasi] nanti juga pelang pemberitahuan bahwa Anda memasuki kawasan CCTV," ucap Kombes Yusuf. "Ini [sistem e-TLE] sudah siap tinggal hanya beberapa komponen saja, gimana ini birokrasinya supaya tidak terlalu panjang," jelasnya.

Hingga saat ini, penerapan e-tilang memang sudah dibahas oleh Polda Metro Jaya dengan Pemprov DKI Jakarta. Sistem e-TLE hanya diberlakukan terhadap kendaraan dengan nomor polisi B. Sedangkan untuk kendaraan bernomor polisi lain akan ditindak langsung oleh petugas di lapangan.

>>> Pastikan Anda baca tips dan trik seputar mobil di Cintamobil.com

Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top