Simak Tips Aman Menerjang Banjir Berikut ini Agar Terhindar Dari Kerusakan Serius

02/01/2020

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Simak Tips Aman Menerjang Banjir Berikut ini Agar Terhindar Dari Kerusakan Serius
Anda memang tak disarankan untuk menerjang banjir. Namun jika tak ada pilihan lain atau keadaan darurat, simak tips aman menerjang banjir berikut ini

Akibat curah hujan yang tinggi baru-baru ini, membuat beberapa ruas jalan di Jakarta dan sekitarnya dipenuhi dengan genangan air dan banjir. Bagi pemilik mobil, banjir memang menjadi momok tersendiri, lantaran bisa berpotensi untuk menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian mobil. Kekhawatiran tersebut memang ada benarnya, sehingga umumnya pabrikan mobil memang tidak menyarankan pemilik mobil untuk nekat menerjang banjir.

Foto ilustrasi menerjang banjir

Menerjang banjir hanya sebagai tindakan darurat dan opsi terakhir saat menghadapi banjir

>>> 10 Pilihan Mobil Anti Banjir Non SUV Di Bawah Rp 80 Juta

Namun jika dalam keadaan darurat yang mengharuskan Anda untuk menerjang banjir, ada beberapa tips aman menerjang banjir yang bisa Anda lakukan. perhatikan dengan seksama, sehingga bisa terhindar dari potensi kerusakan lebih besar. Pertama, sebelum Anda memutuskan untuk menerjang banjir adalah dengan mengetahui terlebih dahulu komponen mobil yang rentan bermasalah ketika terkena air. “Yang paling penting adalah posisi air intake atau jalur pasokan udara menuju mesin, yang rentan kemasukan air saat menerjang banjir,” ujar Yusuf, mekanik Astrido Toyota Pondok Gede.

Foto ilustrasi mengukur ketinggian genangan air

Jika genangan air melebihi setengah velg Anda, urungkan untuk menerjang banjir

>>> Sistem Keamanan Mobil Listrik: Amankah Mobil Listrik Ketika Menghadang Banjir?

Karena jika posisi air menyentuh air intake, maka akan sangat berisiko air akan masuk ke dalam mesin. Sementara itu, sifat air yang tidak bisa dikompresi ketika di ruang mesin, akan menyebabkan gejala water hammer yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen internal mesin dan bahkan mengakibatkan mesin jebol. Jika sudah begini, biaya perbaikannya pun akan sangat menguras kantong Anda.

Memang, posisi air intake pada setiap mobil sangat bervariasi. Khususnya untuk mobil jenis sedan, city car dan LCGC yang memiliki ketinggian rendah jika dibanding jenis MPV, SUV atau bahkan jip 4x4. “Maka dari itu batas aman ketinggian air saat menerobos adalah setengah pelek, lebih dari itu akan sangat berisiko air dapat masuk ke mesin lewat air intake,” ujar Joko Saputro, mekanik Honda Megatama, Kalimalang, Jakarta Timur.

Foto indikator ABS

Cek kembali kondisi mobil setelah menerjang banjir

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas untuk liburan akhir tahun ada disini

Tips aman menerjang banjir selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah mempertahankan kecepatan mobil. “Jangan terlalu cepat, karena aliran air akan semakin mudah masuk ke ruang mesin. Kecepatan ideal antara 10 hingga 15 km/jam dan jaga agar kecepatan agar tetap konstan,” tambah Joko. Namun ketika mesin mati mendadak saat menerjang banjir, jangan panik dan jangan berusaha untuk menyalakan mesin. “Karena ada kemungkinan air sudah masuk ke mesin, jika distater, maka rentan terjadi water hammer,” wanti Joko dan Yusuf. Segera minta pertolongan untuk meminggirkan mobil dan segera bawa ke bengkel dengan menggunakan jasa derek.

Foto pengecekan pada komponen mesin

Lakukan pengecekan pada bengkel kepercayaan untuk memastikan mobil Anda aman untuk digunakan harian kembali

>>> 4 Fitur Baru Garda Mobile Otocare 5.0, Menjawab Kebutuhan Pengendara dalam Satu Genggaman

Jika berhasil melewati banjir, jangan langsung memacu mobil. Lakukan cek dan ricek pada kondisi mobil. “Khususnya rem, karena paling rentan terkena air. Lakukan pengetesan rem dengan cara berjalan perlahan diringi menginjak pedal rem beberapa kali. Tujuannya agar rem cepat kering. Lihat juga panel dasbor, apakah indikator seperti rem ABS menyala atau tidak. Jika tak ada masalah, silakan lanjutkan perjalanan,” ujar Iman.

Tips aman menerjang banjir terakhir adalah cek kendaraan Anda ke bengkel terdekat. Hal tersebut penting untuk memastikan tidak ada masalah yang bisa muncul belakangan. “Ketika melakukan pengecekan di bengkel, bisa sekalian melakukan pembersihan dan pemeriksaan terutama pada rem, suspensi dan komponen kelistrikan. Karena bisa jadi air akan mengundang korosif dan menimbulkan karat jika didiamkan dalam waktu lama,” pungkas Joko dan Yusuf.

>>> Simak pula artikel tips dan trik lainnya di sini

Share this post:

Berita lain

Begini Cara Electric Vehicle Nissan Membantu Masyarakat Bangkit Pasca Bencana

28/10/2019

Mobil baru

3 menit

Bencana alam memang tidak bisa dihindari, karena itu adalah kehendakNya. Yang dapat dilakukan manusia adalah membantu yang terkena dampak bencana. Begini cara Electric Vehicle Nissan membantu masyarakat bangkit pasca bencana.

Lihat juga

Auto2000 Pastikan Layanan Service di Kawasan Bencana Tsunami Selat Sunda Tetap Optimal

29/12/2018

Pasar mobil

Lewat kemudahan paket pembiayaan perbaikan, konsumen Toyota dari diler resmi Auto2000 bisa tenang dan segera menggunakan kembali kendaraannya untuk beraktifitas

Lihat juga

Indonesia Rawan Gempa, Pastikan Mobil Sudah Masuk Dalam Perluasan Bencana Alam

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda bencana alam khususnya gempa. Mengingat Indonesia cukup rawan gempa, untuk Anda yang mempunyai mobil pastikan mobil sudah dilakukan perluasan asuransi bencana alam.

Lihat juga

Bukan Fitur Keselamatan, ABS Ini Jadi Penyebab Kecelakaan Jalan Raya

17/12/2019

Pengemudian

5 menit

ABS yang satu ini bukan sebuah fitur keselamatan di kendaraan, melainkan satu penyebab kecelakaan jalan raya yangs ering dialami pengemudi. Lalu apa itu ABS yang satu ini?

Lihat juga

Wajib Diketahui! Tips Darurat Jika Menemukan Korban Kecelakaan Terjepit

08/12/2019

Pengemudian

3 menit

Jika Anda menemukan korban kecelakaan terjepit Anda harus pahami tindakan apa yang harus dilakukan. Salah langkah, bisa membahayakan nyawa korban.

Lihat juga
 
back to top