Silaunya Berbahaya, Bijaklah Menggunakan Lampu Jauh

09/07/2019

Pengemudian

3 menit

Tak seperti low beam yang memberi penerangan dalam jarak dekat, high beam atau yang biasa disebut lampu jauh pada kendaraan bermotor ditujukan melihat objek jarak jauh dengan jelas saat mengemudi di jalan raya dengan sinarnya yang sangat terang, tajam dan menyilaukan. Penggunaan lampu ini tidak boleh sembarangan karena bisa memicu kecelakaan besar yang berakibat fatal.

Kebutuhan visibilitas yang sangat vital saat berkendara menjadi salah satu alasan kendaraan bermotor dilengkapi dengan high beam atau lampu jauh agar pengemudi bisa melihat objek yang berada di kejauhan. Tentu saja karena alasan tersebut lampu jauh didesain bisa menyorotkan cahaya yang sangat terang dan fokus agar bisa sinarnya bisa sampai di kejauhan.

Foto mobil dengan lampu jauhnya

Lampu jauh untuk melihat objek di kejauhan

Nah, sebagian pengemudi terkadang kurang memahami fungsi sebenarnya dari lampu jauh sehingga mereka asal menggunakan atau menyalakan tanpa mempertimbangkan berbagai risiko yang timbul. Salah satunya sinar lampu jauh bila terpapar mata pengendara di depan sangat menyilaukan hingga bisa menimbulkan kebutaan sesaat. Pengendara dari arah berlawanan tidak bisa melihat apa yang ada di depannya baik itu kendaraan lain, tikungan, rambu-rambu, gundukan, atau jalanan yang rusak. Jika pun pengendara harus mengalihkan pandangan, itu sama bahayanya juga karena tidak melihat apa yang ada di depan.

Risiko lainnya jika mata terpapar sinar lampu jauh dalam waktu lama dan berulang-ulang dapat menyebabkan mata rusak dari sekedar rabun hingga kebutaan.

>>> Ketahui, Silau Lampu Mobil Sumber Kecelakaan Fatal!

Foto menunjukkan seorang pengemudi merasa silau dengan lampu kendaraan lain

Sorot lampu jauh bisa mengganggu pengendara lain

Mengingat betapa besar bahaya yang timbul karena paparan sinar lampu jauh, pengemudi diharapkan bijaksana dalam menggunakannya agar tidak berakibat buruk pada diri sendiri maupun orang lain.

  1. Gunakan saat tidak ada pengendara dari arah berlawanan karena membuat pandangan mereka terganggu.
  2. Gunakan saat ingin melihat objek yang jauh di depan. Cukup nyalakan lampu jauh sesaat untuk memastikan keberadaan dan posisinya.
  3. Gunakan sebagai isyarat saat akan masuk tikungan maupun jalan dengen kontur cembung agar pengguna jalan dari arah berlawanan tahu keberadaan kita.
  4. Gunakan sebagai isyarat saat akan mendahului kendaraan lain. Cukup beri kedipan satu atau dua kali agar pengemudinya tahu ada yang mau menyalip dan minta diberi ruang.

Dari beberapa kondisi di atas yang paling penting dan utama adalah yang pertama, jangan menggunakan lampu jauh saat ada kendaraan lain dari arah berlawanan, terutama di malam hari. Andaikan sebelumnya Anda sudah menyalakan lampu jauh karena melaju di jalanan panjang dan kosong sendirian, lalu berpapasan kendaraan lain segera matikan lampu jauh dan biarkan lampu dekat (low beam) yang menyala agar pandangan pengemudinya tidak terganggu. Lebih-lebih jika berpapasan dengan kendaraan pendek seperti sedan karena sorot lampu bakal langsung terkena mata si pengemudi.

>>> Pahami Aturan Menggunakan Lampu Jauh, Jika Salah Ada Dendanya!

Foto menunjukkan lampu jauh pada mobil menyala

Gunakan lampu jauh saat sendirian

>>> Baca juga tips & trik lainnya tentang mobil hanya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top