Sienta Terguling, Ingat Lagi Bahaya Mengangkat Telepon Saat Mengemudi

31/05/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Toyota Sienta yang menabrak separator dan terguling di Jalan Raya Gunung Sahari jadi bukti kalau mengangkat telepon saat mengemudi bisa menimbulkan bahaya besar

Menjawab panggilan telepon lumrah dilakukan saat ada panggilan masuk. Namun ceritanya bisa lain jika dilakukan saat mengoperasikan kendaraan. Mengangkat telepon saat mengemudi bisa menjadi sumber bencana dan kecelakaan lalu lintas. Seperti kejadian di Jalan Raya Gunung Sahari Jakarta Pusat Sabtu, (29/5/2021) sore hari, dimana sebuah Toyota Sienta menabrak separator busway dan terguling.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, namun kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Selain mobil rusak parah di beberapa bagian, juga merusak properti berupa pembatas jalan.

Gara-gara Menjawab Telepon

Polisi melaporkan, dari data olah TKP ditemukan bukti bahwa pengemudi minibus merah bernopol B 2369 UKU itu kehilangan konsentrasi gara-gara mencoba mengangkat telepon. Pengemudi sendiri dalam kondisi sadar penuh dan tidak dibawah pengaruh alkohol.

>>> Toyota Siapkan Sienta 2022, Generasi Baru Dengan TNGA

Foto menunjukkan Toyota Sienta menabrak sparator

Gara-gara angkat telepon pengendara mengalami kecelakaan

“Jadi dia (pengemudi) lagi jalan dan mau ngangkat telefon dari keluarganya, jadi nggak konsentrasi hingga tabrak separator busway.” tutur Balaka Lintas, Purwanto, seperti dikutip dari NTMC Polri, (30/05/2021).

“Kondisi (penumpang) normal, tidak dipengaruhi minuman alkohol atau apapun. Semuanya normal.” lanjutnya.

>>> Cari mobil bekas berkualitas, temukan pilihannya di sini!

Larangan Dan Sanksi

Kasus di atas kini ditangani Polres Jakarta Pusat untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Terlepas dari hal tersebut Kecelakaan gara-gara angkat telepon bukan satu dua kali terjadi. Itu membuktikan bahwa hal tersebut berbahaya.

Menurut Lembaga keselamatan jalan raya Amerika Serikat, Governors Highway Safety Association (GHSA) menggunakan telepon saat mengemudi menjadi salah satu penyebab terbesar banyaknya kecelakaan di Amerika Serikat selain mengemudi kecepatan tinggi, mabuk dan cuaca buruk.

Foto Menggunakan telepon saat mengemudi

Di negara manapun menggunakan ponsel saat mengemudi sangat dilarang\

 

Sebagaimana negara lain di dunia, mengangkat telepon saat berkendara juga dilarang di Indonesia. Aturannya tertuang dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan, dimana pada pasal 106 disebutkan pengemudi wajib berkendara dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Bagi pengendara yang melanggar bisa dikenakan sanksi berupa pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan denda paling banyak 750.000 rupiah, sebagaimana disebut dalam pasal 283. Itu adalah sanksi paling ringan. Jika sampai terjadi kecelakaan yang merusak properti milik orang lain atau menimbulkan korban jiwa, pengendara bisa dikenakan sanksi yang lebih berat.

>>> Wajar Kalau Dilarang, Ini Fakta Buruk Menggunakan Ponsel Saat Mengemudi

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top