Sering Salah, Pengaturan Tekanan Ban Untuk Jalanan Pasir

01/05/2018

Pengemudian
Share this post:
Sering Salah, Pengaturan Tekanan Ban Untuk Jalanan Pasir
Dengan banyaknya pulau di Indonesia, tidak semua jalan memiliki tekstur yang kuat seperti jalan aspal. Misalnya jalanan berpasir atau berkerikil yang berbahaya bagi ban Anda. Kenali tekanan ban untuk jalanan pasir dalam mempermudah pengemudian Anda.

Berbeda dengan tekanan ban ketika Anda melewati jalan raya atau jalan aspal, tekanan ban untuk jalanan pasir harus disesuaikan terhadap kondisi pasir yang lembek dan tidak konstan. Karena itu, Salah satu teknik paling utama ketika berkendara di jalanan berpasir adalah membiarkan udara keluar dari ban dan membuat tekanan ban berkurang.

Dari tekanan ban penuh, sekitar 30 sampai 15 PSI, mengurangi tekanan ban menjadi 15 PSI atau setengahnya mampu membuat luas permukaan ban menjadi dua kai lipat. Jadi, alih-alih mendistribusikan tekanan di permukaan ban biasa, mengurangi tekanan akan membuat beban tersebar di hampir dua kali lipat luas area memungkinkan ban melayang di atas pasir.

Gambar yang menunjukan dua mobil yang sedang berada di atas pasir

Perhatikan tekanan ban ketika berkendara di atas pasir

Dibutuhkan sedikit latihan dan pengalaman untuk mendapatkan tekanan ban yang tepat. Untuk beberapa pantai, Anda mungkin bisa berjalan tanpa mengurangi tekanan ban sama sekali. Namun tidak untuk pantai atau jalanan berpasir yang halus. Anda bahkan tidak bisa berjalan lebih dari 30 meter tanpa deflasi ban yang tepat.

Tekanan yang pas ketika berkendara di pasir

Untuk sebagian besar kendaraan, 16 PSI merupakan tekanan yang ideal bagi mobil untuk bisa melaju dengan aman di jalanan pasir. Bagi mobil berat, seperti halnya Land Cruiser atau Fortuner, mobil jenis ini bisa dengan aman berjalan di pantai pada tekanan 16 PSI.

Gambar yang menunjukan ban mobil yang berusaha untuk keluar dari pasir

Lebih baik kurangi tekanan untuk mempermudah pengendaraan

Untuk kendaraan yang lebih ringan seperti Sierra, Anda bisa mengatur tekanan menjadi 12 PSI. Tapi Anda tentu saja seharusnya tidak boleh melaju di atas 35 km/jam pada tekanan ini. Berkendara dengan cepat dan tergesa-gesa membuat ban tidak bisa menahan tekanan bobot mobil sehingga bisa membuat ban Anda kempes atau bocor.

>>> Baca juga tips mengemudi lainnya disini

Cara berkendara di Jalanan Pasir

Perhatikan ketika Anda berbelok dengan cepat, kemungkinan Anda kehilangan kendali lebih cepat. Ketika berkendara di pasir, Anda tidak boleh mengerem dengan keras atau mendadak, ditambah berbelok dengan cepat di atas pasir yang lunak. Terlebih lagi ketika Anda memiliki tekanan ban yang rendah.

Semakin berat kendaraan Anda, semakin banyak pula udara yang harus Anda simpan di mobil Anda. Demikian pula jika Anda memiliki ukuran ban yang tinggi, Anda akan mendapatkan flotasi sehingga tidak perlu mengurangi tekanan ban berlebihan. Selain itu, suhu juga memegang peranan penting dan mempengaruhi tekanan ban mobil.

Gambar yang menunjukan mobil berwarna putih yang sedang berkendara di atas pasir

Berat kendaraan juga mempengaruhi tekanan ban ketika berkendara

Jika kendaraan Anda masih berjuang melintasi pantai dengan 20 PSI, jangan ragu untuk mengeluarkan udara lebih banyak lagi. Cobalah untuk menurunkan sampai 15 PSI terlebih dahulu. Terkadang, untuk kontur jalan yang sangat lembut, Anda perlu menurunkan tekanan ban hingga 6 PSI. Bagi pengendara 4WD off-road, tekanan ban untuk jalanan pasir bahkan bisa diturunkan hingga mancapai 6-8 PSI.

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

Share this post:
 
back to top